{"id":8830,"date":"2024-04-16T21:07:14","date_gmt":"2024-04-16T14:07:14","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=8830"},"modified":"2024-04-16T22:54:08","modified_gmt":"2024-04-16T15:54:08","slug":"srhi-17-apr-24-regenerasi-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/04\/16\/srhi-17-apr-24-regenerasi-gereja\/","title":{"rendered":"SRHI 17 APR 24 &#8211; REGENERASI GEREJA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>\u201cKarena itu, saudara \u2013 saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia \u2013 sia.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong>(<em>1 Kor.15:58<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<em>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/em>Seorang pelatih musik akan mengajarkan bagaimana cara bermain musik kepada para anak didiknya. Namun bukan hanya tentang cara bermain musik saja, melainkan juga cara bermain musik yang benar, harmonis, skillfull maupun hal \u2013 hal lain seperti hati musisi dan juga kesesuaian antar musisi. Pelatih tersebut akan berusaha semaksimal mungkin agar apa yang diajarkan mudah dimengerti dan cepat menghasilkan hasil. Tentu saja pelatih tersebut membutuhkan ilmu yang cukup dan yang ia kuasai serta kerendahan hati untuk mau berbagi dan kesabaran yang ekstra. Pelatih akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target agar apa yang selama ini menjadi tanggung jawabnya terbayar lunas.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHal diatas menjadi gambaran bagi orang percaya bahwa orang percaya juga perlu mengkaderisasi generasi penerus agar mereka dapat memiliki hati melayani. Dalam arti lain, orang percaya atau gereja perlu mendidik dan melatih generasi penerus untuk mempersiapkan mereka menjadi pelayan \u2013 pelayan Tuhan dimasa yang akan datang. Tentu saja hal ini bukanlah hal yang mudah, penuh tantangan yang siap menggoncang kesabaran, ketekunan, kerendah hatian dan iman.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSembari melayani, Tuhan Yesus juga mempersiapkan para murid-Nya untuk menjadi pelayan \u2013 pelayan yang berkenan dimasa yang akan datang. Ia mengajarkan mereka banyak hal, terutama bagaimana kasih menjadi bagian penting dalam sebuah pelayanan. Selain itu Tuhan Yesus juga mengajarkan mengenai integritas pelayan, sikap hati pelayan, semangat pelayan dan iman pelayan. Hal \u2013 hal tersebut menjadi sebuah pembelajaran berharga bagi para murid agar mereka dapat melayani sebagaimana Tuhan Yesus melayani. Kaderisasi yang Tuhan Yesus lakukan menjadi sebuah contoh nyata bagi kita orang percaya untuk dapat juga melakukannya digereja. Para generasi penerus perlu diajar dan diajak untuk melayani sehingga mereka tidak hanya hidup bagi dirinya sendiri.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTerlebih dahulu mereka harus diajarkan mengenai kesetiaan sebelum masuk dalam pembelajaran <em>\u201cmenggunakan talenta untuk melayani\u201d.<\/em> Karena tanpa kesetiaan, maka pelayanan akan cenderung staknan dan tidak berkembang. Pembelajaran tersebut tidak perlu dilakukan secara formal karena hanya akan membuat mereka bosan dan akhirnya menghindar. Pembelajaran yang musti dilakukan adalah dengan pendekatan personal, tentu saja gereja perlu memiliki tim khusus untuk menanggulangi masalah ini.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPeregenerasian gereja menjadi pemikiran penting setiap tahunnya agar gereja dapat terus bertumbuh dan berkembang dengan baik dan nama Tuhan dapat dimuliakan dan untuk mencegah bahkan menghindari kejadian yang dialami bangsa Israel terjadi pada kita (Hak.2:10-11). Tentu saja dengan peregenerasian gereja yang baik, hal itu akan dapat membawa dampak baik bagi gereja dan progressivitas gereja.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nOleh karena itu, Marilah kita memberi diri untuk menjadi mentor bagi generasi penerus gereja dengan pendekatan personal yang dapat kita lakukan mulai dari lingkup keluarga, kelas Sekolah Minggu maupun organisasi lain dan kegiatan lain. Biarlah dengan regenarasi gereja yang berjalan baik, nama Tuhan dimuliakan dan bumi penuh dengan pujian kepada-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus memberkati\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(YG170424)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Generasi Muda NKRI untuk takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan dan sesama<br \/>\n;<\/li>\n<li>Berdoa untuk jemaat GBIK untuk dapat menjadi teladan dilingkungan kantor, sekolah, tempat tinggal baik tingkah laku, Ucapan supaya nama Tuhan Yesus dipermuliakan.<\/li>\n<li>Berdoa untuk cabang-cabang GBIK dapat melayani dengan penuh hikmat dan terus mengabarkan Injil sehingga nama Tuhan dimuliakan dan jemaat terus bertumbuh.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Mengucap syukur Ibadah Jumat Agung berjalan dengan lancar dan kehadiran: 32 orang, ada Perjamuan Tuhan<\/li>\n<li>Doakan ada kelas persiapan baptisan kepada 4 orang percaya<\/li>\n<li>Doakan para guru-guru SM tetap Setia dalam mengajar,dan tetap semangat dalam menjangkau anak anak lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKarena itu, saudara \u2013 saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia \u2013 sia.\u201d(1 Kor.15:58) \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Seorang pelatih musik akan mengajarkan bagaimana cara bermain musik kepada para anak didiknya. Namun bukan hanya tentang cara bermain musik saja, melainkan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3203,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8830"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8872,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8830\/revisions\/8872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}