{"id":7059,"date":"2023-03-02T22:00:13","date_gmt":"2023-03-02T15:00:13","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=7059"},"modified":"2023-03-02T20:05:17","modified_gmt":"2023-03-02T13:05:17","slug":"srhi-3-mar-23-apa-arti-kasih-itu-murah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2023\/03\/02\/srhi-3-mar-23-apa-arti-kasih-itu-murah-hati\/","title":{"rendered":"SRHI 3 MAR 23 &#8211; APA ARTI \u201cKASIH ITU MURAH HATI\u201d (Lukas 10:23-37)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cLalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221;<br \/>\n<cite>(Lukas 10:33-37)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama beberapa hari ini kita merenungkan tentang \u201ckasih itu murah hati\u201d.\u00a0 Apa arti sesungguhnya kasih murah hati itu.\u00a0 Kasih murah hati pasti bukan kasih yang murahan.\u00a0 Bukan pula kasih asal-asalan yang dilakukan dengan setengah hati.\u00a0 Kasih murah hati adalah kasih yang tulus dan sangat mulia, yang penuh dengan pengorbanan. Mari kita melihat satu contoh yang ada dalam\u00a0 Alkitab, yang diceriterakan oleh Tuhan Yesus dan ditulis oleh Lukas dengan pimpinan Roh Kudus dalam Lukas 10:23-37.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam injil tersebut dipaparkan bahwa pada suatu hari seorang ahli Taurat bertanya kepada Tuhan Yesus apa yang harus dia perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal. (<strong><em>Perhatikan yang bertanya adalah seorang ahli hukum Taurat\u2014 orang yang sangat paham tentang hukum \/firman Tuhan)<\/em><\/strong>.\u00a0 Yesus balik bertanya kepadanya, apa yang tertulis dalam hukum Taurat?\u00a0 Apa yang dia baca di sana?\u00a0 Ahli Taurat itu menjawab : &#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri\u201d.\u00a0 Kemudian Tuhan berkata kepadanya: &#8220;Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup\u201d. Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: &#8220;Dan siapakah sesamaku manusia?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu Tuhan Yesus menceriterakan kepadanya tentang seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho.\u00a0 Orang itu jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian\u00a0 datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, <strong><u>tergeraklah hatinya oleh belas kasihan<\/u><\/strong>.\u00a0 Dia pergi kepada orang yang sedang menderita setengah mati itu,\u00a0 lalu merawat serta membalut luka-lukanya.\u00a0 Setelah itu ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri, lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.\u00a0 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: \u201cRawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.\u00a0 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?\u00a0 Dia menjawab: &#8220;Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, dan perbuatlah demikian!&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis yakin bahwa Anda juga setuju akan jawaban ahli Taurat itu.\u00a0 Jadi, Kasih yang murah hati adalah <strong><u>kasih yang dinyatakan dalam perbuatan<\/u>.\u00a0 <u>Rela menolong siapapun yang berada dalam kesukaran dan membutuhkan pertolongan<\/u><\/strong>.\u00a0\u00a0 Perhatikan dalam ayat-ayat ini Tuhan Yesus menyebut orang yang dirampok\u00a0 itu dengan \u201c<em>seorang\u201d, <\/em>\u00a0tidak disebutkan namanya, asal usulnya, pekerjaannya, agamanya atau status sosialnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasih yang murah hati ialah <strong><u>kasih yang diwujudkan dalam tindakan rela berkorban<\/u><\/strong>.\u00a0 Perhatikan orang Samaria yang baik hati itu. Ia\u00a0 rela membawa orang yang dirampok itu ke penginapan.\u00a0 Orang Samaria itu memberi waktunya, tenaganya, uangnya untuk merawatnya. Dia rela berjalan kaki dan orang yang ditolongnya itu dinaikkan ke atas keledai miliknya.\u00a0 Kasih yang murah hati adalah <strong><u>kasih yang memberikan pertolongan sampai tuntas dan tidak mengharapkan balasan<\/u><\/strong>.\u00a0 Cermati juga orang Samaria itu, ketika keesokan harinya\u00a0 dia akan melanjutkan perjalanannya , dia meninggalkan uang sebesar dua dinar, dan memberi pesan kepada pemilik penginapan itu untuk\u00a0 merawat orang Samaria itu. Selanjutnya dia juga berkata jika ia harus menambah biaya\u00a0 lebih dari itu, dia akan menggantinya, waktu dia kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saudaraku pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, marilah kita minta kepada Tuhan,\u00a0 hati yang dipenuhi dengan kasih yang murah hati.<\/p>\n<p><em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET03032023)<\/font><\/em><br \/>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa untuk kesehatan jemaat saat musim penghujan ini supaya terhindar dari sakit penyakit;<\/li>\n<li>Berdoa untuk daerah yang terkena banjir supaya warga yang terdampak tidak terkena sakit dan dapat melewati masa sulit;<\/li>\n<li>Berdoa untuk panitia tolong menolong supaya diberikan hikmat dan kekuatan untuk melaksanakan tugas pelayanannya.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara<\/strong><\/p>\n<ul>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-02-at-2.23.27-PM.jpeg\" width=\"381\" height=\"222\" \/><\/p>\n<li>Doakan kesehatan Keluarga Pdt Lammarua Simamora biaya pendidikan anak anak;<\/li>\n<li>Mengucap syukur atas terlaksananya pelatihan PI;<\/li>\n<li>Doakan supaya jemaat terbeban membawa jiwa-jiwa bagi Tuhan.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cLalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":7065,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-7059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7059"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7064,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7059\/revisions\/7064"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}