{"id":8884,"date":"2024-04-20T22:31:10","date_gmt":"2024-04-20T15:31:10","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=8884"},"modified":"2024-04-20T22:32:39","modified_gmt":"2024-04-20T15:32:39","slug":"srhi-21-apr-24-menjadi-orang-yang-disukai-sesama-dan-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/04\/20\/srhi-21-apr-24-menjadi-orang-yang-disukai-sesama-dan-tuhan\/","title":{"rendered":"SRHI 21 APR 24 &#8211; MENJADI ORANG YANG DISUKAI SESAMA DAN TUHAN"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>\u201c6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu ! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. 6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. 6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu. 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan . Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong>(<em>Gal. 6:1-10<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMenjadi orang yang disukai sesama dan Tuhan adalah suatu kerinduan bagi semua orang percaya. Dalam hal ini sikap atau perilaku yang bisa membuat orang lain dan Tuhan. suka terhadap kita menurut firman Allah dalam Galatia 6:1-10 adalah saling membantu, baik secara rohani maupun jasmani. Dan ini merupakan hukum Kristus. Jadi, jika hal itu tidak dilakukan maka sama saja itu menipu dirinya sendiri. Dalam 2 Korintus 9:7 juga dikatakan &#8220;Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.&#8221; Dalam hal saling membantu, Allah kita jauh lebih tertarik pada apa yang ada di hati kita daripada apa yang kita miliki. Maka dari itu sebagai orang Kristen yang melakukan hukum Kristus hendaknya memperhatikan empat kunci sikap hati dalam hal saling membantu supaya disukai sesama dan Tuhan, antara lain:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n1. Berikan pertolongan dengan penuh perhatian. Pemberian atau bantuan yang paling berarti adalah ketika kita memikirkan sesama, mendoakannya, kemudian memutuskan untuk memberi baik secara rohani atau jasmani. Terlebih ketika kita dapat menolong sesama kita yang jatuh dalam pelanggaran serta membawanya kedalam pertobatan dengan cara yang benar sesuai firman Allah. Allah ingin pemberian atau pertolongan kita menjadi sesuatu yang penting dan bermakna baik dalam diri kita maupun orang yang kita tolong.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n2. Berikan pertolongan dengan antusias. Janganlah kita hanya berpikir &#8220;saya harus memberi&#8221;. Namun memberilah karena kita tahu bahwa Allah akan melakukan sesuatu yang besar dalam hati kita ketika kita menjadi orang yang murah hati.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n3. Berikan pertolongan dengan tulus ikhlas. Kadangkala kita memberi pertolongan oleh karena tuntutan orang lain, dan itu tidak salah karena kadangkala Allah memakai orang lain untuk menggerakkan hati kita untuk memberi. Namun berilah pertolongan kepada sesama yang membutuhkan terutama saudara seiman atas dasar kasih dan hukum Kristus atau dengan tulus ikhlas.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n4. Berikan pertolongan dengan sukacita. Ada kesukaan tersendiri ketika kita mampu memberi pertolongan kepada orang lain meskipun tidak banyak atau besar oleh karena kita dapat merasakan betapa sukacitanya orang yang menerima pertolongan itu dan setidaknya dapat meringankan beban sesama. Apalagi firman Tuhan katakan bagi kita bahwa barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu (Gal. 6:8b).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi, selagi ada kesempatan (Gal. 6:10) janganlah jemu-jemu berbuat baik (Gal. 6:9) dan ingatlah selalu bahwa dalam hal saling membantu tidak harus diukur berapa banyak dan besarnya yang kita berikan atau kita terima, namun ketika seseorang memberi pertolongan itu membuktikan bahwa ia memiliki perhatian yang besar kepada sesama atau kepada kita yang menerima pertolongan itu sebab itulah yang membuat kita disukai sesama dan Tuhan. Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201c6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu ! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":7056,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8884"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8884\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8910,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8884\/revisions\/8910"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7056"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}