{"id":9526,"date":"2024-08-05T05:33:08","date_gmt":"2024-08-04T22:33:08","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=9526"},"modified":"2024-08-05T05:37:53","modified_gmt":"2024-08-04T22:37:53","slug":"srhi-5-agu-2024-hadapi-kesulitan-yang-ada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/08\/05\/srhi-5-agu-2024-hadapi-kesulitan-yang-ada\/","title":{"rendered":"SRHI 5 AGUSTUS 2024 &#8211; HADAPI\u00a0KESULITAN\u00a0YANG ADA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p>\u201cPaulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.\u201d<br \/>\n(KIS. 14:21)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya Tuhan tidak pernah merelakan setiap kita murid-murid-Nya melarikan diri dari setiap kesulitan yang ada. Kita harus menghadapi semua kesulitan yang ada sebagaimana yang pernah dialami oleh Paulus dan Barnabas. Tuhan Yesus juga tidak merelakan kita meninggalkan suatu kekalahan, jika kita belum menerima kemenangan atas kekalahan itu. Oleh sebab itu dalam Kisah Para Rasul 14: 21, ketika Paulus dan Barnabas berada di Derbe memberitakan Injil dan memenangkan banyak jiwa, Tuhan meminta mereka untuk kembali ke Listra, tempat di mana sebelumnya Paulus mendapatkan ancaman dan lemparan batu yang dipikir oleh mereka Paulus telah mati (Kis. 14:19).\u00a0Dan biasanya, orang yang telah mendapat perlakuan kasar, tekanan\u00a0dan ancaman tentu akan menghindari tempat itu bahkan tidak akan mau kembali ke tempat itu (Listra) tetapi bagi Paulus, ia tetap kembali ke Listra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inilah yang membedakan orang yang sudah mengabdikan diri sepenuhnya bagi Tuhan. Mereka sadar bahwa Tuhan akan senatiasa memberi kekuatan kepada mereka jika ada tekanan dan tantangan yang ada. Mereka juga sadar bahwa Allah tidak membiarkan mereka melewati Listra sebelum mereka belajar suatu pelajaran dari pengalaman yang sulit dan mencapai kemenangan atas kesulitan itu. Jadi jikalau kita saat ini mungkin tidak mengalami kemajuan rohani, itu disebabkan karena kita melarikan diri dari kesulitan tanpa mengandalkan Tuhan.\u00a0Dan\u00a0sekarang\u00a0kita harus\u00a0siap dan berani menghadapi\u00a0kesulitan yang ada dan menang atas kesulitan itu sehingga rohani kita bertumbuh menjadi dewasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh dan teladan yang paling luar biasa dan nyata untuk kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Ia tidak melarikan diri dari kesulitan, bahkan kepada murid-murid-Nya Ia berkata: \u201cBahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, iman-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga\u201d (Mat. 16:21). Petrus melarangnya, sampai ia harus dikatakan iblis. Petrus dan kawan-kawannya sangat takut ke Yerusalem, tetapi Ia tidak. Mengapa? Karena Ia sudah tahu bahwa di Yerusalem, Ia akan menderita dan dibunuh. Dan\u00a0justru di Yerusalem itulah\u00a0kesulitan menjadi\u00a0kemenangan yang luar biasa. Kita tahu bahwa\u00a0kota\u00a0Yerusalem adalah tempat Tuhan Yesus dibunuh dan juga banyak nabi. Namun di kota yang sama, 3000 orang bertobat dan percaya kepada-Nya dan diselamatkan dalam waktu sehari di hari Pentakosta (Kis. 2:41).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita harus mengatasi kesulitan yang merupakan \u201cListra\u201d kita karena ini adalah metode dan cara Allah untuk mendewasakan kita. Dan Allah dalam hikmat-Nya telah melatih kita untuk berjiwa berani, seperti apa yang diungkapkan rasul Paulus kepada jemaat di Korintus untuk \u201cBersikap sebagai laki-laki\u201d (1 Kor. 16:13). Orang yang berani adalah orang yang tidak melarikan diri dari masalah atau kesulitan, tetapi menghadapinya, menyelesaikannya dan mengambil hikmahnya yang Allah taruh di dalam kesulitan itu lalu menjadikan dorongan untuk maju di dalam Tuhan dan melihat mukjizat yang lebih besar lagi. Untuk dewasa rohani di dalam Tuhan, Allah menjadikan\u00a0masalah untuk mengajar kita perkara-perkara rohani yang dalam dan menuntun kita dari kemuliaan yang satu kepada kemulian-Nya yang lain. Karena itu, jangan larikan diri dari kesulitan dan masalah apapun dan percayalah bahwa Tuhan menyertai kita.\u00a0Tuhan Yesus memberkati. Amin.<\/p>\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(<strong>AP05082024<\/strong>)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mendoakan Panitia Mimbar yang sudah melaksanakan Rapat Khusus pemilihan Gembala Sidang agar hasil yang didapat adalah yang terbaik dari Tuhan.<\/li>\n<li>Berdoa untuk keamanan dan kedamaian NKRI yang akan memasuki usia ke 79.<\/li>\n<li>Mendoakan setiap jemaat GBIK yang mengikuti rangkaian lomba yang diselenggarakan oleh GBIK dapat diberikan kesehatan yang baik.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Monterado, Kalimantan Barat:<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa untuk pelayanan dan kesehatan Pdm. Natanael beserta keluarga.<\/li>\n<li>Mengucap syukur kegiatan Gereja di bulan Juli berjalan dengan baik.<\/li>\n<li>Doakan penjangkaun dan pengabaran injil melalui kunjungan ke beberapa simpatisan.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cPaulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.\u201d (KIS. 14:21) Pada dasarnya Tuhan tidak pernah merelakan setiap kita murid-murid-Nya melarikan diri dari setiap kesulitan yang ada. Kita harus menghadapi semua kesulitan yang ada sebagaimana yang pernah dialami oleh Paulus dan Barnabas. Tuhan Yesus&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2502,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-9526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9526"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9532,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9526\/revisions\/9532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}