Bacaan 2 Maret 2026
Yosua 1-5
“sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan di rumahmu.”
Yosua 2:18
Ketika kita membaca Yosua pasal 2, maka kita mendapati sebuah kisah yang luarbiasa. Didalam kisah tersebut kita dapat memperoleh pelajaran dari beberapa hal seperti pembahasan mengenai 2 Pengintai, pembahasan mengenai Rahab, pembahasan mengenai ‘apakah Rahab berbohong? Dan apakah ternyata ada bohong untuk kebaikan?’. Namun tidak banyak diantara kita yang membahas mengenai ‘Tali Kirmizi’ yang padahal memiliki makna indah dibaliknya. Tanpa tali merah itu, Rahab hanyalah bagian dari reruntuhan sejarah. Dan tanpa tali merah itu, Rahab tidak masuk kedalam silsilah Mesiah.
Secara biblikal, tali kirmizi sejajar dengan darah anak domba di ambang pintu saat Paskah di Mesir (tulah ke-10). Tali ini adalah simbol keselamatan melalui pengorbanan. Di tengah reruntuhan Yerikho yang hancur kemudian, hanya bagian tembok yang ditandai tali kirmizi yang tetap tegak berdiri. Tali kirmizi menjadi penanda bagi mereka yang akan diselamatkan, dan makna tersebut merupakan gambaran bagi penebusan Kristus yang memberi tanda bagi kita untuk diselamatkan melalui darah-Nya (1 Yoh.1:7; Rm.3:25).
Dalam kisah tersebut kedua pengintai memberikan arahan agar Rahab menaruh tali kirmizi ditembok dimana ia menurunkan mereka; tujuannya jelas, untuk menjadi penanda bahwa ditembok bagian itulah harus luput dari penumpahan darah. Makna bagi setiap kita adalah bahwa disaat dunia disekitar kita runtuh; baik karena krisis ekonomi, kegagalan hubungan, atau duka mendalam, “tanda merah” (iman kita kepada Kristus) adalah satu-satunya hal yang membuat kita tetap tegak. “Tuhan tidak menjanjikan tembok Yerikho tidak akan goyang, tapi Dia menjanjikan keselamatan bagi mereka yang berada di balik tanda itu.” Rahab tidak menyelamatkan dirinya dengan kekuatan atau kebaikannya; dia selamat karena dia memercayai janji di balik seutas tali.
“Tali kirmizi menjadi garis pemisah yang menentukan, bahwa diluar jendela ada penghakiman dan keruntuhan; namun didalam jendela ada perlindungan dan masa depan“. Mungkin saat ini kita sedang diambang keruntuhan; baik karena masalah kesehatan, krisis ekonomi, atau keretakan keluarga. Namun tali kirmizi menjadi pengingat bahwa iman adalah garis pemisah. Iman tidak membuat masalah di luar hilang seketika, tetapi iman memastikan bahwa “kehancuran” di luar tidak akan masuk dan menghancurkan jiwa kita.
Kisah ini mengingatkan kita, bahwa Rahab tidak berusaha memperkuat temboknya dengan harta, kekayaan, jabatan, status, kedudukan, relasi, hubungan maupun pengetahuan. Rahab tidak mengandalkan kekuatannya sendiri untuk bertahan dalam menjalani kehidupan; namun ia mengandalkan janji penyertaan Tuhan melalui seutas tali merah yang ia keluarkan. Ini menjadi pengingat bagi kita agar kita tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri dalam menjadi kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, marilah kita melihat kerentanan kita sebagai manusia biasa, sehingga kita dapat meminta pertolongan yang dari pada-Nya.
“Tujuan kita meminta pertolongan Tuhan bukan karena tembok yang kita miliki tidak cukup kuat, tetapi karena kita yang lemah dan tidak dapat bersandar sepenuhnya pada aspek-aspek lahiriah”
Tuhan Yesus memberkati
YG020326
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 02 Maret 2026
1. Mengucap syukur untuk ibadah Minggu yang telah berlangsung. Bersyukur atas pelayanan jemaat yang setia dan atas Pengutusan Sdr. Imanuel Hutagalung ke Cabang Marga Mulya, Kalimantan Barat.
2. Berdoa untuk perjalanan Pdt Agus Panrimo, Dkn Daniel Tarapa dan Sdr. Andreas Suparto hari ini ke Cabang Marga Mulya, dalam rangka mengantar dan mengukuhkan Sdr. Imanuel Hutagalung menjadi Gembala Sidang di Cabang Marga Mulya.
3. Doakan agar seluruh pemimpin dunia dapat memiliki visi dan misi mereka untuk menjaga kedamaian dunia. Doakan negara-negara yang masih berperang agar dapat segera memiliki kesepakatan damai.
Pokok Doa untuk Cabang Sindu, Bengkayang – Kalimantan Barat
1. Berdoa untuk jemaat yang sedang merantau supaya Tuhan memberkati dan mereka tetap setia kepada Tuhan : sdr Ruben, sdri Tira, Sdri Peni, Sdri Ria, Sdr Herkules, Sdri Lilis, Ibu Rosida, Sdri Vilia, Sdr Alan, Sdr Jams, Bp Krismon, Ibu Aling, Bp Rahul, Ibu Erma, Sdr Rangga, sdri Ratna, sdr Dave, Bp Asoi.
2. Berdoa untuk persatuan dan kerukunan Jemaat, kiranya semakin sehati sepikir dan saling mengasihi satu dengan lainnya.
3. Berdoa untuk Pdt. Bima Iryanto beserta Keluarga kiranya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Cabang Sindu Bengkayang, Kalimatan Barat.
