{"id":8684,"date":"2024-03-10T20:52:44","date_gmt":"2024-03-10T13:52:44","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=8684"},"modified":"2024-03-10T20:54:01","modified_gmt":"2024-03-10T13:54:01","slug":"srhi-11-mar-24-karena-iman-allah-berkenan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/03\/10\/srhi-11-mar-24-karena-iman-allah-berkenan\/","title":{"rendered":"SRHI 11 MAR 24 &#8211; KARENA IMAN ALLAH BERKENAN"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>\u201cTetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong>(<em>Ibr. 11:6<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus harus mengembangkan iman kita secara pribadi jika kita ingin memiliki iman yang mampu mengalahkan setiap persoalan (pencobaan) yang ada dalam hidup kita. Janganlah kita memandang pada persoalan yang ada, melainkan pusatkan perhatian kita kepada Tuhan Yesus karena setiap hal yang terjadi Ia dapat membereskannya. Dalam arti lain, kekuatan kita tidak datang dari masalah dan tantangan yang kita hadapi melainkan dari kuasa Allah yang melakukannya disaat kita berdoa dan mempercayai-Nya. Dan jika kita beriman kepada Allah maka kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, olokan, sindiran, tertawaan orang, bahkan kematian (Ibr. 11:35-38).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita belajar dari saksi-saksi iman. Saat Nuh membangun bahtera sesuai apa yang Allah perintahkan kepadanya, orang-orang menganggapnya gila. Namun bahtera yang ia buat menyelamatkannya sekeluarga (Ibr. 11:7). Ayub dalam penderitaannya yang luar biasa\u00a0 dimana dalam sehari sepuluh anaknya mati, dihari berikutnya harta bendanya habis, kesehatannya yang menjadi modal utama dalam hidupnyapun amblas di sapu penyakit yang busuk dari telapak kaki sampai ke batok kepalanya. Dalam menghadapi semuanya itu, Ayub tetap beriman kepada Allah karena ia sadar bahwa semua itu hanya ujian karena Allah tahu jalan hidupnya (Ayb. 25:10) dan Ayub juga tahu siapa Allah yang ia sembah (Ayb. 19:25). Dan setelah Ayub melewati ujian dengan tekun, Allah memuliakannya dengan jalan memberkatinya lebih lagi dari hidupnya yang dahulu (Ayb. 42:12-17). Contoh lain dari iman yang diuji, yang sangat tidak asing dalam hidup kita adalah Abraham. Allah berjanji akan memberikan kepadanya keturunan sebanyak pasir di tepi pantai dan bintang di langit. Setelah sekian lama menunggu, Abraham dan Sara istrinya mendapatkan seorang anak Ishak di hari tua mereka. Namun anak satu-satunya ini kembali diminta Allah dengan mengorbankannya. Abraham tetap setiap kepada Allah dan tahan dalam ujian dan hasilnya ia mendapat kemuliaan Allah sebagai \u201cBapa orang beriman\u201d. Jadi dari beberapa contoh pahlawan-pahlawan iman di atas menyadarkan dan membuktikan kepada kita bahwa iman tanpa ujian adalah iman yang mati serta jika kita sungguh-sungguh beriman kepada-Nya dan kepada janji-janji-Nya, maka Tuhan berkenan dan memberkati kita (Ibr. 11:6 &amp; 10:38).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari saudara yang dikasihi Tuhan, jangan takut dan kuatir akan apa yang saat ini kita alami, walaupun dengan kondisi kehidupan kita saat ini banyak yang mengalami hidup penuh beban dan berat. Ingatlah bahwa beban yang kita alami tidaklah seberat mereka para saksi dan pahlawan iman yang tertulis dalam Ibrani 11 tetapi mereka tetap kokoh berdiri mempertahankan imannya kepada Tuhan serta tetap setia menanti janji-janji Allah yang sudah dijanjikan-Nya kepada mereka (Ibr. 11: 1, 11). Sekarang ini kita juga harus memiliki daya juang dan keyakinan yang sama seperti mereka, bahwa jika Allah yang kita sembah adalah Allah yang sama yang mereka sembah pastilah Ia juga akan berkenan dan memberkati kita semua seperti Ia berkenan dan memberkati mereka. Tuhan Yesus memberkati.<\/p>\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(AP11032024)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Bersyukur untuk kesehatan,kesetiaan dan pemeliharaan Tuhan bagi Assisten Gembala Sidang dan keluarga, Pdt. Emeritus dan keluarga, serta diakon dan keluarga;<\/li>\n<li>Doakan untuk jemaat tetap setia beribadah dan menjadi berkat dimanapun berada.<\/li>\n<li>Doakan untuk toleransi di Indonesia untuk kebersamaan NKRI.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Doakan Persiapan acara untuk Ibadah Jumat Agung tanggal 29 Maret 2024<\/li>\n<li>Doakan untuk membuka kelas Persiapan Baptisan bagi jemaat yang rindu untuk dibaptis<\/li>\n<li>Doakan jemaat dan gembala dapat bekerjasama dalam penjangkauan jiwa baru, dan gereja ambil bagian untuk kegiatan RT dimana gereja berada.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cTetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.\u201d(Ibr. 11:6) Kita sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus harus mengembangkan iman kita secara pribadi jika kita ingin memiliki iman yang mampu mengalahkan setiap persoalan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":6797,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8684","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8684","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8684"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8684\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8703,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8684\/revisions\/8703"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8684"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8684"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8684"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}