{"id":9627,"date":"2024-08-28T21:25:12","date_gmt":"2024-08-28T14:25:12","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=9627"},"modified":"2024-08-28T21:25:12","modified_gmt":"2024-08-28T14:25:12","slug":"srhi-29-agustus-2024-hati-hatilah-dalam-bertutur-kata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/08\/28\/srhi-29-agustus-2024-hati-hatilah-dalam-bertutur-kata\/","title":{"rendered":"SRHI 29 AGUSTUS 2024 &#8211; HATI-HATILAH DALAM BERTUTUR KATA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>&#8220;Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: &#8220;Naiklah botak, naiklah botak!&#8221; Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong><br \/>\n(<em>2 Raja-raja 2:23-24<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nCerita dalam kitab 2 Raja-raja 2:1-25 adalah salah satu cerita yang sangat penting tentang \u00a0panggilan Tuhan dalam melayani Tuhan serta menghormati hamba Tuhan..\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nElisa adalah seorang nabi yang setia kepada Tuhan, yang dipilih menjadi penerus dari nabi Elia. \u00a0Seperti halnya Elia, Elisa juga dianugerahi kuasa besar oleh Tuhan. Para nabi telah meramalkan bahwa Elia akan diambil \u00a0dari mereka, dan Elisa adalah orang yang dipilih oleh Tuhan untuk meneruskan tugas besar ini.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSalah satu momen penting dalam cerita ini adalah saat \u00a0Elia akan diangkat ke surga. Elia meminta kepada Elisa apa yang bisa dia lakukan sebelum peristiwa tersebut terjadi. \u00a0Elisa dengan bertekad menjawab bahwa dia tidak akan meninggalkan Elia, bahkan saat Elia mencoba untuk menghindarinya. Ini adalah \u00a0contoh nyata dari kesetiaan Elisa terhadap panggilan Tuhan.\u00a0 Alkitab menuturkannya sebagai berikut:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMenjelang \u00a0saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan bersama-sama.\u00a0 Dalam perjalanan itu Nabi Elia tiga kali meminta Elisa tinggal yaitu\u00a0 pertama ketika mereka di Gilgal hendak menuju Betel.\u00a0 \u00a0Kedua ketika mereka dari Betel menuju\u00a0 ke Yeriko dan ketiga \u00a0ketika mereka dari Yeriko menuju sungai Yordan. \u00a0Di tempat-tempat itu Nabi Elia berkata kepada Elisa: \u201cHai Elisa tinggallah di sini sebab Tuhan menyuruh aku ke: . . . (Betel, Yeriko , Sungai Yordan).\u00a0 Tetapi di setiap tempat itu Elisa selalu menjawab : <strong><em>&#8220;Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.&#8221;<\/em><\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKetika Elia dan Elisa tiba di tepi sungai Yordan, \u00a0Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya \u00a0ke atas air itu, maka terbagilah air sungai itu \u00a0sehingga \u00a0mereka menyeberang dengan berjalan di tanah yang kering. \u00a0Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: &#8220;Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.&#8221; \u00a0Jawab Elisa: &#8220;Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.&#8221; \u00a0Berkatalah Elia: &#8220;Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.&#8221; \u00a0Sedang mereka berjalan sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, \u00a0lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.\u00a0 Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: &#8220;Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya \u00a0yang berkuda!&#8221; Kemudian tidak dilihatnya lagi,\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSesudah itu Elisa memungut \u00a0jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri ditepi sungai Yordan. Dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: &#8220;Di manakah TUHAN, Allah Elia?&#8221; \u00a0maka air sungai itu terbelah sehingga Nabi Elisa bisa berjalan menyeberang di tanah yang kering.\u00a0 Itulah mujizat yang pertama dari\u00a0 Nabi Elisa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMujizat Nabi Elisa yang kedua ialah ketika Elisa masih tinggal di Yeriko.\u00a0 Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: &#8220;Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi.&#8221; Jawab Elisa: &#8220;Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya.&#8221; Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya. Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: &#8220;Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi. \u00a0Demikianlah air itu menjadi sehat \u00a0sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa.\u201d\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKemudian Elisa pergi dari sana ke Betel. Ketika ia sedang mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: &#8220;Naiklah botak, naiklah botak!&#8221; \u00a0Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak\u201d.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPenulis tidak tahu apakah peristiwa ini bisa disebut sebagai suatu mujizat.\u00a0 Tetapi penulis \u00a0yakin bahwa Tuhan mencantumkan peristiwa ini dalam Kitab suci supaya kita berhati-hati dalam \u00a0bertutur kata termasuk sikap kita kepada hamba Tuhan. Inilah nasihat \u00a0Rasul Paulus bagi kita: <strong><em>\u201cJanganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia\u201d.<\/em><\/strong>\u00a0 (Efesus 4:29)\n<\/p>\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(JET3O082024)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Pemerintah Indonesia agar KPU dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik sesuai aturan dan Undang -Undang yang berlaku  dalam melaksanakan pemilihan umum Gubenur, Walikota, Bupati secara serentak seluruh Indonesia dalam keadaan Aman.<\/li>\n<li>Doakan GBIK tetap dalam perlindungan dan pimpinan Tuhan menjadi Gereja yg Injili untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus dengan segala doa, upaya, dan usaha.<\/li>\n<li>Doakan Jemaat GBIK yang saat ini sedang mengalami persoalan dan pergumulan hidup agar tetap tenang, sabar dan terus  mengandalkan Tuhan disetiap persoalan dan dapat terselesaikan dengan Pimpinan Tuhan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa untuk kesehatan jemaat GBIK Cab. Gerbang Mutiara, Landak, Kalimatan Barat.<\/li>\n<li>Doakan kesetiaan jemaat mengikuti Sekolah Minggu, untuk anak-anak, peran serta orang tua dalam mendorong anak-anak ikut Sekolah Minggu.<\/li>\n<li>Doakan untuk jemaat yang sedang merantau, bekerja di luar kota: Weri (di Singkawang), Delpina, P. Fidelis &#038; keluarga (kab. Sanggau), Suci (kab. Pontianak).<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: &#8220;Naiklah botak, naiklah botak!&#8221; Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":6401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-9627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9627"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9627\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9657,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9627\/revisions\/9657"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}