Bacaan Alkitab : Ulangan 9 – 11
(Kurun waktu : diperkirakan 1.444 – 1.406 S.M.)
“Mempersiapkan Suatu Kemenangan”
download versi word file : Renungan Harian Tgl 17 Maret
Minggu ini, kenangan manis nama Indonesia yang dikenal sebagai ‘negara juara’ di tournament bulu tangkis tertua di dunia, All England, dengan 44 orang Indonesia tercatat sebagai pemilik gelar juara di kejuaraan bulutangkis dunia bergengsi tersebut sejak tahun 1959, kembali terukir dengan perolehan medali emas di nomor ganda putra yang dimenangkan oleh pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan pasangan Li Junhui/Liu Yuchen dari China dalam waktu yang cukup singkat, yaitu sekitar 35 menit. Kemenangan ini mengukir kembali kenangan akan supremasi Indonesia di bidang bulu tangkis yang sempat mengalami masa paceklik gelar sejak tahun 2003 – untuk gelar juara tunggal putra dan tunggal putri bahkan tidak pernah diraih kembali setelah tahun 1994, yang dimenangkan oleh Hariyanto Arbi dan Susy Susanti. Kita berharap bahwa talenta-talenta muda di bidang bulu tangkis ini mau terus mengasah diri, berlatih dengan giat dan mengikuti segala yang diajarkan oleh pelatih mereka. Lalu bagaimana hubungannya dengan Renungan Harian hari ini? Mungkin suatu analogi dapat ditarik, antara mengikuti kejuaraan olah raga internasional tersebut, dengan strategi memasuki Tanah Perjanjian. Bagaimana cara Allah mempersiapkan generasi ke dua ummat Israel untuk melangkah menuju kemenangan dan menaklukkan Tanah Perjanjian tersebut? Bagaimana cara Allah melatih mereka meraih kemenangan? Apa yang dapat kita pelajari tentang Allah?
Ingatlah, jika Anda berada di dalam team nya Allah, Anda tidak hanya akan memiliki pengampunan dosa, hubungan yang didamaikan dengan Allah, serta kehidupan rohani yang baru, tetapi juga janji bahwa Allah selalu beserta Anda; janganlah kita menjadi takut dan gentar. Ummat Israel telah memiliki hubungan yang dipulihkan dengan Allah, tetapi segera mereka akan harus menghadapi manusia raksasa yang menghuni tanah Kanaan tersebut. Ingatlah bahwa ketika Allah berada di sisi Anda, maka Anda memiliki kuasa di dalam dunia ini untuk mengalahkan segala sesuatu, termasuk ‘raksasa-raksasa persoalan’ yang mendatangi hidup Anda. Ketika ummat Israel pergi berperang, maka Allah berjanji untuk menghancurkan lawan-lawan mereka dengan segera (Ulangan 9 : 2 – 3).
Yang ke dua, ingatlah untuk bersikap rendah hati. Sebuah team yang menjadi terlalu percaya akan kemampuan mereka dan menjadi tinggi hati, akan menjadi kurang waspada sehingga mudah dikalahkan. Kitapun dapat menderita hal yang sama. Sebaliknya, berpikirlah dengan pertimbangan yang baik dan benar, dan bukan dengan sikap tinggi hati. Bukan karena kebenaran ummat Israel sendiri, yang membuat Allah memberikan kemenangan untuk menduduki tanah yang baru, melainkan disebabkan oleh karena Allah itu setia kepada janji-janjiNya. Ternyata ummat Israel bersifat keras kepala, dan oleh karena generasi pertama orang Israel yang keluar dari tanah Mesir memberontak dan tidak mau mendengar perintah Allah, serta tidak mau bertindak dengan iman, maka mereka gagal masuk ke Tanah Perjanjian. Sebaliknya, mereka mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun sampai generasi tersebut binasa dalam pengembaraan mereka. Jika Allah memberkati kita, kita harus selalu ingat bahwa segala berkat tersebut terjadi oleh sebab kasih dan kemurahan Allah yang membawa kita kepada kemenangan, dan bukan karena diri kita lebih baik dari orang-orang lain. Rasa percaya diri yang berlebihan serta keangkuhan dapat membawa pada kekalahan.
