“Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
(Matius 4:4)
“Manusia hidup bukan dari roti saja; … (Mat. 4:4a)” merupakan sebuah kalimat yang dilontarkan oleh Tuhan Yesus kepada Iblis saat berada di padang gurun setelah Ia melakukan puasa selama 40 hari 40 malam. Kalimat tersebut merupakan jawaban atas cobaan yang Iblis berikan karena Iblis tahu bahwa Tuhan Yesus baru saja menjalani puasa yang cukup lama.
Kita perlu melihat jawaban Tuhan Yesus karena menjadi sebuah serangan balik terhadap Iblis yang beranggapan bahwa manusia hanya berfokus pada urusan perut saja. Jawaban Tuhan Yesus juga memberikan sebuah warna indah bagi kehidupan manusia bahwa manusia perlu kembali pada rancangan ilahi yang berfokus pada perintah-perintah Allah (Mat. 4:4b … tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah).
Kisah ini sangat unik karena menggambarkan realita kehidupan manusia dengan roti sebagai objeknya. Roti merupakan makanan pokok orang Israel yang dimakan sehari-hari layaknya nasi. Roti menggambarkan sebuah kebutuhan pokok manusia yang sulit untuk digantikan karena manusia mengonsumsinya setiap hari. Kalimat “kebutuhan pokok yang dikonsumsi setiap hari” memberi sebuah kesan bahwa hal tersebut adalah hal utama dalam kehidupan yang tidak mungkin tergantikan. Dengan dasar tersebut, maka Tuhan Yesus memberi sebuah jawaban yang diharap dapat mengalihkan apa yang sulit dialihkan oleh manusia itu sendiri.
Manusia, terkhusus orang percaya, perlu memiliki pengertian yang benar bahwa melakukan firman adalah makanan pokok yang perlu dilakukan sehari-hari dan yang tidak boleh tergantikan. Namun faktanya, beberapa dari orang percaya lupa untuk mengonsumsi firman tetapi tidak lupa untuk makan. Beberapa orang percaya lain juga lupa untuk melakukan firman dalam sehari, tetapi tidak lupa untuk ngopi. Ini menjadi sebuah hal yang menyedihkan karena orang percaya tersebut belum menganggap bahwa melakukan firman adalah kebutuhan dasar yang perlu dilakukan sehari-hari layaknya makan nasi dan minum kopi.
Oleh sebab itu, kita perlu menginstrospeksi diri masing-masing; apakah kita sudah menganggap melakukan firman menjadi kebutuhan pokok yang perlu dikonsumsi setiap hari atau malah lebih berfokus pada urusan perut sebagai pemuas kebutuhan jasmani.
Kalau firman adalah kebutuhan pokok, maka kita akan berusaha untuk mendapatkannya dan tidak akan membiarkan perut rohani kita kosong karenanya.
Tuhan Yesus memberkati
(YG150125)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan para calon baptisan yang akan kesaksian di Ibadah Doa Rabuyjmny.
- Doakan Gembala Sidang dan Pdt. Emiritus beserta keluarga, melayani dalam pengajaran Firman Tuhan.
- Doakan bidang pendidikan di Indonesia selalu diberi hikmat mencerdaskan kehidupan bangsa dengan ketulusan.
Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara
- Berdoa untuk kesehatan dan pelayanan Gembala Sidang dan jemaat Cab Imanuel Rantau Prapat.
- Doakan kegiatan KPW, Jam Doa,KMBI berjalan dengan baik.
- Doakan untuk Sekolah Minggu kiranya dapat bertambah jumlah kehadiran.
