Ibrani 13:15
“Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.”
Ucapan syukur merupakan salah satu bentuk puji – pujian kepada Tuhan yang berkenan kepada-Nya (Ibr.13:15). Namun karena kita adalah manusia yang memiliki keterbatasan kekurangan serta berdaging (Mat.26:41), maka seringkali ucapan syukur tersebut didasarkan hanya pada hal – hal yang dirasa menguntungkan kita saja. Dapat uang? bersyukur! Dapat sembako? bersyukur! Dapat pujian? bersyukur! Dapat masalah? Apakah kita akan tetap bersyukur? Sepertinya susah ya untuk bersyukur dalam segala hal (bnd. 1 Tes.5:18). Padahal terkadang masalah yang kita alami adalah rancangan Tuhan untuk mempersiapkan berkat-Nya bagi setiap kita; seperti contoh Yusuf dijual ke Mesir tetapi akhirnya beroleh kedudukan atau Ayub yang dimiskinkan dan diberi sakit tetapi akhirnya kekayaan serta tubuhnya dipulihkan lebih banyak lagi.
Perenungan hari ini tidak hanya berfokus kepada “bagaimana cara kita untuk meresponi sesuatu sehingga ucapan syukur dapat senantiasa keluar dari mulut kita”, tetapi juga berfokus kepada “pentingnya ucapan syukur bagi kehidupan orang percaya sebagai puji – pujian yang Tuhan harapkan”
Jujur saja, perasaan overthinking “cemas berlebih” sangat – sangat berpengaruh bagi kehidupan orang percaya; terkhusus dalam hal ini akan mempengaruhi sikap kita dalam melihat segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan kita. Orang yang mudah overthinking akan sangat sulit bersyukur dan orang yang sangat sulit bersyukur akan mudah menjadi stres bahkan depresi. Dengan fakta – fakta tersebut, maka kita telah melihat bahayanya pikiran overthinking “cemas berlebih” bagi kehidupan orang percaya, sehingga orang percaya diharapkan dapat menghindarinya dan benar – benar menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur.
Lantas bagaimana kita dapat bersyukur atas segala sesuatu? Terutama atas hal – hal yang kurang enak? Jawabannya hanya terdapat dalam pengertian bahwa Allah adalah pemelihara kehidupan orang percaya (Fil.4:19), Allah adalah Pencipta yang berotoritas atas segalanya (Rm.8:28) dan Allah tidak akan membiarkan kita sendirian saja (Ibr.13:5b). Pengertian – pengertian tersebut akan membawa orang percaya pada kehidupan yang jauh lebih positif dan terhindar dari overthinking sehingga akhirnya dapat bersyukur senantiasa walaupun sedang mengalami sesuatu yang kurang menyenangkan.
Ucapan syukur merupakan hal yang sangat penting yang harus diutarakan setiap saat oleh orang percaya. Dan untuk mengusahakan mengucapkan syukur senantiasa maka orang percaya perlu menghindari overthinking dan mengarahkan diri kepada Allah Sang Pemelihara kehidupan kita
“Orang percaya yang suka mengucap syukur akan membuktikan kualitas iman yang telah tahan uji yang telah siap menerima berkat Allah lebih luar biasa lagi”
Tuhan Yesus memberkati
YG020625
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 2 Juni 2025
- Mengucapkan syukur atas kegiatan Gereja Minggu ini telah berjalan dengan baik dan lancar, kiranya dapat menjadi berkat bagi Jemaat;
- Doakan Koordinator Utama SIL GBIK 2025, Sdri. Angel Kemur, Tuhan beri hikmat dan kekuatan untuk memimpin kepanitiaan SIL supaya diberikan kesehatan dan waktu yang cukup dalam menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
- Doakan Pemerintah kita agar tetap menjalankan tugas dan kewajibannya dalam bidang Pendidikan dengan baik serta dapat merumuskan peraturan dan kebijakan yang lebih baik dalam sistem PPDB Nasional.
Pokok Doa untuk Cabang Purwonegoro, Jawa Tengah
- Doakan kesehatan Jemaat, baik yang sedang sakit maupun yang dalam pemulihan kesehatan supaya Tuhan jamah sehingga dapat sembuh seperti semula.
- Mengucap syukur atas ibadah dan kegiatan gereja (Sekolah Minggu, KMBI, Persekutuan Lansia, KPW) yang telah berjalan dengan baik.
- Berdoa untuk Pdm. Eko Mugi Kristianto yang sedang berdukacita atas berpulangnya Ibunda terkasih (Ibu Mugi Handayani) ke rumah Bapa di Surga, kiranya Tuhan memberikan kekuatan, keikhlasan dan penghiburan.
