{"id":8632,"date":"2024-03-03T21:53:06","date_gmt":"2024-03-03T14:53:06","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=8632"},"modified":"2024-03-03T21:53:06","modified_gmt":"2024-03-03T14:53:06","slug":"srhi-4-mar-24-kehendak-tuhan-adalah-belas-kasihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/03\/03\/srhi-4-mar-24-kehendak-tuhan-adalah-belas-kasihan\/","title":{"rendered":"SRHI 4 MAR 24 &#8211; KEHENDAK TUHAN ADALAH BELAS KASIHAN"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>\u201cJika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong>(<em>Mat. 12:7<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nNilai yang dipegang seseorang akan membuat seseorang itu dengan mudah menentukan benar atau salah dalam semua aspek kehidupannya. Manusia pada dasarnya punya rasa atau kemauan untuk membenarkan dan menyalahkan. Contoh yang nyata pada saat ini adalah aliran agama yang tidak sesuai dengan agama utamanya di cap sesat dan tidak layak menggunakan nama agama utamanya. Manusia dapat dengan mudah memberi label atau nilai benar dan salah, karena itu adalah hal yang akan dipakai untuk meneruskan hidup di dunia. Kalau ada hal yang dirasa benar maka akan kita jalankan, kalau salah maka akan kita hindari. Inilah fakta kehidupan, karena manusia sendiri menentukan jalan hidupnya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSekarang ini kita akan belajar dari perikop Matius 12:1-8, yang diceritakan bahwa pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum dan karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Sebenarnya ini adalah peristiwa yang sederhana tapi dampaknya luas. Bagi orang Farisi, Sabat adalah hari istirahat dan gambaran akan kehadiran Allah sehingga ada banyak larangan di hari Sabat, misalnya memasak, mencuci pakaian, membangun, memperbaiki, menulis, menyalakan api, memotong, memancing, termasuk berpindah atau berpergian, panjat pohon, dan sebagainya. Orang Farisi dengan mudah dapat menentukan benar atau salah karena ada larangan atau perintah. Ini adalah nilai dasar yang dibuat oleh orang Farisi sehingga bagi yang melanggar nilai tersebut dinyatakan salah dan bila dilaksanakan maka dinyatakan benar.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nApa jawaban Tuhan Yesus terhadap <em>\u201cpenghakiman\u201d<\/em> yang dilakukan oleh orang Farisi?\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<strong><em>Jawaban Tuhan Yesus yang pertama <\/em><\/strong>mengingatkan kepada Daud dan batasan roti sajian (1 Sam. 21:1-6). Hukum Taurat membatasi roti sajian hanya diperuntukkan bagi imam-imam (Im. 24:4), namun kebutuhan manusia yang sangat mendesak membatalkan peraturan ini, para rabi juga memahami demikian (Mat. 12:5-6).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<strong><em>Jawaban Tuhan Yesus yang kedua<\/em><\/strong> mengingatkan kepada aktivitas para imam pada hari Sabat (Mat. 12:5). Alasan-Nya adalah, kalau para imam tidak disalahkan bila bekerja pada hari Sabat demi terselenggaranya ibadah di bait Allah, betapa lebih lagi para murid tidak dapat disalahkan jika memakai hari Sabat untuk bekerja bagi Kristus, karena Kristus adalah Tuhan atas hari Sabat.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<strong><em>Jawaban Tuhan Yesus yang ketiga<\/em><\/strong> menunjuk kepada salah pengertian orang Farisi dalam kitab Hosea 6:6 mengenai belas kasihan dan bukan persembahan. Allah menghendaki \u201chati yang benar\u201d jauh melebihi \u201chal-hal lahiriah\u201d yang telah menjadi apa yang dilakukan bangsa Isarel hanya sekedar mungkin tata cara belaka. Allah menolak praktik-praktik keagamaan Isarel, dengan kata-kata <em>\u201cAku menyukai kasih setia, dan bukan kurban sembelihan\u201d<\/em>. Kasih <em>setia<\/em> ini diterjemahkan dengan kata <em>kasih<\/em> yang mencakup kasih terhadap Allah dan kasih terhadap sesama manusia.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMelalui perenungan firman Tuhan ini kita semakin tahu dan menyadari bahwa Allah menghendaki hati yang dipenuhi dengan belas kasihan yaitu hati yang penuh kasih kepada Allah dan kepada sesama. Allah tidak menghendaki praktik keagamaan yang hambar, formalitas, dan rutinitas, sekalipun secara kasat mata luar biasa, namun jika didalamnya tidak ada unsur kasih yang benar kepada Allah dan membawa dampak yang baik bagi manusia, maka hal itu adalah hal yang ditolak Allah. Seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang Farisi, yang secara kasat mata penuh dengan \u201cketaatan terhadap hukum Taurat\u201d namun sebenarnya itu tidak berasal dari hati untuk mengasihi Allah tetapi untuk mendapat \u201cpujian\u201d bagi dirinya sendiri. Bukan dari dalam hati untuk membawa dampak yang baik bagi sesama, tetapi untuk menghakimi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Amin.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(AP04032024)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa untuk Sekolah Theologia Baptis Semarang (STBI), Sekolah Tinggi Teologi Baptis Jakarta (STT-BJ), Sekolah Tinggi Teologia Baptis Bandung (STT-BB), Sekolah Tinggi Teologia Baptis Medan (STT-BM) agar Tuhan mencukupi dana anggaran yang dibutuhkan, program kegiatan kampus berjalan dengan baik;<\/li>\n<li>Berdoa untuk para pegawai dan Dosen di kampus2 Baptis diberi kesehatan, diberkati dan  dicukupi segala kebutuhannya, dapat mengajar, mendidik dan menjadi teladan yang baik.<\/li>\n<li>Berdoa untuk para mahasiswa kampus Baptis diberi kesehatan, dapat belajar dengan baik, bertumbuh dalam iman kepada Kristus,  Tuhan mencukupkan segala kebutuhan para mahasiswa.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat<\/strong><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/WhatsApp-Image-2024-03-03-at-8.41.46-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" class=\"alignnone size-medium wp-image-6284\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Berdoa untuk Pendekatan ke pemuda KMBI agar terlibat dalam kehadiran dan pelayanan<\/li>\n<li>Doakan kesehatan orang tua Pdm Bima Iryanto di Bengkulu<\/li>\n<li>Berdoa untuk jemaat Yang sedang kuliah\/belajar di luar kota: Sdri. Peni atani di Pontianak, Sdri Filia, Sdri Rita, Sdr. James, Sdr. Alan, Sdr. Krismon.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cJika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.\u201d(Mat. 12:7) Nilai yang dipegang seseorang akan membuat seseorang itu dengan mudah menentukan benar atau salah dalam semua aspek kehidupannya. Manusia pada dasarnya punya rasa atau kemauan untuk membenarkan dan menyalahkan. Contoh yang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":7453,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8632"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8646,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8632\/revisions\/8646"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}