{"id":7852,"date":"2023-08-30T22:02:13","date_gmt":"2023-08-30T15:02:13","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=7852"},"modified":"2023-08-30T22:02:13","modified_gmt":"2023-08-30T15:02:13","slug":"srhi-31-agu-23-tidak-lagi-hidup-dalam-dosa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/08\/30\/srhi-31-agu-23-tidak-lagi-hidup-dalam-dosa\/","title":{"rendered":"SRHI 31 AGU 23 &#8211; TIDAK LAGI HIDUP DALAM DOSA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cDan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia\u201d<br \/>\n<cite> (1 Yohanes 2:2)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKita semua tahu bahwa dosa adalah sebuah fakta yang terjadi juga di dalam kehidupan sebagai manusia (1 Yohanes 1:8), akan tetapi akan ada pengampunan atas dosa yang diakui (1Yohanes 1:9). Yohanes mengingatkan dengan serius agar memperhatikan masalah dosa, dan berharap mereka tidak berbuat dosa ayat 1. Karena dosa dapat merusak persekutuan dengan Allah (1Yohanes 1:6). Ketika menerima karya penebusan dari Tuhan Yesus dan mengaku percaya bahwa Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, pertobatan seharusnya mengubah status manusia dengan dosa. Sehingga tidak lagi dibelenggu oleh dosa melainkan menjadi manusia merdeka, dan persekutuan manusia dengan Allah diperbaharui.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPersekutuan itu akan berbuah pengenalan akan Allah, pemulihan yang telah terjadi tidak membuat kita menjadi seenaknya terhadap Allah. Seharusnya yang terjadi ketika telah menjadi manusia yang merdeka, kita tidak lagi suka dan hidup dalam dosa. Harus di ingat bahwa dosa tidak lagi berkuasa atas kita, akan tetapi dosa akan berusaha terus masuk dalam kehidupan kita. Oleh karena itu tetap wasapada, menjauhkan diri dari dosa, dan hidup sebagaimana Tuhan Yesus hidup. Mendisiplinkam diri dalam persekutuan dengan Allah dan dalam ketaatan kepada Allah.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBaiklah saat ini, kita menyadari bagaimana seharusnya hidup sebagai orang percaya dalam kasih Allah yang telah memerdekakan kita. Setiap orang yang mengenal Allah akan bertumbuh dalam kebenaran oleh karena Allah adalah benar. Bukan berarti ia akan tanpa dosa, melainkan hidup dan bergerak berdasarkan Allah. &#8220;<em>Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup ( 1 Yohanes 2:6)&#8221;<\/em><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: blue;\">(KS31082023)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Bersyukur untuk jawaban dari Tuhan untuk doa yang kita naikkan;<\/li>\n<li>Doakan lingkungan tempat tinggal kita;<\/li>\n<li>Doakan para murid SM yang sudah lama tidak hadir diberikan kerinduan untuk belajar Firman Tuhan bersama tiap hari minggu.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa CABANG EKLESIA PELITA, Halmahera Utara<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Mengucap Syukur kegiatan gereja di bulan lalu berjalan dengan baik;<\/li>\n<li>Mengucap syukur ada persembahan kasih untuk pembelian lahan gereja;<\/li>\n<li>Doakan jemaat tetap setia dalam beribadah dan mengikut Tuhan, bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan menjadi berkat dalam masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia\u201d (1 Yohanes 2:2) Kita semua tahu bahwa dosa adalah sebuah fakta yang terjadi juga di dalam kehidupan sebagai manusia (1 Yohanes 1:8), akan tetapi akan ada pengampunan atas dosa yang diakui (1Yohanes 1:9). Yohanes mengingatkan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":7193,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-7852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7852"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7856,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7852\/revisions\/7856"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}