Bacaan 20 April 2026
1 Tawarikh 28-29
“Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan pikiran. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.”
1 Tawarikh 28:9
Dalam 1 Tawarikh 28-29 kita dapat melihat sebuah kisah tentang pergantian kepimpinan kerajaan Israel Raya. Namun yang indah didalam kisah ini bukanlah pergantian kepemimpinan dari Daud ke Salomo, melainkan sebuah pemberian warisan iman Daud kepada Salomo. Di ambang estafet kepemimpinannya, Daud tidak memberikan strategi politik atau kekuatan militer sebagai warisan utama, melainkan sebuah kunci relasi dengan Allah (1 Tawarikh 28:9).
Daud tau bahwa relasi dengan Allah merupakan suatu kunci dari kesuksesan; bahkan bisa dikatakan bahwa “relasi dengan Allahlah yang membawa Daud sampai dititik saat itu”. Karena dasar itulah Daud sebenarnya ingin membangun perhentian bagi Tabut Perjanjian Allah dengan membuat Bait Allah, namun keinginan Daud tersebut ditolak oleh Allah karena tangan Daud telah tercemar oleh darah (1 Taw.28:1-3). Oleh karena penolakan tersebut maka Daud harus menyerahkan tugas estafet kepemimpinannya kepada Salomo untuk membangun Bait Allah. Dalam tradisi Timur Kuno, pembangunan kuil/bait adalah pembuktian legitimasi seorang raja. Namun, Daud menekankan bahwa bangunan fisik (Bait Allah) tidak ada artinya tanpa bangunan batin (pengenalan akan Allah) sehingga Daud terlebih dahulu memperlengkapi Salomo dengan arahan agar ia bisa melekat kepada Allah. Daud menyebut Allah sebagai “Allahnya ayahmu”, hal ini bukan berarti Allah itu eksklusif, melainkan sebuah kesaksian pribadi karena Daud ingin Salomo memiliki pengalaman personal yang sama, bukan sekadar mewarisi agama sebagai tradisi formalitas semata.
Daud mengarahkan Salomo agar anaknya itu dapat mengenal Allah yang disembah Daud. Kata Ibrani yang dipakai yaitu “Yada” yang memiliki arti mengenal dengan menyelam lebih dalam. Yada bukan sekadar tahu secara intelektual (seperti kita tahu nama presiden), tetapi pengenalan yang intim, eksperiensial, dan mendalam (seperti hubungan suami-istri). Daud ingin Salomo berpengalaman dengan Allah seperti ayahnya dan Daud ingin Salomo mengenal dengan benar siapa yang ia sembah. Hal tersebut memberikan kita penekanan bahwa mengenal Allah adalah sebuah hal yang harus dilakukan oleh orang percaya. Dan salah satu cara untuk semakin mengenal Allah adalah dengan membaca Kitab Suci setiap hari. “Tanpa pembacaan Kitab Suci, maka kita tidak akan dapat berelasi dengan Sang Maha Tinggi.”
Daud tidak ingin Salomo hanya berfokus pada istana kerajaan yang fana atau bangunan Bait Allah semata; namun lebih dari itu Daud ingin anaknya memiliki relasi yang indah dengan Allah. Bukankah apa yang menjadi harapan Daud adalah sebuah harapan yang sama untuk setiap kita? Bukankah kerinduan Daud juga seharusnya kita dengar dan renungkan agar kita memiliki relasi yang indah dengan Allah? Hal tersebut dinyatakan agar kita tidak hanya fokus membangun hal-hal lahiriah semata seperti profil sosial media yang tertata, karier yang mewah atau pelayanan yang terkesan hebat. Namun lebih dari pada itu ada sebuah hal yang jauh lebih penting yaitu “relasi dengan Sang Maha Tinggi.”
Tuhan Yesus memberkati
YG200426
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 20 April 2026
1. Berdoa untuk seluruh Jemaat GBIK agar tetap memiliki hati yang bersyukur dalam segala keadaan dan setia dalam mengiring Tuhan.
2. Berdoa untuk para pekerja dan profesional di GBIK supaya Tuhan memberikan kekuatan, integritas, dan hikmat dalam pekerjaan sehari-hari.
3. Berdoa untuk stabilitas ekonomi bangsa Indonesia agar tetap terjaga dan masyarakat dapat hidup dengan sejahtera.
Pokok Doa untuk TPW Pengharapan, Birinoa, Halmahera Utara
1. Berdoa untuk Jemaat yang sedang sakit, kiranya Tuhan menjamah dan menyembuhkan.
2. Berdoa untuk Ibadah Minggu dan kegiatan Gereja lainnya supaya dapat berlangsung dengan baik dan banyak jemaat yang bisa hadir.
3. Berdoa untuk Pdm. Defretes Patty supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan jemaat BPW Birinoa dan tetap semangat melakukan penginjilan dan menjangkau jiwa.
