{"id":6773,"date":"2022-12-08T22:00:36","date_gmt":"2022-12-08T15:00:36","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=6773"},"modified":"2022-12-08T21:20:09","modified_gmt":"2022-12-08T14:20:09","slug":"srhi-9-des-22-demikianlah-hendaknya-terangmu-bercahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/12\/08\/srhi-9-des-22-demikianlah-hendaknya-terangmu-bercahaya\/","title":{"rendered":"SRHI 9 DES 22 &#8211; DEMIKIANLAH HENDAKNYA TERANGMU BERCAHAYA (Matius 5:14-16)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cDemikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.&#8221;<br \/>\n<cite>(Matius 5:16)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMatius pasal 5 sampai pasal 7 kita kenal sebagai \u201cKhotbah Tuhan Yesus Di Bukit\u201d.\u00a0 Kita sudah sering mendengar khotbah atau renungan dari pasal-pasal tersebut.\u00a0 Mungkin juga judul renungan SRHI hari ini telah pernah Anda baca atau dengar dan merenungkannya.\u00a0 Hari ini penulis ingin kita merenungkan Matius 5:14-16, khususnya ayat 16 lebih mendalam lagi.\u00a0 Judul Renungan ini: \u201cDEMIKIANLAH HENDAKNYA TERANGMU BERCAHAYA\u201d.\u00a0 Hal ini sangat penting.\u00a0 Bukan rahasia umum lagi betapa gelapnya dunia yang kita diami saat ini.\u00a0 Perang Rusia Ukraina masih terus berlangsung walaupun hampir seluruh dunia menyerukan agar perang itu segera berakhir.\u00a0 Hampir seluruh dunia sangat menderita akibat peperangan itu.\u00a0 Ekonomi dunia terancam memasuki masa resesi.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDunia kita juga sangat gelap oleh berbagai kejahatan yang terjadi.\u00a0 Hampir tidak ada tempat yang aman bagi kehidupan manusia. Hal itu terbukti dengan kamera CCTV yang dipasang di mana-mana untuk terus memantau kejahatan yang terjadi.\u00a0 \u00a0Ada banyak hal dalam kehidupan masyarakat kita yang tiga dekade yang lalu tabu untuk dibicarakan, sekarang hal itu tidak lagi menjadi hal yang memalukan. \u00a0Dunia kita sangat gelap.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari perhatikan firman yang diucapkan Tuhan Yesus : <em>\u201cKamu adalah terang dunia\u201d<\/em> (ayat 14). Dalam teks Yunani \u00a0kata \u201ckamu\u201d \u0314\u03bc\u03b5\u03b9\u0301\u03c2 \u00e0<em>\u201d<u>humeis\u201d<\/u><\/em> yang berarti <u>kamu<\/u> sebagai subyek yaitu pengikut-pengikut Tuhan Yesus.\u00a0 Kita adalah satu-satunya terang bagi dunia ini.\u00a0 Juga bentuk kalimat dalam ayat ini adalah bentuk <em>present tense &#8211;bentuk kata kerja yang menyatakan kejadian yang berlangsung di masa sekarang.<\/em> \u00a0Jadi Tuhan Yesus berfirman kepada pengikut-pengikut-Nya \u201cKamu adalah menjadi terang dunia saat ini\u201d.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSaudara pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, \u00a0mungkin Anda menjadi terang dunia 3 tahun yang lalu atau 10 tahun yang lalu, tetapi apakah saat ini Anda \u00a0masih tetap dan sedang menjadi terang bagi dunia ini? Ketika Tuhan Yesus menyebut kita dalah <strong><em>\u201cterang\u201d<\/em><\/strong> kata ini juga sangat mengejutkan, \u00a0karena kata \u201cterang\u201d dalam bahasa Yunani adalah \u201c\u03c6\u03c9\u0342\u03c2\u201d \u00e0pho\u0304s.\u00a0 Kata ini merupakan akar kata <em>photo.<\/em>\u00a0 Dengan demikian Tuhan Yesus menyatakan bahwa \u201cKamu pengikut-pengikut-Ku adalah foto-Ku\u201d di tengah dunia yang sangat gelap ini.\u00a0 Kita seharusnya menjadi gambaran yang jelas dari Tuhan Yesus di dalam dunia ini. Sebagai ilustrasi, beberapa waktu yang lalu dunia fotografi kita dimeriahkan dengan alat foto\/kamera yang kita kenal dengan kamera <em>Polaroid.<\/em> Dengan menggunakan kamera <em>Polaroid, <\/em>kita akan segera mendapatkan hasil foto kita langsung tercetak di kertas foto. Perlu dipertanyakan sekarang, apakah ketika dunia melihat diri Anda dan diri saya, dunia dapat melihat dengan jelaa gambar Yesus melalui hidup Anda dan saya?