{"id":8185,"date":"2023-11-15T21:24:51","date_gmt":"2023-11-15T14:24:51","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=8185"},"modified":"2023-11-15T21:24:51","modified_gmt":"2023-11-15T14:24:51","slug":"srhi-16-nov-23-menjadi-orang-percaya-yag-rendah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/11\/15\/srhi-16-nov-23-menjadi-orang-percaya-yag-rendah-hati\/","title":{"rendered":"SRHI 16 NOV 23 &#8211; MENJADI ORANG PERCAYA YAG RENDAH HATI"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201c<\/strong><\/em><strong><em>Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: &#8220;Aku bukan Mesias.<\/em><\/strong><cite><strong>(<em>Yohanes 1:20<\/em>)<\/strong><\/cite><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nRendah hati dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya, hal (sifat) tidak sombong atau tidak angkuh. Ketika seorang mencapai kesuksesannya secara pribadi atau sedang berada di puncak kesuksesan. Sudah bukan hal yang biasa apabila melihat orang yang sukses menyombongkan diri ataupun angkuh atas pencapaiannya. Akan tetapi Firman Tuhan dalam alkitab baik dalam Perjanjian Lama hingga perjanjian Baru, sering mengingatkan agar kita sebagai orang percaya senantiasa rendah hati. Dalam Mazmur 25:9;149:4, Yakobus 4:6<sub>b<\/sub>, Filipi 2:3-4, dan masih banyak lainnya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam nast ini kita melihat bagaimana Yohanes memberikan kesaksian bahwa dirinya merupakan utusan yang mendahului Yesus, untuk membukakan jalan bagi Kristus, dan tidak seharusnya dirinya di sanjung ataupun di cari oleh orang banyak.. Yohanes tidak menggunakan kesempatan itu untuk kesenangan dirinya, atau hanya untuk kepopuleran dirinya sendiri. Ia berkata jujur bahwa haruslah Tuhan yang di permulyakan. Kerendahan hati Yohanes menjadi teladan bagi kita umat percaya, dalam pelayanan yang kita lakukan baiklah kita menjaga diri dan tetap bersikap rendah hati. Jangan sampai oleh karena mendapat kepercayaan pelayanan yang besar dalam gereja kita menjadi sombong, angkuh. Baiklah tetap menjaga keharmonisan antar sesama orang percaya dengan bersikap rendah hati, sesuai dengan Firman Tuhan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<h5><em><span style=\"color: blue;\">(KS16112023)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>BerBerdoa mengucap syukur atas hujan yang Tuhan Yesus berikan untuk daerah Jakarta dan sekitar sehingga banyak daerah yang mengalami kekeringan air dapat tercukupi;<\/li>\n<li>Berdoa bagi 3 Paslon yang telah mengambil nomor urut Pilpres dan masing-masing dapat mengikut setiap tahapan dalam Pilpres dengan rukun dan damai;<\/li>\n<li>Berdoa bagi setiap Panitia yang ada di GBIK yang saat ini sedang menyusun acara dan anggaran untuk tahun 2024, Tuhan Yesus memberikan hikmat dan kebijaksanaan dalam mempersiapkan acara.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Doakan Pelayanan Pdm. Bima Iryanto dan Istri<\/li>\n<li>Berdoa untuk jemaat yang saat ini merantau bekerja di luar negeri dan di dalam negeri<\/li>\n<li>Doakan ibu Ega Kornelia (istri GS) yang sedang hamil, agar ibu dan kandungannya sehat<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cIa mengaku dan tidak berdusta, katanya: &#8220;Aku bukan Mesias.(Yohanes 1:20) Rendah hati dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya, hal (sifat) tidak sombong atau tidak angkuh. Ketika seorang mencapai kesuksesannya secara pribadi atau sedang berada di puncak kesuksesan. Sudah bukan hal yang biasa apabila melihat orang yang sukses menyombongkan diri ataupun angkuh atas pencapaiannya. Akan tetapi&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":5280,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8185"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8194,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8185\/revisions\/8194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}