{"id":9667,"date":"2024-09-07T20:35:33","date_gmt":"2024-09-07T13:35:33","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=9667"},"modified":"2024-09-07T20:35:33","modified_gmt":"2024-09-07T13:35:33","slug":"srhi-8-september-2024-bersaksi-melalui-tutur-kata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/09\/07\/srhi-8-september-2024-bersaksi-melalui-tutur-kata\/","title":{"rendered":"SRHI 8 SEPTEMBER 2024 &#8211; BERSAKSI MELALUI TUTUR KATA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>&#8220;4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. 4:2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. 4:3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. 4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. 4:5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem 4:6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. 4:7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: &#8220;Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?&#8221; 4:8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus &#8220;Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, 4:9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, 4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. 4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan&#8211;yaitu kamu sendiri&#8211;,namun ia telah menjadi batu penjuru. 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. 4:13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. 4:14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. 4:15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, 4:16 dan berkata: &#8220;Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. 4:17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu.&#8221; 4:18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. 4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: &#8220;Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar. 4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi. 4:22 Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.\/em><\/strong><cite><strong><br \/>\n(<em>Kis. 4:1-22<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSetiap kita orang percaya apalagi para murid Sekolah Minggu dari Kelas Indria. sampai Dewasa 1 (satu) Gereja Baptis Indonesia Kebayoran pasti tidak asing lagi dengan murid Tuhan Yesus yang bernama Petrus. Dia seorang murid yang dikenal dengan kepribadian yang keras, cepat bertindak baru berpikir kemudian. Namun di sisi lain Petrus, dia adalah seorang murid yang tanpa ragu mengakui dengan mulutnya bahwa Yesus Kristus itu Mesias, Anak Allah yang hidup (Mat. 16:16; Mrk. 8:29).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSetelah peristiwa Pentakosta (turunnya Roh Kudus) ada sesuatu yang membuat kita terkagum-kagum. Petrus mengalami perubahan hidup yang luar biasa. Dia menjadi seorang pemberani dan yang penuh Roh Kudus bahkan kepada dia, Allah memberikan. anugerah kemampuan mengadakan mukjizat menyembuhkan seorang yang lumpuh di pintu gerbang menuju Bait Allah, yang diberi nama Pintu Gerbang Indah. Orang lumpuh yang disembuhkan itu sangat bersukacita lalu mengikut Petrus dan Yohanes sambil memuji-muji Allah sehingga hal itu membuat banyak orang berkerumun dan bertanya-tanya apa yang terjadi atas semua itu. Memanfaatkan situasi dan kondisi yang demikian itu akhirnya Petrus dan Yohanes bersaksi dengan begitu berani dan akhirnya banyak orang menjadi percaya Tuhan Yesus (Kis. 3:1-4; 4:4).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPetrus di hadapan banyak orang berbicara tentang Yesus Kristus yang membuat para Imam dan Kepala pengawal Bait Allah serta orang Yahudi aliran Saduki menangkap Petrus dan Yohanes. Mereka tidak terima dan marah kepada Petrus dan Yohanes karena Petrus dan Yohanes mengajar dan menyembuhkan orang dalam nama Yesus. Dan dengan kuasa Roh Kudus, Petrus memproklamirkan imannya kepada Yesus Kristus di depan Imam Besar Hanas dan Kayafas bahwa dalam nama Yesus yang telah mereka salibkan, tetapi yang sudah bangkit itu, Petrus menyembuhkan orang lumpuh itu. Dan dahsyatnya lagi, Petrus berkata bahwa hanya nama Yesus yang membawa keselamatan. kekal bagi setiap orang percaya (Kis. 4:7-12).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSelain itu, Petrus dan Yohanes juga mendapat ancaman agar tidak mengajar lagi dalam nama Yesus, namun jawaban Petrus dan Yohanes sungguh luar biasa dan membuat para petinggi Bait Allah menjadi bungkam. Dua kali Petrus berkata kepada mereka harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia (Kis. 4:19; 5:29). Mereka tidak takut sebab mereka yakin bahwa Allah yang diimani adalah Allah yang berkuasa atas segala isinya jauh lebih berkuasa daripada kekuasaan manusia dan segala yang ada di dunia ini.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDari kisah Petrus dan Yohanes ini membuat kita semakin mengerti bahwa menjadi pengikut Kristus itu harus berani bersaksi kepada orang lain siapa Yesus Kristus itu. Selain itu, juga kita temukan makna yang dalam bahwa menjadi orang percaya itu bukan berarti hidup kita selalu mudah atau tidak pernah ada masalah. Namun dengan keteladanan Petrus dan Yohanes ini marilah kita tetap beriman kepada Tuhan Yesus. Kristus meskipun kadang justru membawa kita kepada berbagai persoalan dan tantangan. Namun bagi orang percaya yang menanggung penderitaan dan tantangan. iman oleh karena nama Yesus adalah sebuah sukacita dan kebanggaan (Kis. 5:40-41).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAmin, Tuhan Yesus memberkati.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. 4:2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. 4:3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":7453,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-9667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9667"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9724,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9667\/revisions\/9724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}