“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?.”
(Lukas 6:46)
Tuhan akan disenangkan apabila kita mengikuti dan mengasihi Dia lebih dari segalanya dengan melakukan perintah-Nya. Bukti bahwa kita mengasihi Tuhan adalah ketika kita menaati dan melakukan firman-Nya dengan sepenuh hati. Tertulis pada Yohanes 14:15: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Jadi menaati secara nyata berarti mendengarkan dan melakukannya. Ketika kita tidak taat, berarti kita belum sepenuhnya mengasihi Tuhan. Ketaatan berarti bersedia dan rela mengosongkan diri dengan mengesampingkan keinginan pribadi, dan lebih mengutamakan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita, seperti yang Tuhan Yesus katakan, “…janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39). Inilah contoh yang dilakukan Yesus kepada Bapa-Nya.
Menjadi pengikut Kristus berarti siap untuk melakukan firman Tuhan. Mengapa ketaatan itu penting? Karena ketaatan adalah pondasi yang kuat bagi kehidupan orang percaya. Ketika kita tidak hidup dalam ketaatan, kita akan mudah sekali lemah, goyah, dan bahkan roboh ketika diterjang oleh badai kehidupan karena kita membangun hidup kita di atas tanah tanpa pondasi yang kokoh. Seperti yang dikatakan pada Matius 7:26-27: “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” Sebaliknya, orang yang mendirikan rumah di atas batu dengan menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya akan memiliki rumah yang kokoh yang tidak dapat digoyahkan saat banjir melanda.
Ketaatan adalah kunci untuk memiliki kehidupan Kristen yang berdampak bagi diri kita dan memberikan pengaruh bagi orang lain. Sebaliknya, ketika kita tidak taat melakukan kehendak Tuhan, dengan kata lain tidak menjadi pelaku firman, kita akan kehilangan pengaruh kita, sama seperti garam yang kehilangan rasa asinnya. Terang kita karena Yesus dapat menerangi kegelapan dunia. Oleh karena itu, kita harus terus melatih diri dalam hal ketaatan ini, sebab ketaatan tidak terjadi secara instan tetapi melalui proses demi proses. Jadilah pelaku firman, bukan hanya pendengar; inilah yang Tuhan kehendaki bagi kita semuanya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MSN01022025)
Pokok Doa GBIK:
- Mengucap Syukur atas semua kebaikan Tuhan Yesus kepada kita dan keluarga sehingga kita tetap diberkati dengan sukacita apapun keadaannya.
- Berdoa bagi Panitia Upacara Gereja agar tetap terjalin kerjasama dalam melaksanakan setiap kegiatan Gereja dan berjalan dengan lancar.
- Berdoa untuk para Pengusaha dan pemilik perusahaan agar mereka tetap diberkati dengan limpah dan usaha mereka lancar sehingga bisa menjadi berkat bagi banyak orang.
Pokok Doa Cabang SEBETUNG, Kalimantan Barat
- Doakan Pelayanan dan kesehatan Pdm. Darto Eran dan keluarga di GBIK Cab. Sebetung, Kalimantan Barat.
- Mengucap Syukur kegiatan Gereja sudah berjalan dengan baik.
- Doakan pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani Jemaat.
