{"id":7687,"date":"2023-07-16T22:53:40","date_gmt":"2023-07-16T15:53:40","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=7687"},"modified":"2023-07-16T22:53:40","modified_gmt":"2023-07-16T15:53:40","slug":"srhi-17-jul-23-setialah-kepada-allah-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/07\/16\/srhi-17-jul-23-setialah-kepada-allah-yang-benar\/","title":{"rendered":"SRHI 17 JUL 23 &#8211; SETIALAH KEPADA ALLAH YANG BENAR!"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201c9Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka\u201d<br \/>\n(BILANGAN 14:9 ITB)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSetia, sebuah kata yang sangat sulit diucapkan, namun sangat sulit dilakukan. Dalam kehidupan ini, kesetiaan itu akan selalu diperhadapkan kepada godaan yang akan membuat kita berubah setia. Sampai-sampai ada sebuah kalimat yang menyatakan hal ini, \u201changat-hangat tahi ayam\u201d. Artinya adalah melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh hanya pada permulaan atau awal saja. Lama kelamaan, ditinggalkan apabila sudah mula bosan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDemikiankah kita dalam kehidupan ke Kristenan kita? Hari ini kita akan belajar dari bangsa Israel yang menjadi berubah setia. Bangsa itu justru menghujat Allah yang sudah membawa mereka keluar dari tanah perbudakan, menuju tanah perjanjian.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam ayat 2-3 diceritakan bagaimana bangsa itu menghujat Allah:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #0000ff;\"><strong><em><sup>2<\/sup><\/em><\/strong><em>Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: &#8220;Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! <strong><sup>3<\/sup><\/strong>Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?&#8221;<\/em><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJika kita perhatikan kisah sebelumnya, bahwa bangsa Israel ini sudah sedemikian lama dan jauh dipimpin, disertai, dilindungi, dan diberkati oleh Allah dalam sepanjang perjalanan mereka dari tanah Mesir menuju negeri perjanjian. Namun, ketika mereka hendak memasuki tanah Kanaan, yang sudah dijanjikan sebagai milik pusaka mereka oleh Allah, mereka justru lupa atas segala hal yang Allah sudah kerjakan bagi mereka sepanjang perjalanannya sampai ke tanah Kanaan itu. ketika diperhadapkan kepada negeri yang berisi orang-orang raksasa, mereka justru menghujat Allah. Sedemikian takutnya dan gentarnya mereka akan masalah yang ada di hadapan mereka, sehingga mereka menghujat Allah yang sudah luar biasa menyertai mereka.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSama seperti bangsa Israel yang justru memberontak kepada Allah dan menghujat-Nya, banyak orang Kristen yang memberontak dan menghujat Allah. Padahal perbuatan-perbuatan ajaib yang Allah lakukan dalam hidup mereka tidak kurang nyata bagi mereka. Namun itu semua tidak membuat mereka tetap setia kepada Allah.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYosua, sebagai seorang yang juga diutus Musa untuk mengintai tanah Kanaan, mengingatkan seluruh bangsa Israel, bahwa mereka harus melihat dari sisi Allah. Bukan sisi manusia yang hanya melihat betapa besarnya masalah yang ada di hadapan mereka, namun melihat berkat yang ada di balik masalah itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #0000ff;\"><strong><em><sup>6<\/sup><\/em><\/strong><em>Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, <strong><sup>7<\/sup><\/strong>dan berkata kepada segenap umat Israel: &#8220;Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. <strong><sup>8<\/sup><\/strong>Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (Bilangan 14:6-8)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam ayat di atas kita dapat melihat, bahwa Yosua dan Kaleb menilai bahwa masalah yang diperhadapkan kepada mereka bukanlah sesuatu yang lebih besar dari Tuhan yang mereka sembah. Karena jika Tuhan sudah berkehendak untuk bangsa itu masuk ke tanah Kanaan, maka akan terjadi. Hanya saja ada syarat yang harus dilakukan oleh bangsa itu, yaitu setia.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #0000ff;\"><strong><em><sup>9<\/sup><\/em><\/strong><em>Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.&#8221; (Bilangan\u00a014:9 ITB)<\/em><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em>\u00a0<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em>Janganlah melawan TUHAN, dan jangan takut terhadap orang-orang yang tinggal di negeri itu, sebab dengan mudah kita akan mengalahkan mereka. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, dan TUHAN menyertai kita. Jadi, janganlah takut.&#8221; (Bilangan14:9\u00a0BIS)<\/em><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDengan tetap setia, tidak memberontak, tidak melawan Tuhan dan jangan takut terhadap masalah-masalah yang ada di hadapan kita, maka Tuhan Allah akan memberkati segala langkah kita untuk mendapatkan janji Tuhan itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAmin, Tuhan Yesus memberkati<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: blue;\">(NAK17072023)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mengucap syukur atas terlaksananya ibadah Minggu Pagi 1,2 dan Sore serta Sekolah Minggu dan Harmoni, kiranya jemaat diberkati;<\/li>\n<li>Doakan kegiatan Gereja pada hari selasa PBI dan WBI supaya para pelayan dapat mempersiapkan diri dengan baik dan jemaat banyak yang mengikuti;<\/li>\n<li>Berdoa untuk anak-anak yang sudah masuk sekolah supaya dapat menyesuaikan diri dengan baik.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Halmahera<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Berdoa untuk Kedewasaan jemaat semakin bertumbuh;<\/li>\n<li>Berdoa supaya Tuhan tolong berikan jalan untuk Weda bisa segera dibuka melalui caraNya Tuhan. Jemaat yang diminta tolong untuk membantu di awal supaya memberikan keputusan yang terbaik;<\/li>\n<li>Berdoa juga untuk KPW Berea (Tobelo Kota) yang saat ini Bpk. Fredy layani, supaya Tuhan tolong agar berkembang dan banyak jiwa yang bisa dimenangkan. Supaya bisa menjadi TPW selanjutnya di Halmahera Utara.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201c9Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka\u201d (BILANGAN 14:9 ITB) Setia, sebuah kata yang sangat sulit diucapkan, namun sangat sulit dilakukan. Dalam kehidupan ini, kesetiaan itu akan selalu diperhadapkan kepada&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4745,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-7687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7687"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7688,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7687\/revisions\/7688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}