{"id":7532,"date":"2023-06-11T21:59:42","date_gmt":"2023-06-11T14:59:42","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=7532"},"modified":"2023-06-11T21:59:42","modified_gmt":"2023-06-11T14:59:42","slug":"srhi-12-jun-23-kehendak-tuhan-laksanakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/06\/11\/srhi-12-jun-23-kehendak-tuhan-laksanakan\/","title":{"rendered":"SRHI 12 JUN 23 &#8211; KEHENDAK TUHAN, LAKSANAKAN!"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u2026&#8221;Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.&#8221;<br \/>\n<cite> (MATIUS 26:39)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kehidupan kita, pasti ada banyak sekali keinginan. Dalam segala hal, entah di pekerjaan, studi, keinginan pribadi, ataupun yang lainnya. Pastilah dalam benak kita, sangat mengharapkan supaya keinginan kita itu dapat terpenuhi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti ketika kita melihat seorang anak kecil, ingin sebuah mainan, atau makanan yang dia suka, namun tidak dapat dipenuhi oleh orang tuanya. Seringkali sang anak ini akan menangis bahkan sembari memaksa supaya orang tuanya dapat memenuhi keinginannya itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernahkah kita, dalam hidup kita diperhadapkan dengan kondisi yang membuat keinginan kita itu harus kita urungkan, atau kita korbankan? Misalkan dalam hal sederhana saja, seperti ketika hari Minggu. Setelah satu pekan beraktifitas, bekerja, sekolah dan melakukan banyak tugas, banyak orang akan menggunakan waktu di akhir pekan untuk berlibur atau menyenangkan diri mereka sendiri. Namun, kita sebagai orang Kristen harus melakukan kehendak Tuhan, dimana kita masih harus ke gereja dulu, beribadah dulu atau bahkan melayani terlebih dahulu. Apakah kita akan memilih untuk memenuhi keinginan kita, atau mau melakukan kehendak Tuhan dulu, setelah itu baru memenuhi keinginan kita?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuhan Yesus sudah memberikan kepada kita satu teladan yang sangat luar biasa. Dalam tugas-Nya menjalankan kehendak Tuhan, Tuhan Yesus harus berhadapan dengan suatu penderitaan yang sangat berat, bahkan harus mati. Dalam keadaan-Nya yang adalah 100 % manusia, Ia mau supaya Ia tidak harus merasakan penderitaan itu. Namun, sebagai hamba Tuhan, Ia lebih memilih untuk melakukan kehendak Tuhan walaupun berarti harus merasakan hal yang sangat berat dalam hidup-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u2026 &#8220;Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.&#8221; (Mat\u00a026:39\u00a0ITB)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cjanganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki\u201d (ITB), \u201cjangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja\u201d (BIS). Sebuah pernyataan luar biasa yang Yesus sampaikan. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada otoritas kehendak Tuhan di atas segala kehendak kita. Namun, dengan anugerah kehendak bebas yang kita miliki, maukah kita tetap mendahulukan kehendak Tuhan itu di atas kehendak atau keinginan kita? Ketika kehendak dan keinginan kita berbeda dengan kehendak Tuhan, apakah kita masih mau menjalankan kehendak Tuhan itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari, senantiasa belajar melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Sama seperti Yesus yang sudah meneladankan kepada kita, bagaimana dengan sempurna melakukan kehendak Tuhan dalam hidup-Nya. Biarlah Tuhan, melalui Roh Kudus-Nya senantiasa menguatkan, memampukan dan membimbing kita terus dapat melakukan kehendak Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amin, Tuhan Yesus memberkati<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: blue;\">(NAK12062023)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa GBIK:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Jemaat GBIK dapat menikmati berkat jasmani maupun berkat rohani yang sudah Tuhan  berikan dan tetap berharap dan bersandar penuh kepada Kristus sebagai sumber kehidupan yang sejati;<\/li>\n<li>Doakan Pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan Keamanan dan Ketertiban menjelang Pemilihan Umum 2024 melalui TNI dan POLRI dan Lembaga Pemerintah dapat terus kerja sama mengamankan wilayah NKRI dengan baik sehingga masyarakat merasakan ketentraman;<\/li>\n<li>Berdoa supaya anak-anak Tuhan dapat menjadi teladan di lingkungan sekitarnya masing-masing, baik tingkah laku, ucapan maupun tulisannya di media sosial supaya nama Tuhan Yesus dipermuliakan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa GBIK Cabang Sebetung, Belintang Hulu Kalimatan Barat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Doakan pelayanan dan kesehatan Pdm. Darto Eran dan keluarga;<\/li>\n<li>Berdoa untuk kesetiaan dan pelayanan Jemaat cab Sebetung.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u2026&#8221;Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.&#8221; (MATIUS 26:39) Dalam kehidupan kita, pasti ada banyak sekali keinginan. Dalam segala hal, entah di pekerjaan, studi, keinginan pribadi, ataupun yang lainnya. Pastilah dalam benak kita, sangat mengharapkan supaya keinginan kita itu dapat terpenuhi&#8230;.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3526,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-7532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7532"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7532\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7540,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7532\/revisions\/7540"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}