{"id":7370,"date":"2023-05-07T22:15:56","date_gmt":"2023-05-07T15:15:56","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=7370"},"modified":"2023-05-07T22:16:51","modified_gmt":"2023-05-07T15:16:51","slug":"srhi-8-mei-23-tanpa-batas-waktu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/05\/07\/srhi-8-mei-23-tanpa-batas-waktu\/","title":{"rendered":"SRHI 8 MEI 23 &#8211; TANPA BATAS WAKTU! (Matius 24:35)"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>&#8220;Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu&#8221;<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Matius 24:35 ITB)<\/h4>\n<p>\u201c<em>Takkan selamanya tanganku mendekapmu, takkan selamanya raga ini menjagamu, jiwa yang lama segera pergi, bersiaplah para pengganti<\/em>\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDi atas adalah penggalan lirik dari sebuah lagu yang cukup terkenal beberapa tahun yang lalu, berjudul \u201cTak Ada Yang Abadi\u201d. Diciptakan dan dipopulerkan oleh seorang musisi ternama, bernama Nazril Irham atau dikenal dengan nama Ariel. Hal yang serupa, sudah pernah disampaikan jauh sebelum Ariel menciptakan lagu tersebut oleh seorang penulis Alkitab yang Tuhan Allah pakai secara luar biasa, iya, raja Salomo. Seorang raja yang penuh dengan hikmat dari Allah. Dituliskan dalam Pengkhotbah 3:1 :\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nUntuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. (ITB)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi sudah sangat jelas dan pasti, tidak ada sesuatupun di dunia ini yang sifatnya kekal. Baik dahulu, sekarang dan di masa yang akan datang, tidak ada yang abadi. Hal ini membuat kita menyadari bahwa kita tidak bisa menggantungkan harapan, pengertian, pemahaman atau apapun dalam hidup kita kepada segala sesuatu yang ada atau berasal dari dunia ini. Tidak mungkin kita menaruh semua itu kepada satu hal yang bahkan kita tidak tahu keberadaannya sampai kapan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nNamun satu hal yang berbeda juga disampaikan oleh raja Salomo dalam Pengkhotbah 3:14:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<em>Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. <\/em>(ITB)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSegala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya, karena Allah itu adalah kekekalan. Allah sudah ada bahkan sebelum segala sesuatu itu ada. Maka demikian juga apa yang Allah firmankan, adalah kekal.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus sendiri menyampaikan dalam bacaan kita hari ini, dalam Matius 24:35:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<strong><em><sup>35<\/sup><\/em><\/strong><em>Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. <\/em>(ITB)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam bahasa Indonesia sehari-hari diterjemahkan demikian:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<em>Langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku tetap selama-lamanya.&#8221; <\/em>(BIS)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nLangit dan bumi dapat lenyap, karena tidak kekal, namun firman-Nya tetap selama-lamanya. Sekalipun Alkitab kita yang asli (dalam bahasa Ibrani dan Yunani) diilhamkan dan dituliskan jauh sebelum kita ada saat ini, namun semua itu masih tetap berlaku dan relevan dalam kehidupan kita saat ini. Jangan pernah berkata bahwa Alkitab itu sudah ketinggalan jaman. Alkitab adalah sepenuhnya firman Allah yang diilhamkan langsung oleh Roh Allah kepada para penulis yang ada. Maka semua tulisan itu berlaku selama-lamanya, sama seperti perkataan Allah yang berlaku selama-lamanya\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari, kita mengerti dengan benar bahwa Alkitab yang kita miliki saat ini, sekalipun adalah terjemahan, namun itu adalah firman Allah. Firman Allah yang kita miliki dalam wujud Alkitab saat ini, berlaku sejak dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAmin,<br \/>\nTuhan Yesus memberkati<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: blue;\">(NAK08052023)<\/span><\/em><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mengucap syukur atas kebaikan Tuhan karena semua acara Gereja berjalan dengan baik dan lancar;<\/li>\n<li>Mengucap syukur atas semua berkat dan kasih Tuhan kepada jemaat yang dapat mengikuti Sekolah Minggu, Kebaktian anak dan kebaktian pagi dan Sore;<\/li>\n<li>Besyukur kepada Tuhan untuk menggenapi janji-Nya menjadi Juru selamat kita (Yesaya 9:6a).<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cab Gerbang Mutiara, Landak, Kalimantan Barat<\/strong><\/p>\n<ul>\n<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pdt-Timbul-Purwono.jpeg\" alt=\"\" width=\"202\"\/><\/p>\n<li>Mengucap syukur atas kegiatan gereja selama bulan April 2023;<\/li>\n<li>Doakan pelayanan dan kesehatan Pdt Timbul Purwono dan keluarga;<\/li>\n<li>Doakan kesetiaan Jemaat dalam pelayanan dan kesehatan jemaat cab Gerbang Mutiara.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu&#8221; (Matius 24:35 ITB) \u201cTakkan selamanya tanganku mendekapmu, takkan selamanya raga ini menjagamu, jiwa yang lama segera pergi, bersiaplah para pengganti\u201d. Di atas adalah penggalan lirik dari sebuah lagu yang cukup terkenal beberapa tahun yang lalu, berjudul \u201cTak Ada Yang Abadi\u201d. Diciptakan dan dipopulerkan oleh seorang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4569,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-7370","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7370","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7370"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7370\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7376,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7370\/revisions\/7376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}