“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita.”
(Matius 1:23)
Momen Natal merupakan karya Allah di tengah-tengah kehidupan manusia dan bagi dunia. Termasuk Yusuf dan Maria, mereka berdua adalah orang biasa yang dipakai oleh Allah. Kelahiran Tuhan Yesus atau Natal adalah hari yang penuh dengan pergumulan bagi Yusuf dan Maria. Kedua pasangan yang sudah bertunangan dan akan melangsungkan pernikahan mendapat kesempatan yang sangat unik dari Allah.
Kehadiran seorang anak tentu menjadi harapan dan keinginan bagi pasangan suami istri yang telah menikah. Namun, bagi Yusuf, berita kehamilan Maria menjadi pergumulan yang berat. Secara logika pemikiran manusia, tidak mungkin seorang perempuan dapat mengandung tanpa adanya campur tangan dari seorang laki-laki. Hal itu menjadi sebuah aib yang sangat memalukan. Akan tetapi, Yusuf, seorang yang baik hati, tahu bahwa apabila ia menceraikan Maria, akan ada yang bertanya, “Mengapa? Apa alasannya?” Maka, ia bermaksud menceraikan Maria secara diam-diam agar nama Maria tidak tercemar.
Di tengah kebimbangan dan kegelisahan Yusuf, karya Allah dinyatakan. Seorang malaikat mendatangi Yusuf dalam mimpinya dan menjelaskan kepadanya apa yang sedang terjadi (ayat 20-21). Karena keterbukaan hatinya, Yusuf menerima dan dimampukan untuk melakukan apa yang Allah perintahkan kepadanya.
Seorang yang tulus seperti Yusuf belajar untuk menyerahkan segalanya ke dalam tangan pengasihan Tuhan. Seorang yang tulus pun harus belajar membuka hatinya untuk mau dan siap dipimpin oleh Tuhan. Yusuf dan Maria tahu bahwa ke depannya akan banyak tantangan yang harus mereka hadapi, tetapi langkah awal mereka mengikuti dan mau dituntun Tuhan membuat mereka merasakan penyertaan dan karya Tuhan dalam hidup mereka.
Bagaimana dengan kita, saudara? Sudahkah kita mau membuka hati dan menyerahkan segala pemikiran, pertimbangan, dan keputusan kita ke dalam tangan kasih Tuhan? Sudahkah kita membiarkan rencana dan kehendak-Nya terjadi atas hidup kita? Pergumulan dalam hidup kita akan terus ada, tetapi biarlah momen Natal ini mengingatkan kita untuk mau membuka hati kita dan mendengar tuntunan Tuhan.
Momen Natal akan menjadi berarti ketika kita mau dan siap berjalan dengan Tuhan serta diarahkan oleh Dia.
(KS16012025)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan untuk jemaat GBIK supaya daapt menjadi keluarga dalam persekutuan berdasarkan Injil Kristus.
- Berdoa untuk para guru SM diberikan hikmat dalam pelayanan mengajar.
- Berdoa mohon hikmat dalam menghadapi kondisi cuaca bulan ini dan menjaga kesehatan.
Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat
- Doakan Kesehatan dan pelayanan Pdt. Timbul Purwono beserta keluarga.
- Berdoa untuk kesehatan jemaat GBIK Cab. Gerbang Mutiara, Landak, Kalimatan Barat.
- Doakan kesetiaan jemaat mengikuti Sekolah Minggu, untuk anak-anak, peran serta orang tua dalam mendorong anak-anak ikut Sekolah Minggu.
