{"id":8436,"date":"2024-01-16T21:04:21","date_gmt":"2024-01-16T14:04:21","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=8436"},"modified":"2024-01-16T21:04:21","modified_gmt":"2024-01-16T14:04:21","slug":"srhi-17-jan-24-dipanggil-untuk-menderita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/01\/16\/srhi-17-jan-24-dipanggil-untuk-menderita\/","title":{"rendered":"SRHI 17 JAN 24 &#8211; DIPANGGIL UNTUK MENDERITA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><strong><em>\u201cSebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.\u201d<\/em><\/strong><cite><strong>(1 Petrus 2:21)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nApa arti dipanggil untuk menderita? Apakah orang percaya ditentukan Allah untuk menderita selama hidupnya? Tentu saja tidak demikian. Dipanggil untuk menderita adalah panggilan dari Allah kepada orang percaya untuk dapat tetap memegang imannya ditengah serangan iblis yang menggunakan segala tipu muslihat dunia. Hal ini selaras dengan Efesus 6:11-18 dimana orang percaya dihimbau oleh Paulus untuk memakai perlengkapan senjata Allah guna melawan iblis agar orang percaya tidak mudah termakan iblis (1 Pet.5:8-12) dan akhirnya imannya luntur. Sangat ironi jika orang percaya tidak mau menderita untuk imannya, bahkan sungguh sangat menyesakkan melihat mereka yang sangat mudah menjual imannya bagi harta, tahta dan cinta.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPerjuangan orang percaya untuk menderita merupakan perjuangan yang menentukan bagi kehidupan yang akan datang. Orang percaya dituntut Allah untuk tetap setia ditengah dunia yang menolak anak-anakNya. Tokoh Alkitab, Bapa-bapa Gereja, Martir, Hamba Tuhan dan orang percaya yang berani memegang imannya sampai akhir telah membuktikan bahwa imannya kepada Allah adalah satu-satunya hal yang perlu dipertahankan sampai ujung nafas. Mereka dapat melakukan hal tersebut karena mereka mengerti bahwa hidupnya bukan untuk diri sendiri (Gal.2:20), mereka juga mengerti bahwa hanya orang yang setia yang dapat mendapatkan Makhota Kehidupan (Yak.1:12) sehingga kehidupannya benar-benar untuk Allah. Kita pun perlu melakukan hal yang sama, sudah siapkah kita?\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPenderitaan-penderitaan yang dialami oleh orang percaya merupakan penderitaan yang sebanding dengan kekuatan setiap kita, dan tidak akan pernah melebihi kekuatan kita (1 Kor.10:13). Oleh karena itu kita tidak boleh cengeng menghadapi setiap penderitaan yang ada, Allah pasti akan menolong memberi kekuatan dan jalan keluar. Tugas kita ketika penderitaan terjadi adalah tetap setia dan percaya akan KuasaNya (2 Kor.12:9-10). Orang percaya perlu memiliki respon yang benar terhadap penderitaan-penderitaan yang terjadi sehingga iman orang percaya semakin sempurna dan menjadi seorang pemenang dengan mengalahkan setiap penderitaan yang ada.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBeberapa respon yang benar adalah dengan berpikir bahwa Allah merancangkan sesuatu yang indah dibalik penderitaan yang terjadi (Yer.29:11), pikirkanlah juga bahwa penderitaan yang terjadi merupakan proses permurnian iman (1 Pet.1:7), selain itu orang percaya juga perlu berpikir bahwa penderitaan-penderitaan yang dialami merupakan langkah Allah untuk mendewasakan kita (Yak.1:2-8) agar dapat berbuah.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nOleh karena itu, marilah kita terus memegang iman dengan teguh walaupun situasi dan kondisi tidak mengenakan. Peganglah iman dengan erat karena ada sesuatu yang indah yang Allah siapkan bagi kita yang setia. Jangan jual iman kita untuk harta, tahta dan cinta karena Allah telah berfirman agar orang percaya tidak memberikan barang berharga kepada anjing dan babi (Mat.7:6). Setialah sampai akhir dalam kehidupan menderita bagi Kristus Yesus Raja Yang Agung.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus memberkati\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(YG170124)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan  kondisi keamanan Indonesia,  di beberapa wilayah yang mengalami gempa;<\/li>\n<li>Doakan Ibadah Doa Rabu ,malam ini ,bagi para pelayan dan jemaat yang hadir.<\/li>\n<li>Doakan hikmat bagi pemerintah DKI Jakarta dalam menjalankan amanat dari rakyat dalam mengusahakan kesejahteraan kota.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Bersyukur pelaksanaan kegiatan Natal GBIK Rantau Prapat pada hari Kamis tanggal 21 Desember berjalan baik<\/li>\n<li>Doakan Gereja sangat membutuhkan keyboard \u2013 janji iman jemaat dalam membeli keyboard agar bisa tercukupi<\/li>\n<li>Doakan saat ini banyak yang sedang mencari pekerjaan<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.\u201d(1 Petrus 2:21) Apa arti dipanggil untuk menderita? Apakah orang percaya ditentukan Allah untuk menderita selama hidupnya? Tentu saja tidak demikian. Dipanggil untuk menderita adalah panggilan dari Allah kepada orang percaya untuk dapat tetap memegang imannya&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":7484,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8436"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8436\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8440,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8436\/revisions\/8440"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}