{"id":9621,"date":"2024-09-01T07:33:26","date_gmt":"2024-09-01T00:33:26","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=9621"},"modified":"2024-09-01T07:33:26","modified_gmt":"2024-09-01T00:33:26","slug":"srhi-1-september-2024-dipanggil-untuk-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/09\/01\/srhi-1-september-2024-dipanggil-untuk-merdeka\/","title":{"rendered":"SRHI 1 SEPTEMBER 2024 &#8211; DIPANGGIL UNTUK MERDEKA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>&#8220;5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: &#8220;Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!&#8221; 5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong><br \/>\n(<em>GALATIA 5:13-15<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSetiap kita orang percaya dipanggil untuk melayani Allah. Dan supaya kita mampu melayani Allah dengan baik, maka la memberkati kita dengan berbagai karunia rohani (Efs. 4:8). Namun, pada kenyataannya, ada di antara orang percaya dengan karunia-karunia rohani yang berbeda-beda itu justru memicu persaingan atau permusuhan dan bukan malah untuk saling melengkapi dalam melayani Tuhan, termasuk juga dalam perikop Galatia 5:1-15 berkenaan dengan konsep melakukan hukum Taurat dan sunat yang masih dijadikan syarat untuk selamat dan melayani oleh kalangan orang kristen Yahudi. Padahal Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mat. 20:28), serta memberi teladan &#8220;melayani&#8221; kepada semua orang percaya (Luk. 22:27; Yoh, 13:1-17). Tuhan Yesus datang ke dunia jelas dengan satu tujuan untuk menyelamatkan dan melayani manusia. la tidak datang untuk bersaing. Maka menjadi pergumulan dan bahaya bagi kita bersama jika di antara anak-anak Allah sekarang ini, di tengah-tengah sulitnya pemberitaan Injil untuk menjangkau dan memenangkan jiwa bagi Tuhan, orang-orang percaya masih belum memahami Injil Kristus yang sejati (Gal. 1:6-10) dan malah saling bersaing dalam dunia pelayanan yang akhirnya membuat kehidupan jemaat tidak baik serta tidak memiliki damai sejahtera (Gal. 5:10, 15).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari kita hindari persaingan atau permusuhan dan jangan biarkan kita menggunakan. kemerdekaan yang Allah berikan sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa (Gal. 5:13). Kita harus menghindari kebiasaan persaingan dan hal-hal yang memicu persaingan, misalnya membandingkan diri dengan orang lain. Mengapa? Sebab, rencana Allah bagi semua orang percaya adalah khusus dan bersifat pribadi. Sebagai pengikut Tuhan Yesus yang sejati tidak membandingkan diri kita dengan orang lain, tetapi saling melayani dan menaruh hormat satu dengan yang lain (Gal. 5:13-14; Rm. 12:10) serta memacu diri kita masing-masing untuk lebih menghayati berkat-berkat Tuhan secara jasmani dan rohani yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Alkitab senantiasa menganjurkan kepada kita untuk meninggalkan sifat membandingkan diri dengan orang lain sebab itu bisa menimbulkan perselisihan dan iri hati dengan sesama kita seperti kisah Harun dan Miryam yang iri hati dan benci kepada Musa karena Miryam dan Harun merasa lebih tua dibandingkan Musa, tetapi malah Musa yang dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel dari tanah Mesir (Bil. 12:1-2). Tetapi oleh karena sifat Miryam yang membandingkan diri dengan Musa, iri hati dengan Musa, maka pada akhirnya Allah murka dan menghukum Miryam (Bil. 12:9-10, 14-15)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi betul apa kata firman Tuhan bahwa tidak ada keuntungan yang kita dapatkan ketika kita membandingkan diri dengan orang lain untuk memperoleh hal yang besar dan ketenaran. Malah yang ada hanyalah keraguan kita terhadap keadilan Allah, dan persoalan terjadi dalam komunitas kita (Gal. 5:10). Dan untuk melayani Tuhan dibutuhkan dedikasi yang sangat tinggi karena Allah tidak mencari orang yang hebat, tenar, sempurna, tetapi orang-orang yang membiarkan Allah menyatakan diri-Nya secara besar di dalam diri kita masing-masing. Ingat! Tujuan utama kita adalah untuk memuliakan Allah dan bukan diri kita. sendiri. Kiranya kita tidak bermegah atas kekuatan kita, tetapi hanya akan hal ini, &#8220;Bahwa aku memahami dan mengenal Allah&#8221; (Yer, 9:23-24). Kemegahan manusia sementara, tetapi kemegahan Allah kekal.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDan atas nama Seluruh Jemaat Gereja Baptis Indonesia Kebayoran, perkenankan saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Gereja Baptis Indonesia Kebayoran (GBIK) ke-61 tahun, kiranya Tuhan Yesus Sang Kepala Gereja memberkati GBIK. Amin, Tuhan Yesus memberkati.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: &#8220;Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!&#8221; 5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah,&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":8350,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-9621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9621"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9660,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9621\/revisions\/9660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}