{"id":7885,"date":"2023-09-07T22:00:37","date_gmt":"2023-09-07T15:00:37","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=7885"},"modified":"2023-09-07T21:58:39","modified_gmt":"2023-09-07T14:58:39","slug":"srhi-8-sep-23-yesus-mengembalikan-fungsi-bait-allah-matius-211-17","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/09\/07\/srhi-8-sep-23-yesus-mengembalikan-fungsi-bait-allah-matius-211-17\/","title":{"rendered":"SRHI 8 SEP 23 &#8211; YESUS MENGEMBALIKAN FUNGSI BAIT ALLAH (Matius 21:1-17)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cLalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: &#8220;Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.&#8221; Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya\u201d<br \/>\n<cite> (Matius 21:12-14)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam Kitab Injil Matius 21:1-17 Rasul Matius mencatat beberapa peristiwa menjelang saat terakhir hidup Tuhan Yesus sebelum Ia disalibkan.\u00a0 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, \u00a0Yesus menyuruh dua orang murid-Nya pergi ke kampung dan menemukan seekor keledai betina beserta seekor anaknya,\u00a0 tertambat. \u00a0Yesus menyuruh mereka untuk melepaskan keledai itu dan membawa keduanya kepada Yesus.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMaka pergilah murid-murid itu dan melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka.\u00a0 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. \u00a0Orang-orang \u00a0yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Mereka berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: <strong><em>&#8220;Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!&#8221;<\/em><\/strong> \u00a0Apa yang dialami oleh Tuhan Yesus ini merupakan penggenapan firman Tuhan yang dinubuatkan oleh nabi Zacharia (9:9). Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: <strong><em>&#8220;Siapakah orang ini? Orang banyak itu menyahut: &#8220;Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.&#8221;<\/em><\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nLalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. \u00a0Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: &#8220;Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.&#8221;.\u00a0 Dalam Injil Yohanes 2:14 tertulis<strong><em>:\u00a0 \u201cDalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ\u201d.<\/em><\/strong>\u00a0 Kita bisa membayangkan dan memahami mengapa Tuhan Yesus menjadi marah dan bertindak keras terhadap mereka yang tidak menghormati fungsi Bait Allah. \u00a0\u00a0Mereka menjadikan Bait Allah bagaikan pasar dan bukan tempat untuk beribadah dan berdoa kepada Tuhan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPembaca SRHI yang dikasihi Tuhan,\u00a0 mari berhenti sejenak dan merenungkan bagaimana seharusnya sikap orang Kristen terhadap rumah ibadah. \u00a0Ketika mereka mengikuti ibadah di dalam ruang ibadah \/ gedung gereja, \u00a0menurut pendapat Anda apakah ketika kita sudah berada di dalam ruang ibadah,\u00a0 kita masih bebas bercakap-cakap dengan orang lain atau seharusnya kita menenangkan diri dan menyiapkan hati \u00a0dan pikiran kita untuk berbakti?\u00a0 Menurut pendapat Anda apakah sesudah berada di dalam ruang ibadah kita boleh membuka HP untuk memeriksa WA yang Anda terima atau <em>chating<\/em> dengan teman ?\u00a0 Menurut pendapat Anda, \u00a0apabila sudah berada di dalam ruang ibadah, kita masih boleh\u00a0 menikmati makanan \u00a0atau minuman yang kita bawa dan menikmatinya di dalam ruang ibadah?\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKalau kita merenungkan renungan SRHI hari ini, \u00a0sangatlah jelas Tuhan Yesus menginginkan kita\u00a0 menggunakan ruang ibadah sebagai tempat untuk menyembah dan beribadah kepada Tuhan.\u00a0 Menjadikan ruang ibadah \u00a0sebagai rumah doa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda satu hal lagi yang Tuhan Yesus lakukan dalam Bait Alah setelah membersihkan Bait Allah dari para pedagang.\u00a0 Firman Tuhan dalam Matius 21: 14, 15 memaparkan: <strong><em>\u00a0\u201cMaka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. Tetapi ketika imam-imam kepala serta ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak\u00a0 \u00a0yang berseru dalam Bait Allah: &#8220;Hosana bagi Anak Daud!&#8221;. \u00a0Hati mereka menjadi sangat jengkel\u201d.<\/em>\u00a0 \u00a0Terlihat dengan nyata bahwa <\/strong>Tuhan Yesus menjadikan Bait Allah sebagai tempat untuk menyembuhkan orang \u00a0dan juga tempat untuk menyanyi dan memuji Tuhan<strong><em>.<\/em><\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMarilah kita menjadikan rumah ibadah sebagai tempat untuk beribadah kepada Tuhan serta tempat pemulihan bagi setiap orang.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: blue;\">(JET08092023)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Para Pendeta dan Hamba Tuhan beserta keluarga mereka yang melayani jemaat di cabang-cabang GBIK;<\/li>\n<li>Doakan hikmat Tuhan bagi para pemimpin negara ASEAN setelah mengikuti KTT , terus setia mengabdi bagi kesejahteraan bangsa mereka dan memimpin dengan takut akan Tuhan;<\/li>\n<li>Bersyukur telah terlaksana nya KTT ASEAN dengan kondisi yang aman dan bersatu;<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/SEKADAU0923.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\"\/><\/p>\n<li>Doakan Pada bulan September akan memulai kelas baptisan kepada 4 orang, dapat berjalan dan jadi berkat;<\/li>\n<li>Doakan saat ini Jemaat bergumul untuk kerinduan memiliki kolam baptisan;<\/li>\n<li>Berdoa untuk keluarga jemaat dan pribadi yang sudah lama tidak ke gereja.<br \/>\n(Keluarga pak Edy Asin, Pak Harun, Kel Pak Pudi, Kel Pak Yanto, Pak Agus, Pak Anos, Sdr. Eli, Pak Henry Alpius. ( Sering ada tugas pemerintah keluar kota).<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cLalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: &#8220;Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.&#8221; Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3188,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-7885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7885"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7888,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7885\/revisions\/7888"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}