{"id":7823,"date":"2023-08-22T22:00:31","date_gmt":"2023-08-22T15:00:31","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=7823"},"modified":"2023-08-22T22:05:48","modified_gmt":"2023-08-22T15:05:48","slug":"srhi-23-agu-23-tuhan-pahlawanku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/08\/22\/srhi-23-agu-23-tuhan-pahlawanku\/","title":{"rendered":"SRHI 23 AGU 23 &#8211; TUHAN, PAHLAWANKU!"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cTetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!\u201d<br \/>\n<cite> (Yeremia 20:11 ITB)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nIndonesia sangat dibantu oleh para pahlawan yang dengan rela bahkan hingga menyerahkan nyawanya untuk mencapai tujuan menjadi bangsa yang merdeka. Ada banyak pahlawan di masing-masing daerah di seluruh Indonesia. Dengan segala kesederhanaan mereka, berjuang mengerahkan pikiran, tenaga serta segala upaya demi memperoleh kemerdekaan itu. Mulai yang muda, tua, kaya, miskin, laki-laki, perempuan, berpendidikan ataupun tidak, semua berjuang bersama-sama. Seperti Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Kapten Patimura, Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, Raden Ajeng Kartini, jenderal Soedirman, dan masih banyak lagi. Perjuangan para pahlawan bersama seluruh rakyat membela Indonesia, berbuah kemerdekaan yang sangat diimpikan. Demikian pentingnya keberadaan para pahlawan itu bagi Indonesia.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam renungan SRHI beberapa waktu yang lalu, kita diminta menjadi pembawa berita. Jika Yesaya saat itu diberikan berita sukacita, berita baik, berita keselamatan yang pasti sangat dinantikan banyak orang (Yesaya 52:7-10), namun dalam nas kita hari ini kita dapat melihat dalam konteks dekat di ayat-ayat dan perikop sebelumnya, Yeremia mendapat tugas untuk menjadi pembawa berita juga. Bukan berita sukacita, berita baik, berita bahagia, namun sebuah berita tentang hukuman dari Allah bagi sebuah bangsa <em>(Yeremia 19:1-20:6)<\/em>.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPasti akan sangat berbeda, ketika berita yang kita bawa dan sampaikan adalah berita yang sangat tidak diinginkan oleh si penerima berita itu. Seperti seorang dokter menyampaikan kepada pasiennya bahwa hidupnya tidak lama lagi. Pastilah akan mengalami penolakan, hujatan bahkan perlakuan-perlakuan yang tidak menyenangkan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDemikianlah yang dialami oleh Yeremia, ketika dia menyampaikan pesan Allah kepada bangsa Yehuda dan Yerusalem. Sebuah penghukuman karena segala tindakan mereka yang masih saja tidak berkenan kepada Allah. Sehingga, bangsa itu sangat menolak Yeremia, bahkan seorang imam yang menjadi kepala rumah ibadat pun dengan sangat keras melawan Yeremia. Yeremia dipukul, dipasung dan dianiaya, namun ia tetap dengan setia menyampaikan berita dari Allah itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYeremia tidak lari, tidak mencari sahabat-sahabatnya, saudara-saudaranya atau orang lain untuk mendapatkan pertolongan. Yeremia tahu benar, Pribadi yang dapat dia andalkan dalam kehidupannya. Karena Yeremia membawa berita dari Allah, ia yakin dan percaya bahwa Allah adalah sumber pertolongan baginya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam ayat yang ke 7-10, Yeremia berseru kepada Allah yang mengutusnya, demikian:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #3366ff;\"><strong><em><sup>7<\/sup><\/em><\/strong><em>Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. <strong><sup>8<\/sup><\/strong>Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: &#8220;Kelaliman! Aniaya!&#8221; Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. <strong><sup>9<\/sup><\/strong>Tetapi apabila aku berpikir: &#8220;Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya&#8221;, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup. <strong><sup>10<\/sup><\/strong>Aku telah mendengar bisikan banyak orang: &#8220;Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!&#8221; Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: &#8220;Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!&#8221; (ITB)<\/em><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDitengah pergumulan yang ia hadapi, Yeremia berseru kepada Allah. Ketika tidak ada manusia yang dapat dia andalkan dalam hidupnya untuk membantu menyelesaikan segala hal yang dia alami, Yeremia datang ke Pribadi yang benar. Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya, anak-anak-Nya yang dikasihi-ya. Allah akan menjadi pembela bagi mereka yang Dia utus menjadi pembawa berita kebenaran bagi bangsa-bangsa. Sehingga Yeremia bisa dengan yakin berkata:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #3366ff;\"><em>Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah (Yeremia 20:11a ITB)<\/em><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #3366ff;\"><em>Tetapi Engkau, ya TUHAN, di pihakku; Engkau sangat kuat lagi perkasa.\u00a0 (Yeremia 20:11a BIS)<\/em><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cukuplah Allah saja yang menjadi pembela kita, menjadi pahlawan bagi kita, maka segala perkara kita akan selesai. Allah akan berperkara untuk kita, orang-orang yang dikasihi-Nya dan yang menjadi utusan-Nya membawa berita bagi semua umat manusia.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi, jangan pernah takut, jangan pernah gentar, dan tetaplah setia mengabarkan kebenaran bagi seluruh bangsa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAmin, Tuhan Yesus memberkati <\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: blue;\">(NAK23082023)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa bagi bangsa dan negara Indonesia, dari presiden, wakil presiden, para menteri, gubernur, bupati, camat, lurah, kepala desa agar dapat menjalankan tugas dengan baik, takut akan Tuhan dan hasil kerjanya dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia;<\/li>\n<li>Berdoa untuk Klinik Siloam GBIK, dengan program yang dimiliki dapat membawa manfaat bagi jemaat yang sakit dan yang memerlukan konsultasi kesehatan. Berdoa agar para petugasnya tetap setia dalam pelayanan, untuk kemuliaan nama Tuhan;<\/li>\n<li>Berdoa bagi Gereja Cabang, Pos PI, TPW, KPW, yang saat ini berada di bawah tanggung jawab GBIK agar dapat menjalankan kegiatannya dengan baik, lancar, tercukupi segala kebutuhan dan Injil dapat terus diwartakan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SEBETUNG, Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Mengucap Syukur Kegiatan gereja selama bulan Juli berjalan dengan lancar;<\/li>\n<li>Doakan pelayanan Pdm.Darto Eran agar terus setia dan dipimpin hikmat Tuhan dalam menggembalakan jemaat;<\/li>\n<li>Doakan pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani para jemaat.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cTetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!\u201d (Yeremia 20:11 ITB) Indonesia sangat dibantu oleh para pahlawan yang dengan rela bahkan hingga menyerahkan nyawanya untuk&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":7396,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-7823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7823"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7825,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7823\/revisions\/7825"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}