\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKemudian yang sangat menarik ialah apa yang difirmankan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes\u00a0 8:12: <strong><em>\u201dMaka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: &#8220;Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.&#8221; <\/em><\/strong>\u00a0Tadi telah kita bahas bahwa Yesus menyatakan bahwa \u201ckamu adalah terang dunia\u201d\u00a0 sekarang Yesus berkata: \u201d<em>Akulah terang dunia<\/em>\u201d.\u00a0 Tuhan Yesus adalah MATAHARI dan kita seperti \u00a0bulan.\u00a0 Anda mengerti bahwa bulan tidak punya cahaya sendiri.\u00a0 Bulan hanya memantulkan cahaya yang diterima dari cahaya matahari.\u00a0 Sering kali kita mengalami gerhana bulan yaitu ketika bumi kita terletak antara bulan dan matahari sehingga bulan tidak mendapat \u00a0cahaya dari matahari karena terhalang oleh bumi kita.\u00a0 Demikian juga Anda tidak dapat memancarkan terang Kristus karena ada keinginan dunia, yaitu dosa yang berada di antara Anda dan Tuhan Yesus, sehingga Anda tidak dapat menerima terang Kristus.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMungkin Anda bertanya apa saja yang bisa merintangi cahaya Kristus memancar dari dalam hidup Anda? Tuhan Yesus menjelaskan hal itu ketika Dia menceriterakan tentang penabur dalam Injil Matius\u00a0 13:14 atau Markus 4:4 dan Lukas 8:5 (penulis pilih satu saja dengan penjelasannya.) <strong><em>\u201c Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati\u201d<\/em><\/strong> (Matius 13:7) dan diberi penjelasan oleh Tuhan Yesus: <strong><em>\u201cYang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu <u>kekuatiran dunia ini<\/u> dan <u>tipu daya kekayaan menghimpit firman<\/u> itu sehingga tidak berbuah <\/em><\/strong>(Matius 13:22). \u00a0\u00a0Kekuatiran dan tipu daya kekayaan dunia ini dapat <em>mencampakkan kemahakuasaan Tuhan Yesus dari dalam hidup kita.\u00a0 Kita tidak percaya bahwa Dia adalah Allah yang mahakuasa dan sanggup menolong kita, sehingga kita jatuh dalam dosa.<\/em>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi Saudara yang dikasihi Tuhan, mari menjaga hubungan Anda dengan Kristus sehingga cahaya Kristus memancar dari dalam hidup Anda. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.&#8221;<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET09122022)<\/font><\/em><br \/>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pengesahan RKHUP menjadi Undang-Undang dapat membawa kemajuan dalam penegakan hukum di Indonesia;<\/li>\n<li>Penanganan kasus korupsi yang melibatkan BUMN\/BUMD dapat berjalan dengan baik, adil dan transparan;<\/li>\n<li>Pemberitaan Injil melalui media sosial dapat menjangkau banyak orang;<\/li>\n<li>Komitmen jemaat GBIK menjadi kesaksian hidup yang baik dalam pergaulan, studi, pekerjaan dan pelayanan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Suku Anak Dalam, Semangus Baru, Bengkulu<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Doakan Rencana Kegiatan Natal Umum: 25 Desember, dan setelah ibadah akan berdoa ke rumah-rumah jemaat;<\/li>\n<li>Bersyukur atas Natal 2 Desember 2022, pembicara Pdt. Supri dari Gereja Baptis Jalur 19 Palembang;<\/li>\n<li>Rencana KMBI tahun depan akan diadakan seminggu sekali.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDemikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.&#8221; (Matius 5:16) Matius pasal 5 sampai pasal 7 kita kenal sebagai \u201cKhotbah Tuhan Yesus Di Bukit\u201d.\u00a0 Kita sudah sering mendengar khotbah atau renungan dari pasal-pasal tersebut.\u00a0 Mungkin juga judul renungan SRHI hari ini telah pernah Anda&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6776,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-6773","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6773"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6777,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6773\/revisions\/6777"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}