{"id":8348,"date":"2023-12-23T21:59:53","date_gmt":"2023-12-23T14:59:53","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=8348"},"modified":"2023-12-23T21:59:53","modified_gmt":"2023-12-23T14:59:53","slug":"srhi-24-des-23-sukacita-surgawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/12\/23\/srhi-24-des-23-sukacita-surgawi\/","title":{"rendered":"SRHI 24 DES 23 &#8211; SUKACITA SURGAWI"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201c<\/strong><\/em><strong><em>Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: &#8220;Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan 1 , di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.&#8221; Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:&#8221;Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.&#8221; Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: &#8220;Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.&#8221; Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka..<\/em><\/strong><cite><strong>(<em>Lukas 2:8-20<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nNatal merupakan peristiwa yang dipenuhi dengan sukacita. Ada sukacita Zakharia dan Elisabet karena Tuhan mendengar doa Zakaria dan Tuhan mengaruniakan seorang anak laki-laki pada saat Elisabet mandul. Tuhan minta agar Zakharia memberi nama Yohanes kepada anaknya. Kelak anak ini akan mempersiapkan jalan bagi Tuhan Yesus. Ada sukacita Maria dan Yusuf suaminya karena Allah memilih Maria untuk mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan Yesus yang disebut Anak Allah. Dan hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan dengan judul Sukacita Surgawi, Sukacita karena Allah memberitakan kesukaan besar. Mungkin banyak di antara kita bisa menceritakan dengan runtut kisah yang tertulis di Lukas 2:8-20. Tetapi saat ini mari kita melihat lebih dalam lagi, yaitu memperhatikan. peristiwa lawatan malaikat surgawi kepada para gembala di padang. Mari memperhatikan Lukas 2:8: &#8220;Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam&#8221;, Kalau ini sebuah film atau sandiwara, suasana panggung ayat 6-7 berubah pada ayat 8. Ayat 6 dan 7 memaparkan bahwa: &#8220;Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan la melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.&#8221; Yesus dilahirkan di Betlehem yaitu sekitar pinggiran kota Betlehem. Kota Betlehem adalah kota kecil. Penduduknya kurang dari 1.000 orang. Bahkan ada yang menyatakan bahwa pada zaman Yesus penduduk Betlehem cuma sekitar 300 orang. Namun kota kecil Betlehem ini seperti sebuah desa kecil yang digunakan Tuhan menjadi tempat kelahiran Yesus, sesuai dengan Nubuat Nabi MIKHA yang tertulis di Mikha 5:2-3: &#8220;Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.&#8221; Allah tidak memilih kota Roma, atau Athena atau bahkan Yerusalem melainkan kota Betlehem sebagai tempat Yesus dilahirkan, karena sudah dinubuatkan atau direncanakan oleh Allah sejak dahulu kala, Sekarang mari memperhatikan Lukas 2:8: &#8220;Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam&#8221;. Gembala adalah kelompok orang yang dianggap najis oleh orang Yahudi karena pekerjaan mereka kotor. Mereka dianggap satu tingkat lebih tinggi dari orang yang berpenyakit kusta. Dalam masyarakat kuno gembala ditempatkan sangat rendah. Mereka bagaikan orang buangan. Saudara tahu bahwa dalam Kitab Kejadian 46:33-34 kita membaca ketika Yusuf membawa saudara-saudaranya untuk menghadap Firaun, dia memberitahukan saudara-saudaranya demikian: &#8221; Apabila Firaun memanggil kamu dan bertanya: Apakah pekerjaanmu? maka jawablah: Hamba-hambamu ini pemelihara ternak, sejak dari kecil sampai sekarang, baik kami maupun nenek moyang kami dengan maksud supaya kamu boleh diam di tanah Gosyen.&#8221; &#8211; Sebab segala gembala kambing domba adalah suatu kekejian bagi orang Mesir.&#8221; Tidak jauh berbeda dengan pandangan agama Yahudi. Jika seseorang bersentuhan dengan seorang gembala, maka orang itu menjadi najis dan harus mengadakan upacara pentahiran. Gembala seringkali tidak dipercayai. Seorang gembala tidak boleh menjadi saksi dalam pengadilan. Jadi sama sekali tidak menyenangkan berprofesi sebagai gembala. Hal ini juga disebabkan karena gembala tidak berpendidikan, jadi tidak diperlukan ijasah atau sertifikat, khususnya sertifikat dalam hukum Musa \/ Torat untuk menjadi seorang gembala. Karena itu gembala sangat diremehkan. Itu menurut pandangan masyarakat dan pandangan agama. Tetapi tidak demikian dengan firman Tuhan. Dalam Alkitab banyak gembala yang sangat dihormati. Abraham, seorang gembala, Musa seorang Gembala, Daud yang kemudian menjadi raja Israel adalah seorang gembala, juga Nabi Amos adalah seorang gembala. Tuhan Yesus menyebut diri-Nya sebagai Gembala Yang baik. DIA mengenal nama-nama setiap doma-domba-Nya. Dalam Yohanes 10:11 Tuhan Yesus berfirman: &#8220;Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya&#8221;. Dan pada saat Yesus lahir, gembala-lah yang pertama mendengar berita sukacita surgawi langsung dari malaikat Tuhan. Jadi Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, berbahagialah Saudara yang telah mendengar Injil dan. menerima Tuhan Yesus lahir di hati Saudara.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDi daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: &#8220;Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa Hari ini telah&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":8350,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8348"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8353,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8348\/revisions\/8353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}