{"id":8463,"date":"2024-01-23T20:09:02","date_gmt":"2024-01-23T13:09:02","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=8463"},"modified":"2024-01-23T20:09:02","modified_gmt":"2024-01-23T13:09:02","slug":"srhi-24-jan-24-sela","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/01\/23\/srhi-24-jan-24-sela\/","title":{"rendered":"SRHI 24 JAN 24 &#8211;  SELA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201c<\/strong><\/em><strong><em>\u201cTetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.\u201d <\/em><\/strong><cite><strong>(<em>Ayub 5:8)\\<\/em><\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSering kali kita mendengar kalimat <em>\u2018doa merupakan nafas kehidupan orang percaya\u2019<\/em> \u00a0tetapi apa yang kita dengar cenderung hanya sampai pada pengertian saja tanpa mau mengimani dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan sebuah ironi yang menjadi tangisan Tuhan melihat umatNya tidak suka untuk berkomunikasi denganNya. Kalimat <em>\u2018doa merupakan nafas kehidupan orang percaya\u2019<\/em> \u00a0memiliki arti bahwa kehidupan kerohanian orang percaya hanya dapat hidup jika orang percaya memiliki waktu doa untuk terhubung dengan Allah setiap harinya bukan hanya ketika sedang ada masalah dan problematika saja karena doa tidak hanya mengandung permintaan tetapi juga pujian dan pengagungan. Oleh karena itu orang percaya perlu memiliki waktu doa pribadi setiap harinya untuk terhubung dengan Allah. Baik dan tidak baik waktunya, kita harus tetap berdoa agar kehidupan kerohanian kita tidak mati.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMemang orang percaya memiliki kecenderungan melakukan doa ketika sedang mengalami masalah saja. Namun dalam SRHI hari ini kita diingatkan kembali bahwa doa tidak boleh dipengaruhi situasi dan kondisi.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKetika kita membaca Mazmur, kita melihat ada tulisan \u2018Sela\u2019 diakhir ayat, lantas apa itu \u2018Sela\u2019?. Sela merupakan tanda berhentinya syair seseorang dan memiliki makna teologis dimana penyair melakukan istirahat (berhenti sejenak) setelah menyampaikan keluh kesahnya, masalahnya, problematika yang ia hadapi untuk kembali mengingat kebaikan Allah, janji Allah dan pertolongan Allah sehingga penyair dapat semakin beriman kepada Allah walaupun ia sedang mengalami masalah.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSela merupakan cara berdoa yang perlu dilakukan oleh orang percaya dan orang percaya perlu memiliki selanya masing-masing. Baik sebelum tidur atau waktu bangun tidur atau bahkan disepertiga malam. Karena dengan kita melakukan sela, kita sedang berusaha terhubung dengan Allah melalui doa. Daud merupakan salah satu contoh orang yang melakukan sela. Cara Daud melakukan sela adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li>Sebelum sela<\/li>\n<\/ol>\n<p>Daud menyampaikan keluh kesah, masalah dan problemnya kepada Allah (Mzm.3:2-3; 4:2-3; 7:2-6 dbl)<\/p>\n<ol>\n<li>Saat sela<\/li>\n<\/ol>\n<p>Daud berhenti menyampaikan keluh kesahnya dan menenangkan dirinya. Mungkin kalau bisa digambarkan dalam kehidupan sekarang adalah dengan menarik nafas secara dalam dan perlahan, dan membuangnya pelan-pelan.<\/p>\n<ol>\n<li>Sesudah sela<\/li>\n<\/ol>\n<p>Daud kembali mengingat kebaikan, pertolongan, janji, mujizat dan kuasa Allah. Dalam fase ini Daud menaruh penuh iman percayanya kepada Allah (Mzm.3:4-9; 4:4-9; 7:7-15 dbl)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTiga tahapan sela yang Daud lakukan juga perlu kita lakukan untuk dapat semakin mengenal dan terhubung dengan Allah. Lakukanlah sela setiap hari, baik dan tidak baik waktunya. Lakukanlah sela walaupun masalah yang kita hadapi begitu berat. Dan lakukanlah sela, karena jalur langit tidak pernah macet dan mengecewakan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus memberkati\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(YG240123)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa untuk pelaksanaan Ibadah doa Rabu, para jemaat banyak yg hadir dan doakan para pelayan;<\/li>\n<li>Doakan kesehatan jemaat GBIK dalam menghadapi kondisi cuaca yg berubah,- ubah.<\/li>\n<li>Doakan  kinerja para mentri dalam menjalankan program fokus untuk kepentingan masyarakat Indonesia.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Mengucap syukur kegiatan Ibadah malam Natal, Ibadah Natal, Perayaan Natal, Ibadah Tutup tahun dan awal tahun berjalan dengan baik dan lancar<\/li>\n<li>Doakan Program\/Kegiatan Gereja yang rencananya akan dilaksanakan dalam 3 bulan pertama:<br \/>\n  &#8211; Baptisan : 4 orang<br \/>\n  &#8211; membangun jalan depan gereja \u00b1 10 m<br \/>\n  &#8211; merenovasi kmr mandi gereja &#038; pastori<\/li>\n<li>Doakan 1 keluarga yang mulai menjadi simpatisan<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201c\u201cTetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.\u201d (Ayub 5:8)\\ Sering kali kita mendengar kalimat \u2018doa merupakan nafas kehidupan orang percaya\u2019 \u00a0tetapi apa yang kita dengar cenderung hanya sampai pada pengertian saja tanpa mau mengimani dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan sebuah ironi yang menjadi tangisan Tuhan melihat&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":7169,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8463"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8463\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8466,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8463\/revisions\/8466"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}