{"id":6616,"date":"2022-11-10T22:00:15","date_gmt":"2022-11-10T15:00:15","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=6616"},"modified":"2022-11-10T21:41:55","modified_gmt":"2022-11-10T14:41:55","slug":"srhi-11-nov-22-motivasi-yang-salah-sangat-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/11\/10\/srhi-11-nov-22-motivasi-yang-salah-sangat-berbahaya\/","title":{"rendered":"SRHI 11 NOV 22 &#8211; MOTIVASI YANG SALAH SANGAT BERBAHAYA (Kisah Para Rasul 8:4-24)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cKetika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: &#8220;Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.&#8221; Tetapi Petrus berkata kepadanya: &#8220;Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.\u201d<br \/>\n<cite>(Kisah Para Rasul 8:18-23)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kitab Kisah Para Rasul 8 ini kita diberitahu bahwa ketika Diakon Filipus pergi memberitakan Injil di daerah Samaria, banyak orang menjadi percaya dan mengikut Tuhan Yesus. Mereka menyaksikan banyak tanda mujizat. Dengan bulat hati mereka menerima firman Tuhan yang diberitakan oleh Filipus, dan lalu mereka dibaptis. Salah seorang di antara mereka bernama Simon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Simon telah lama menjadi tukang sihir yang sangat terkenal dan ia membuat penduduk Samaria menjadi takjub. Jadi ia berlagak seolah-olah seorang yang sangat penting. Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: &#8220;Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar.&#8221; Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia menakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. Kemudian Simon juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. Kita tidak tahu apakah Simon sungguh-sungguh percaya akan Injil dan mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Kemungkinan besar banyak pengikut Simon telah menjadi orang Kristen sehingga dia mau menjadi orang Kristen supaya ia bisa tetap berada dalam lingkungan mantan pengagumnya, dan ia tidak kehilangan pengaruhnya di antara mereka. Kita melihat hal itu terbukti ketika Rasul Petrus dan Rasul Yohanes tiba di Samaria. Kedua rasul itu berdoa dan menumpangkan tangan atas orang-orang yang sudah percaya Yesus, lalu mereka menerima Roh Kudus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia ingin juga memiliki kuasa itu. ia menawarkan uang kepada Rasul Petus, serta berkata: <strong><em>&#8220;Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.&#8221; Tetapi Petrus berkata kepadanya: &#8220;Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.&#8221; <\/em><\/strong>(ayat 18-22). Dalam hal ini kita melihat motivasi Simon dalam mengikut Yesus adalah salah, sama sekali tidak benar. Dia menjadi orang Kristen supaya tetap terkenal sebagai seorang yang luar biasa seperti yang dimilikinya ketika dia adalah tukang sihir yang terkenal. Syukurlah Rasul Petrus memberitahu dan menegurnya bahwa motivasinya salah. Rasul Petrus menyuruh dia bertobat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini tidak seperti yang dialami oleh Ananias dan istrinya Safira yang kita baca dalam Kisah Para Rasul 5:1-10. Dalam peristiwa itu kedua suami istri tersebut menipu Rasul Petrus ketika mereka menyatakan bahwa semua uang yang mereka peersembahkan di kaki rasul-rasul itu adalah seluruh hasil penjualan tanah mereka. Padahal mereka telah berdusta, karena ada sejumlah uang hasil penjualan tersebut masih mereka simpan. Mereka berdusta karena mereka ingin dipuji oleh orang Kristen, sama seperti Yusuf seorang Lewi dari Siprus. Yusuf menjual tanahnya lalu semua uang hasil penjualan itu dibawa <u>seluruhnya<\/u> kepada Rasul-rasul sebagai persembahan kepada Tuhan untuk menolong orang-orang yang kekurangan. Rasul-rasul sangat menghargai pengorbanan Yusuf ini sehingga Rasul-rasul menamai dia Anak Penghiburan. Akibat dari motivasi yang salah itu Ananias dan Safira dihukum Tuhan. Mereka berdua mati seketika itu juga. Untung sekali Simon hanya diminta untuk bertobat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Simon kemudian bertobat dan ia mohon kepada Rasul Petrus untuk didoakan: <strong><em>&#8220;Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu.&#8221;<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, sebagai pengikut Kristus yang baik, marilah kita senantiasa menjaga motivasi kita. Mari mengikut Kristus dan melayani-Nya dengan baik karena Kristus telah terlebih dahulu mengasihi kita.<br \/>\n<em><span style=\"color: blue;\">(JET11112022)<\/span><\/em><br \/>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pemerintah Indonesia dalam menyediakan kebutuhan pokok dan stabilitas harga sehingga dapat dijangkau masyarakat Indonesia;<\/li>\n<li>Berkat Tuhan untuk mencukupi biaya operasional GBIK: Induk, Cabang dan Pos PI serta berbagai program Organisasi dam kepanitiaan di gereja;<\/li>\n<li>Jemaat tetap setia memberikan persembahan perpuluhan walaupun situasi ekonomi belum stabil, mengimani Tuhan mencukupkan keperluan Jemaat.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah<\/strong><br \/>\n<a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/purwonegoro2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/purwonegoro2.jpg\" width=\"478\" height=\"215\" \/><\/a>\u00a0<a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/purwonegoro1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/purwonegoro1.jpg\" width=\"376\" height=\"215\" \/> <\/a><\/p>\n<ul>\n<li>Pelayanan Gembala Sidang: Pdm. Eko Kristianto serta keluarga, serta bersyukur untuk kesehatan gembala dan jemaat;<\/li>\n<li>Bersyukur jemaat yang lama sudah tidak datang kembali aktif serta proses penjangkauan jiwa baru, dan orang-orang kristen yang sudah sama sekali tidak bergereja;<\/li>\n<li>Persiapan Ibadah &amp; Perayaan Natal Desember 2022;<\/li>\n<li>Keuangan Gereja;<\/li>\n<li>Jemaat semakin setia, perekonomiannya semakin diberkati dalam pekerjaan &amp; usaha;<\/li>\n<li>Jemaat yang sedang mengalami persoalan dalam rumah tangga.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKetika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: &#8220;Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.&#8221; Tetapi Petrus berkata kepadanya: &#8220;Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2602,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-6616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6616"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6627,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6616\/revisions\/6627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}