{"id":9060,"date":"2024-05-30T23:05:46","date_gmt":"2024-05-30T16:05:46","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=9060"},"modified":"2024-05-30T23:05:46","modified_gmt":"2024-05-30T16:05:46","slug":"srhi-31-mei-24-pertobatan-serius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/05\/30\/srhi-31-mei-24-pertobatan-serius\/","title":{"rendered":"SRHI 31 MEI 24 &#8211; PERTOBATAN SERIUS"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>\u201cLalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong>(Lukas 22: 62)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSalah satu peristiwa spektakuler yang terjadi Pasca Pentakosta adalah khotbah Petrus yang membuat 3.000 orang memilih percaya dan dibaptiskan. Namun sadarkah kita bahwa sekitar 1 bulan lebih sebelum Pentakosta terjadi, Petrus adalah seorang murid yang menyangkal Tuhan Yesus. Bahkan penyangkalan yang terjadi tidak hanya sekali, melainkan tiga kali. Dalam Gematria Ibrani, angka tiga atau perbuatan sebanyak tiga kali memiliki signifikansi <em>\u201cserius\/keseriusan\u201d<\/em>\u00a0 yang dalam pengertian bahwa sesuatu tersebut tidak perlu diragukan lagi. Dengan hal ini kita dapat melihat apa yang dilakukan Petrus adalah penyangkalan yang serius, yang tidak main-main dan yang sungguhan. Sehingga sesudah Petrus melakukan penyangkalan tersebut, ia menangis. Tangisan Petrus adalah tangisan tulus yang lahir karena dosa yang serius.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nNamun mengapa Allah memakai Petrus untuk melaksanakan pekerjaan-Nya yang begitu spektakuler? Tentu saja Allah tidak mungkin salah pilih, Ia memakai murid-Nya <strong>yang mau bertobat dengan sunguh! <\/strong>Tidak peduli seberapa besar dan serius dosa Petrus, namun pertobatan Petrus adalah pertobatan yang sungguh amat serius. Pertobatan Petrus membuatnya mengalami hidup baru sebagai militan Kristus, pertobatannya juga membuat ia dapat dipakai dengan luar biasa oleh Roh Kudus.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nApa dosa terbesar, terburuk dan terserius yang pernah kita lakukan? Apakah itu membunuh? Mencuri? Selingkuh? Menodai kekudusan Allah? Memalingkan diri terhadap ketentuan Allah? Atau apa? Apakah kita masih terselubungi oleh dosa tersebut dengan perasaan bersalah saja tanpa mengalami pertobatan yang nyata? Ketahuilah bersama bahwa cara iblis mengintimidasi kita adalah membuat kita merasa terus bersalah atas semua dosa yang telah kita lakukan dan membuat kita berpikir bahwa Allah tidak akan mau mengasihi kita lagi, apalagi memakai kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDari kisah Petrus kita dapat belajar bahwa sebuah kesalahan serius perlu dilawan dengan pertobatan serius. Pertobatan serius adalah pertobatan yang lahir dari kesungguhan hati dan keterpatahan hati yang dalam. Pertobatan serius adalah juga pertobatan yang mau mematahkan segala bentuk rasa bersalah dan keinginan untuk melakukan kesalahan yang sama.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSeberapa parah dan serius dosa yang telah kita lakukan, marilah kita bertobat secara serius agar kita dapat dipakai oleh Allah secara luarbiasa. Tuhan Yesus memberkati.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(YG220524)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa bagi para Hamba Tuhan dari berbagai Gereja juga Denominasi yang melayani di seluruh wilayah Indonesia, terutama yang melayani di pedalaman, Tuhan Yesus menolong, menopang dan memberkati setiap pelayanan yang dilakukan.<\/li>\n<li>Berdoa bagi Jemaat yang saat ini sedang mengandung, Tuhan Yesus menyertai selama proses kehamilan dan sampai pada waktunya melahirkan, Ibu dan bayi diberikan kesehatan senantiasa.<\/li>\n<li>Berdoa bagi Jemaat GBIK yang lanjut usia, kiranya senantiasa diberikan kesehatan, sukacita dan damai sejahtera dalam menikmati setiap waktu bersama keluarga terkasih.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa TPW GERBANG INDAH, Loleba, Halmahera Utara<\/strong><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-30-at-7.32.58-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" class=\"alignnone size-medium wp-image-6284\" \/> <\/p>\n<ul>\n<li>Doakan pembangunan gedung pastori dapat berjalan dengan baik.<\/li>\n<li>Doakan kegiatan Gereja, Jam Doa serta KPW.<\/li>\n<li>Doakan kerinduan untuk pembelian \u201cMic Audio\u201d baru karena yang lama hanya tersisa satu.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cLalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya.\u201d(Lukas 22: 62) Salah satu peristiwa spektakuler yang terjadi Pasca Pentakosta adalah khotbah Petrus yang membuat 3.000 orang memilih percaya dan dibaptiskan. Namun sadarkah kita bahwa sekitar 1 bulan lebih sebelum Pentakosta terjadi, Petrus adalah seorang murid yang menyangkal Tuhan Yesus. Bahkan penyangkalan yang terjadi tidak hanya sekali,&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":7193,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-9060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9060"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9137,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9060\/revisions\/9137"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}