Hal yang ke tiga, serahkanlah diri kita kepada Allah dan ulangilah untuk selalu mematuhi segala peraturan-peraturan dasar yang diberikan. Team bulutangkis yang menang tadi, tentu telah berkomitmen untuk mematuhi setiap arahan dari pelatih mereka, serta menjalankan filosofi team, dan kemudian mereka berlatih dasar-dasar teknis yang benar secara terus menerus sampai mereka menguasai setiap medan pertandingan. Jika kita pun menghendaki suatu kemenangan rohani, kita harus berserah kembali kepada TUHAN dan melakukan setiap perintahNya. Kepatuhan dan kesetiaan ummat Israel (serta kesetiaan kita juga) haruslah ditujukan kepada Allah, dan mereka harus mengikuti segala perintahNya (ini adalah bagian dari ketentuan-ketentuan umum yang terdapat di dalam Perjanjian Kekuasaan). Musa berbicara kepada ummat Israel :
“(10:12) Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, (10:13) berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu. (10:14) Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya; (10:15) tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati TUHAN terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini. (10:16) Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.” (Ulangan 10 : 12 – 16).
Hal yang ke empat, perbaharuilah pertahanan dan kewaspadaan kita terhadap setiap bentuk pencobaan dan gangguan. Penggunaan obat-obatan terlarang dan godaan seksual merupakan pencobaan-pencobaan terpopuler yang sedang terjadi di tengah masyarakat kita, tetapi jika kita menyerah atau kurang waspada terhadap setiap bentuk pencobaan tersebut, maka kita akan menderita kekalahan. Pada jaman ummat Israel di Perjanjian Lama, penyembahan berhala dan dosa-dosa seksual (keduanya terjadi bersamaan) merupakan pencobaan yang sangat berkuasa menggoda ummat Israel, dan menyebabkan murka Allah turun atas mereka. Secara rohani, kita harus berfokus agar tidak berada di luar jalur yang ditetapkan Allah. Kita harus mengikuti jalan-jalanNya yang benar serta mengajarkan kepada generasi yang lebih muda agar waspada terhadap segala jenis cobaan tersebut; Iblis selalu mencoba untuk mendiskualifikasi diri dan iman kita.
Yang ke lima, upah diberikan bagi mereka yang setia mengikuti dan mematuhi setiap rencana Allah. Allah berfirman kepada ummat Isarel :
“(11:22) Sebab jika kamu sungguh-sungguh berpegang pada perintah yang kusampaikan kepadamu untuk dilakukan, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan berpaut pada-Nya, (11:23) maka TUHAN akan menghalau segala bangsa ini dari hadapanmu, sehingga kamu menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu. (11:24) Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu. (11:25) Tidak ada yang akan dapat bertahan menghadapi kamu: TUHAN, Allahmu, akan membuat seluruh negeri yang kauinjak itu menjadi gemetar dan takut kepadamu, seperti yang dijanjikan TUHAN kepadamu.” (Ulangan 11 : 22 – 25)
.
Sama seperti yang terjadi atas ummat Israel, orang yang setia kepada Allah dan memperbaharui komitment mereka untuk hidup sesuai jalan yang ditunjukkan Allah, mengikuti prinsip-prinsip dasar tentang perintahNya, membentengi diri dari setiap jenis gangguan, serta bertahan di dalam iman yang benar, maka ia akan menang.
Untuk Direnungkan dan Dilakukan :
Untuk mempersiapkan sebuah kemenangan :
Ingatlah: jika Anda menjadi bagian dari team nya Allah, maka Anda tidak hanya memiliki pengampunan dosa, hubungan yang didamaikan dengan Allah, serta kehidupan rohani yang baru, melainkan juga Allah selalu menyertai Anda; oleh karenanya janganlah takut dan gentar ;
Ingatlah untuk selalu bersikap rendah hati. Rasa percaya diri yang berlebihan serta keangkuhan, dapat menyebabkan kekalahan ;
Perbaharuilah komitmen Anda kepada Allah dan ulangilah mempelajari hal-hal rohani yang mendasar ;
Perbaharuilah pertahanan Anda terhadap setiap jenis pencobaan dan gangguan ;
Upah akan diberikan bagi orang-orang yang mengikuti rencana Allah yang sempurna. Dan bagi mereka yang tetap setia kepada Allah dan memperbaharui komitmen mereka untuk mematuhi rencanaNya, mengikuti segala prinsip-prinsip mendasar yang diberikan Allah, menjaga dirinya dari setiap gangguan, dan bertekun di dalam iman, maka orang tersebut akan menang.
