{"id":8824,"date":"2024-04-10T21:40:15","date_gmt":"2024-04-10T14:40:15","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=8824"},"modified":"2024-04-12T21:17:18","modified_gmt":"2024-04-12T14:17:18","slug":"srhi-11-apr-24-hidup-dalam-kebenaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/04\/10\/srhi-11-apr-24-hidup-dalam-kebenaran\/","title":{"rendered":"SRHI 11 APR 24 &#8211; HIDUP DALAM KEBENARAN"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>\u201cBagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong>(<em>3 Yohanes 1:4<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebahagiaan yang ditunjukkan oleh Yohanes ketika dirinya mendengar kesaksian dari beberapa saudara tentang bagaimana kehidupan Gayus yang merupakan anak rohaninya hidup dalam kebenaran. Menghidupi kebenaran dalam kehidupannya. Hidup dalam kebenaran bukan berarti hanya berdoa dan aktif dalam kegiatan pelayanan serta acara gereja. Melainkan hidup dengan benar dalam aspek kehidupan kita, baik dalam lingkungan sekitar rumah, sekolah, keluarga, hubungan dengan sesama, dalam segala aktivitas yang kita lakukan. Benar-benar menghidupi firman Tuhan dan melakukannya, seperti seorang anak yang melakukan perintah dari orang tuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yesus Kristus adalah benar, maka orang yang melakukan kebenaran, lahir dari pada-Nya (1 Yohanes 1:29) maka saat ini marilah kita tidak hanya mengatakan kebenaran tetapi marilah nyatakan kebenaran itu dalam perbuatan kehidupan sehari-hari kita sesuai dengan Firman Tuhan. Memang bukan hal yang mudah, tetapi bukan artinya tidak bisa di lakukan. Hal itu bisa dilakukan apabila dengan ketekunan dan ketetapan hati yang teguh untuk membangun kehidupan yang benar di hadapan Tuhan.<\/p>\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(KS11042024)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan untuk Jemaat tetap setia dalam bergereja dan ikut ambil bagian dalam melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang Tuhan beri;<\/li>\n<li>Doakan para murid Sekolah Minggu yang sudah lama tidak hadir diberikan kerinduan untuk belajar Firman Tuhan bersama tiap hari minggu.<\/li>\n<li>Berdoa untuk pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan supaya rakyat Indonesia tidak ada yang kekurangan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat<\/strong><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-6284\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/WhatsApp-Image-2024-04-10-at-8.52.19-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Doakan apa yang di rancang dalam program gereja tahun 2024 boleh terwujud<\/li>\n<li>Doakan jemaat yang sedang merantau, kuliah\/belajar\/bekerja di luar kota: Ibu Maria, Ibu Rosida, Sdr Ruben, Sdri Peni, Sdr Herkules, Bp Landum, Sdr Filia, Sdr Alan, Sdr Jams, Sdri Rita, Sdri Lastri, Sdr Krismon, Sdri Irene<\/li>\n<li>Doakan jemaat yang sedang sakit: Bp Akiong. Bp Uwen.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.\u201d(3 Yohanes 1:4) Kebahagiaan yang ditunjukkan oleh Yohanes ketika dirinya mendengar kesaksian dari beberapa saudara tentang bagaimana kehidupan Gayus yang merupakan anak rohaninya hidup dalam kebenaran. Menghidupi kebenaran dalam kehidupannya. Hidup dalam kebenaran bukan berarti hanya berdoa dan aktif dalam kegiatan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":8323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8824"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8853,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8824\/revisions\/8853"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}