{"id":6585,"date":"2022-11-07T23:01:40","date_gmt":"2022-11-07T16:01:40","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=6585"},"modified":"2022-11-07T23:03:37","modified_gmt":"2022-11-07T16:03:37","slug":"srhi-8-nov-22-membangun-motivasi-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/11\/07\/srhi-8-nov-22-membangun-motivasi-yang-benar\/","title":{"rendered":"SRHI 8 NOV 22 &#8211; MEMBANGUN MOTIVASI YANG BENAR"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cSeorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: \u201cBukankah kesepuluh orang tadi semua telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?\u201d\u201d<br \/>\n<cite>(Luk. 17: 15-17)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa yang tertulis dalam Lukas 17: 11-18 merupakan salah satu dari sekian mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus dalam pelayanan-Nya kepada masyarakat secara langsung. Ketika Tuhan Yesus sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea, datanglah bersama-sama\u00a0 sepuluh orang yang sakit kusta, memohon belas kasihan Tuhan Yesus<em>, \u201c\u2026.. Yesus, Guru, kasihanilah kami.\u201d<\/em> (Luk. 17: 13).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena Tuhan Yesus sangat perhatian kepada orang yang berkekurangan (sakit kusta), maka tanpa banyak bicara Tuhan Yesus menyembuhkan mereka semua tanpa dengan sarana apapun juga. Tuhan Yesus hanya mengatakan, \u201c<em>Lalu Ia memandang mereka dan berkata: \u201cPergilah, perlihatkan dirimu kepada imam-imam.\u201d Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.\u201d <\/em>(Luk. 17: 14). Puji Tuhan inilah salah satu penyembuhan terhadap orang sakit yang dilakukan-Nya secara cepat dalam keseluruhan pelayanan-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalannya di sini bukanlah penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus, tetapi sikap dari kesepuluh orang yang sakit kusta itu pasca penyembuhan. Dari sepuluh orang yang sembuh dari penyakit kusta itu, hanya satu orang saja yang kembali kepada Tuhan Yesus sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring. Orang tersebut setelah mendekat kepada Tuhan Yesus, tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya, Tuhan Yesus sendiri menanyakan, di mana sembilan yang lainnya? (Luk. 17: 15-17).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua ini adalah masalah motivasi yang benar. Pada saat membutuhkan pertolongan semua orang akan menyatakan siap melakukan apa yang diminta sang penolong, karena sangat memerlukan. Tetapi lihatlah, motivasi yang benar dan murni tampak pada seorang sakit kusta yang sudah disembuhkan Tuhan Yesus dengan jalan kembali kepada-Nya dan bersyukur, sementara sembilan orang lainnya motivasinya salah, karena hanya ingin sembuh dari sakitnya saja, tanpa mau datang kembali apalagi bersyukur kepada-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marilah kita melihat motivasi dalam diri kita masing-masing dalam kita mengikut dan melayani Tuhan Yesus. Jika motivasi kita benar, maka kita akan tetap setia sekalipun semua yang kita harapkan dari-Nya telah kita peroleh, kita akan tetap setia sekalipun apa yang kita rindukan dari-Nya belum Tuhan kabulkan. Tuhan Yesus memberkati, Amin.<br \/>\n<em><span style=\"color: blue;\">(RI08112022)<\/span><\/em><br \/>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>KPU dalam menyusun aturan kampanye peserta pemilu agar partai politik yang ada di Indonesia dapat sepakat dan dapat dilaksanakan dengan perlakuan yang adil;<\/li>\n<li>Panitia Mimbar Tuhan memberi hikmat dalam melaksanakan tahapan yang telah disusun hingga mendapat Gembala sidang yang berkenan kepada Tuhan;<\/li>\n<li>Jemaat GBIK yang sedang bergumul berjuang dalam kehidupan ,Tuhan memberi kekuatan dan semangat serta berkat rohani dan jasmani tercukupi dan tetap suka cita.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Sdri. Daniella Adonai Chriswiana (Mahasiswi STBI yang disponsori GBIK)<\/strong><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/DANIELLA1.jpg\" width=\"232\" height=\"310\" \/>&nbsp;<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/DANIELLA2.jpg\" width=\"234\" height=\"312\" \/><br \/>\n<a href=\"http:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/11\/07\/profile-daniella-adonai-chriswiana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Klik disini untuk profile lengkap<\/em> <img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-6456\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/arrow-300x131.png\" alt=\"\" width=\"30\" srcset=\"https:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/arrow-300x131.png 300w, https:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/arrow.png 757w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<ul>\n<li>Bersyukur bisa mengikuti perkuliahan sampai saat ini;<\/li>\n<li>Perkuliahan dilancarkan, semangat mengikuti setiap kelas dan pengerjaan setiap tugas-tugas;<\/li>\n<li>Persiapan UAS;<\/li>\n<li>Kesehatan keluarga yang ada di Kalimantan;<\/li>\n<li>Pelayanan di GBI Jatingaleh semoga menjadi berkat.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSeorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: \u201cBukankah kesepuluh orang tadi semua telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?\u201d\u201d (Luk. 17: 15-17) Peristiwa yang tertulis dalam&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6593,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-6585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6585"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6585\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6595,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6585\/revisions\/6595"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}