Pertanyaan Untuk Diskusi :
Alkitab New Lliving Translation memberikan judul atas perikop di dalam kitab Ulangan 9 : 1- 6 sebagai “Kemenangan Oleh Karena Kasih Setia dan Kemurahan Allah”. Di awal dari perintah Allah yang disampaikan Musa kepada ummat Israel, Ia mengatakan hal yang realistis : bahwa musuh yang dihadapi Israel lebih besar dan lebih kuat, tetapi bahwa Allah sendiri yang akan berjalan di depan , memerangi dan memusnahkan mereka di depan ummat Israel.
Kadang Allah mengatakan bahwa tantangan dan beban yang ada di hadapan kita dapat begitu berat, sehingga yang harus kita lakukan adalah sungguh-sungguh bersandar dengan iman dan memohon Allah yang berjalan di depan membantu mengatasi segala beban tersebut. Tuhan Yesus pun dengan realistis didalam injil Matius 16 : 24 berfirman bahwa : “…”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”; diperlukan pengertian bahwa kita harus siap berkorban dalam segala hal untuk dapat mengikut TUHAN. Maka ketika kita dihadapkan dengan tantangan-tantangan atau kesulitan hidup yang berat, tindakan iman seperti apakah yang harus kita lakukan? Seberapa jauhkah kita telah berkorban, sama seperti Yesus telah mengorbankan diriNya di kayu salib untuk menebus dosa kita, untuk dapat melakukan kehendak Allah dalam hidup kita? Rahasia kemenangan rohani apakah yang Allah ingin untuk kita temukan? Bagikanlah pengalaman Anda tentang hal ini.
Di dalam ayat 5 – 6 dari Pasal 9 ini, kita juga belajar tentang sikap kerendahan hati ketika kita menang atau berhasil mengatasi hal-hal yang sulit: agar kita selalu ingat bahwa semua kemenangan dan keberhasilan itu sungguh-sungguh karena TUHAN adalah Allah yang setia kepada janji-janjiNya. “…sebab di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15 : 5b), tetapi dengan bersandar kepada Allah, maka kita dapat mengatasi segala sesuatu : “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4 : 13). Dalam perjalanan hidup kita, seberapa jauhkah kita telah menyadari bahwa tidak ada hal yang sulit dan kemenangan yang tidak dapat dicapai oleh TUHAN? Dan bahwa setelah mencapai segala perjuangan yang berat tersebut, seberapa jauhkah kita telah bersyukur kepada TUHAN? Tindakan iman apakah yang harus kita lakukan?. Dan sama seperti kepada ummat Israel, kadang-kadang Allah mengingatkan bahwa ‘masalah’ yang terjadi yang menghalangi terlaksananya kemenangan, adalah oleh sebab sifat keras kepala kita; apakah ini juga sering terjadi dalam diri kita? Atau apakah kita seringkali beranggapan bahwa kita telah melakukan hal-hal yang benar?
Dalam ayat 3b dari pasal 9, kita juga melihat bahwa Allah juga menghendaki kerjasama dan kepatuhan sepenuhnya dari pihak kita, agar dapat meraih kemenangan yang Allah janjikan. Jika kita mengharapkan kemenangan bersama TUHAN, seberapa baikkah dan seberapa besar komitmen kita untuk melaksanakan ‘bagian tugas kita’? Apa sajakah kendala dalam diri kita yang perlu kita waspadai?
Ayat Hafalan Hari Ini :
Ulangan 20 : 4 “sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.”

Shalom, selamat pagi Bpk/Ibu/Sdr terkasih di dalam Kristus, mohon maaf atas keterlambatan penayangan Renungan Harian Tanggal 17 Maret ini. Kiranya tetap memberi semangat Saat Teduh harian kita semua.
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.