{"id":9629,"date":"2024-08-26T22:36:49","date_gmt":"2024-08-26T15:36:49","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=9629"},"modified":"2024-08-26T23:39:38","modified_gmt":"2024-08-26T16:39:38","slug":"srhi-27-agustus-2024-allah-yang-mahakuasa-dan-hukumannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/08\/26\/srhi-27-agustus-2024-allah-yang-mahakuasa-dan-hukumannya\/","title":{"rendered":"SRHI 27 AGUSTUS 2024 &#8211; ALLAH YANG MAHAKUASA DAN HUKUMANNYA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>&#8220;Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong><br \/>\n(<em>Nahum 1:3a<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSebuah penelitian yang dilakukan oleh Arlin dan Juanda memperlihatkan bahwa anak kembar umur 2 tahun memiliki bahasa sintaksis yang berbeda. Perbedaan itu terlihat dari sisi pemahaman konteks dan kalimat deklaratif yang digunakan (sumber: <a href=\"https:\/\/jurnal.upmk.ac.id\/index.php\/pelitapaud\/article\/view\/2499\/1088\">https:\/\/jurnal.upmk.ac.id\/index.php\/pelitapaud\/article\/view\/2499\/1088<\/a>). Menarik sekali bahwa dua orang yang dilahirkan dari orang tua yang sama, memiliki wajah yang sama, rahim yang sama dan waktu yang berdekatan pun memiliki perbedaan yang cukup besar. Perbedaan ini hanya dilihat dari pembahasaan, belum hal lain. Perlu pengenalan yang baik untuk bisa mengetahui ciri khas seseorang. Lantas bagaimana dengan pengenalan kita akan Tuhan. Tuhan juga memiliki ciri khas dalam sikapnya terhadap umatnya, hal ini diungkapkan oleh Nahum dalam ucapan ilahi tentang Niniwe.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<em>Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. (Nahum 1:3a)<\/em>. Niniwe memberikan karakteristik yang jelas bagaimana bahwa Dia panjang sabar dan besar kuasa. Kesabaran Tuhan terlihat ketika menghadapi orang Niniwe yang terkenal sebagai bangsa yang terus berbuat dosa dan menyembah berhala. Contoh lain bangsa Israel berkali-kali di tolong Tuhan dengan segala masalahnya dan berkali-kali pula mereka menghianati Tuhan. Tuhan yang panjang sabar itu terus dibuat menghadapi bangsa-bangsa yang tidak bertobat ini.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nWalaupun demikian Tuhan dengan sangat jelas menegur orang-orang Niniwe tentang tingkah laku mereka yang walaupun Tuhan panjang sabar tetapi dia besar kuasanya dan memberikan hukuman kepada orang yang bersalah. Kemarahan Tuhan sangatlah wajar mengingat Niniwe berisi orang-orang yang terus melakukan dosa dan pemyembah berhala. Bukan hanya Nahum bahkan Yunus pun memperingatkan kota ini.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPengenalan orang percaya akan Tuhan terkadang salah, menganggap Dia sangat mengasihi dan panjang sabar lantas tidak akan menghukum. Padahal dibalik sikap baik Tuhan, ada kemahakuasaan dan kemarahanNya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan untuk hidup sebagai orang percaya tetap menjaga diri, jangan seperti orang Niniwe. Jangan terus melakukan dosa, tinggalkan dosa itu! Paulus pernah memberikan peringatan bahwa kita tidak boleh bertekun dalam dosa untuk menambahkan kasih karunia itu. Kita telah mati bagi dosa dan jangan hidup lagi didalamnya (Roma 6:1-2).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<strong>Pembaca SRHI<\/strong>, bagaimana dengan hidup saudara? Masihkah ada dosa yang masih dilakukan. Selagi ada kesempatan perbaikilah diri, jangan sampai dosa yang mengikat saudara itu terus mengekang hidupmu. Lepaslah dengan kuat kuasa dari Tuhan, selayaknya Niniwe yang akhirnya bertobat demikian juga harusnya saudara. Tinggallah dalam kasih karunia dan jangan berbuat dosa lagi. Memang prosesnya tidaklah mudah, tetapi selalu ada pertolongan Tuhan ketika saudara mau sungguh-sungguh hidup didalam Dia. Mari berjuang meninggalkan kebiasaan dosa agar hukuman Tuhan tidak menimpa saudara. <em>God bless <\/em>.\n<\/p>\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(FRD270824)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Pemerintah Indonesia dalam menangani  gelombang ujuk rasa yg terjadi melalui Kepolisan Negara Republik Indonesia dapat mengedukasi dan mengamankan masa yang menyampaikan pendapat sehingga tidak terjadi perusakan yang merugikan masyarakat dan fasilitas umum.<\/li>\n<li>Doakan GBIK setiap Organisasi dan Kepanitiaan yang ada dapat bekerja sama saling melengkapi didalam menjalankan Program yang sudah menjadi agenda Gereja berjalan dengan lancar dan dapat memelihara serta menumbuh kembangkan Iman Jemaat dan berkenan kepada Tuhan.<\/li>\n<li>Doakan Jemaat GBIK yang sedang mengalami pergumulan dan perjuangan untuk mencukupkan segala keperluan hidupnya pribadi lepas pribadi  Tuhan menyertai, memberkati, mencukupkan dan menjadikan Kuat di dalam Tuhan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Pelayanan dan kesehatan Pdm. Rejeki Tambunan dan keluarga.<\/li>\n<li>Berdoa untuk kesetiaaan jemaat Cab. Imanuel, Rantau Prapat untuk beribadah dan melayani.<\/li>\n<li>Doakan kegiatan gereja KPW, Jam Doa,KMBI berjalan dengan baik dan banyak jemaat yang hadir.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.\u201d (Nahum 1:3a) Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Arlin dan Juanda memperlihatkan bahwa anak kembar umur 2 tahun memiliki bahasa sintaksis yang berbeda. Perbedaan itu terlihat dari sisi pemahaman konteks dan kalimat deklaratif yang digunakan (sumber: https:\/\/jurnal.upmk.ac.id\/index.php\/pelitapaud\/article\/view\/2499\/1088). Menarik sekali&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":7121,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-9629","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9629"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9629\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9655,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9629\/revisions\/9655"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}