{"id":8388,"date":"2024-01-04T22:52:16","date_gmt":"2024-01-04T15:52:16","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=8388"},"modified":"2024-01-04T23:05:11","modified_gmt":"2024-01-04T16:05:11","slug":"srhi-5-jan-24-cari-dan-temukan-tuhan-agar-menang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2024\/01\/04\/srhi-5-jan-24-cari-dan-temukan-tuhan-agar-menang\/","title":{"rendered":"SRHI 5 JAN 24 &#8211; CARI DAN TEMUKAN TUHAN AGAR MENANG !"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201c<\/strong><\/em><strong><em>\u201cDalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu\u201d.<\/em><\/strong><cite><strong>(<em>Yes. 54:8<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Natal 2023 sudah kita lewati bersama. Namun meskipun Natal sudah kita lalui, kita harus terus ingat akan makna dan kisah Natal, yaitu bahwa kehadiran Tuhan Yesus ke dunia ini membuktikan bahwa Allah begitu mengasihi manusia (Yoh. 3:16) dan tidak pernah meninggalkan manusia (Mzm. 94:14). Saat Natal, kita diingatkan akan malaikat Tuhan yang berpesan kepada Yusuf bahwa Anak yang terlahir itu harus diberi nama mereka Imanuel yang berarti Allah menyertai kita (Mat. 1:20-33), bahkan Tuhan Yesus Kristus sendiripun mengatakan bahwa Ia akan menyertai umat-Nya sampai kesudahan alam (Mat. 28:20). Tetapi oleh karena dosa umat manusia (Yes. 59:1-3) dan dalam mengajar kita tetap beriman kepada-Nya, Allah juga memakai cara yang unik yaitu \u201cMenyembunyikan wajah-Nya\u201d dari umat-Nya (Yes. 54:8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu bagaimana dan apa yang harus kita lakukan jika Allah menyembunyikan wajah-Nya dari kita?<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bertobat<\/strong>. Pertobatan adalah kunci kita bisa diterima Allah. Pertobatan yang sesungguhnya berasal dari hati. Ajaran dan anjuran Alkitab adalah supaya kita jangan keraskan hati saat Allah berbicara kepada kita (Why. 3:20) karena Allah tidak dapat memaksa kehendak manusia. Mengeraskan hati atau membuka hati untuk Tuhan itu adalah hak kita. Hati kita menentukan segala langkah hidup kita, bahkan mati dan hidup kita (Ams. 4:23), hati kita gembira kita sehat (Ams. 17:22), hati kita sedih kita sakit (Ams. 12:16), hati kita keras kita binasa (Mzm. 95:8), tetapi jika hati kita hancur oleh karena pertobatan kita diselamatkan (Yoel 2:13). Dan hati yang hancur karena pertobatan bukanlah usaha manusia tetapi karya Roh Kudus (Yoh. 16:8-9).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Mencari Allah<\/strong>. Kita harus tetap memiliki kerinduan untuk mencari Allah seperti yang diungkapkan oleh Pemazmur: \u201cSeperti rusa yang merindukan aliran sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah\u201d (Mzm. 42:2). Allah rindu kepada setiap umat-Nya memiliki hati yang merindukan-Nya, mengasihi-Nya, dan mau bersekutu dengan-Nya. Dalam Matius 22:37, Tuhan Yesus juga berfirman demikian: \u201cJawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu\u201d.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi sebagai umat Allah yang sudah diselamatkan-Nya, marilah kita senantiasa mengakui setiap kesalahan dan dosa kita, jangan bersandar pada pengertian diri kita sendiri, namun taruhlah percaya secara total kepada-Nya serta akui akan karya Tuhan sepanjang hidup kita sehingga Allah yang sesaat menyembunyikan wajah-Nya akan kembali mau dijumpai oleh setiap kita sehingga kita merasakan kembali kasih, persekutuan dan berkat-berkat-Nya. Ingat juga bahwa kehendak Tuhan dalam hidup kita tidak dapat dihalangi oleh siapapun, selalu yang terbaik bagi kita, serta pengajaran iman kita, walaupun kadang kehendak Tuhan bertentangan dengan kehendak kita. Tuhan Yesus memberkati.<\/p>\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(AP05012024)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa untuk jemaat agar terhindar dari segala bentuk kuasa kegelapan, baik ocultisme ataupun perdukunan;<\/li>\n<li>Berdoa untuk Panitia Perancang GBIK agar diberikan hikmat dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas pelayanannya.<\/li>\n<li>Berdoa untuk MPR &amp; DPR RI agar dalam menjaga keseimbangan pemerintahan dapat menjalankan tugasnya dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>berdoa untuk keluarga Bapak Hermanus ( jemaat baru), agar bertumbuh dengan gereja kita<\/li>\n<li>Doakan anak-anak yang tinggal di asrama, agar bertumbuh dalam kedewasaan dan juga kerohanian, berprestasi dalam nilai akademis dan juga menjaga pergaulan<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201c\u201cDalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu\u201d.(Yes. 54:8) Natal 2023 sudah kita lewati bersama. Namun meskipun Natal sudah kita lalui, kita harus terus ingat akan makna dan kisah Natal, yaitu bahwa kehadiran Tuhan Yesus ke dunia ini membuktikan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":5715,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8388"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8391,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8388\/revisions\/8391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}