{"id":7633,"date":"2023-07-02T22:54:24","date_gmt":"2023-07-02T15:54:24","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=7633"},"modified":"2023-07-02T22:54:34","modified_gmt":"2023-07-02T15:54:34","slug":"srhi-3-jul-23-jangan-terkontaminasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/07\/02\/srhi-3-jul-23-jangan-terkontaminasi\/","title":{"rendered":"SRHI 3 JUL 23 &#8211; JANGAN TERKONTAMINASI!"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.&#8221;<br \/>\n<cite> (LUKAS 12:1)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam kehidupan sehari-hari kita, kita pasti sering menjumpai pemanfaatan ragi. Khususnya dalam produk-produk makanan yang juga sering kita konsumsi. Seperti pada makanan olahan roti, tapai, tempe, dan lain sebagainya. Jika dipikir-pikir, sebenarnya ada banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan dari penggunaan ragi. Namun, kenapa Yesus sampai menyampaikan kepada murid-murid-Nya untuk mewaspadai ragi? Seperti yang tertulis dalam Lukas 12:1b:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em>&#8220;Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. (ITB)<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><em>&#8220;Hati-hatilah terhadap ragi orang Farisi, maksud-Ku, kemunafikan mereka. (BIS)<\/em><\/span>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTernyata yang Yesus maksudkan bukanlah sekedar ragi secara harfiah, namun yang Ia maksud adalah kemunafikan orang-orang Farisi. Jika kita melihat dari bahasa aslinya, ragi berasal dari kata \u03b6\u1f7b\u03bc\u03b7\u03c2 (z\u00fcm\u0113s) dari kata dasar \u03b6\u1f7b\u03bc\u03b7 (zum\u00e9), yang dapat diartikan sebagai ragi atau secara metaforis dianggap sebagai korupsi mental dan moral yang merajalela, dilihat dari kecenderungannya dapat menulari orang lain. Sedangkan kemunafikan, berasal dari kata \u1f51\u03c0\u03cc\u03ba\u03c1\u03b9\u03c3\u03b9\u03c2 (h\u00fcpokrisis), yang dapat diartikan sebagai akting, penipuan atau kemunafikan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nRagi jenis ini sangat berbeda dengan ragi yang biasa kita gunakan dalam olahan makanan maupun minuman. Ragi yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan iman kita sebagai orang percaya. Namun keduanya baik ragi yang kita gunakan dalam makanan maupun minuman dengan ragi orang-orang Farisi, memiliki kesamaan dalam hal cara kerjanya, yang adalah memecah dan merusak.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nRagi yang kita gunakan untuk membuat roti, tugasnya adalah memecah gula dan kandungan pati yang ada (karbohidrat dengan rumus kimia C<sub>x<\/sub>H<sub>y<\/sub>O<sub>z<\/sub>) menjadi gas CO<sub>2<\/sub> yang akan membuat roti mengembang. Ragi yang kita gunakan untuk membuat tapai\/tape, tugasnya adalah memecah kandungan gula dan karbohdirat yang kompleks menjadi karbohidrat yang lebih sederhana dan rasanya lebih manis. Ragi yang kita gunakan dalam proses fermentasi anggur atau wine, tugasnya adalah mendestruksi, merusak atau memecah gula dan karbohidrat yang ada ada (dengan rumus kimia C<sub>x<\/sub>H<sub>y<\/sub>O<sub>z<\/sub>) menjadi alkohol (biasanya Etanol C<sub>2<\/sub>H<sub>5<\/sub>OH) dengan kadar tertentu, karena ragi itu akan berhenti bekerja pada kadar alkohol tertentu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSifatnya yang merusak dan memecah inilah yang harus kita waspadai. Demikianlah juga kebiasaan-kebiasaan orang-orang Farisi yang harus kita waspadai dalam hidup kita. Jangan sampai kita terkontaminasi oleh ragi jenis ini, yang dapat memecah, merusak dan menghancurkan iman kepercayaan kita. Yang juga selalu memiliki kecenderunganakan menular kepada orang-orang di sekitarnya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari menjaga diri kita dari kontaminasi ragi yang seharusnya tidak ada dalam kehidupan iman percaya kita. Biarlah iman kita terus bertumbuh dan menghasilkan berkat bagi orang-orang disekitar kita, tidak seperti orang-orang Farisi.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAmin, Tuhan Yesus memberkati<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: blue;\">(NAK03072023)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mengucap Syukur Ibadah hari Minggu dan Perjamuan Tuhan pada Pagi 1, 2 dan Ibadah Sore berjalan dengan Baik;<\/li>\n<li>Berdoa Untuk Korban Gempa Bumi yang melanda di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, kiranya para korban diberi kekuatan dan kesabaran oleh Tuhan;<\/li>\n<li>Berdoa untuk Pemerintah Daerah dan pemerintah Pusat dalam menangani Gempa di Yogyakarta.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Doakan saat ini Gereja membutuhkan kolam baptisan;<\/li>\n<li>Kegiatan SIL akan dilakasanakan pada bulan Juli 2023 setelah masuk tahun ajaran baru sekolah;<\/li>\n<li>Mengucap syukur ada baptisan untuk 2 orang anggota baru : Sdri Novi, Sdri Yemima.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.&#8221; (LUKAS 12:1) Dalam kehidupan sehari-hari kita, kita pasti sering menjumpai pemanfaatan ragi. Khususnya dalam produk-produk makanan yang juga sering kita konsumsi. Seperti pada makanan olahan roti, tapai, tempe, dan lain sebagainya. Jika dipikir-pikir, sebenarnya ada banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan dari penggunaan ragi. Namun, kenapa Yesus&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4840,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-7633","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7633","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7633"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7633\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7634,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7633\/revisions\/7634"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}