{"id":6402,"date":"2022-10-20T22:00:06","date_gmt":"2022-10-20T15:00:06","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=6402"},"modified":"2022-10-20T17:44:08","modified_gmt":"2022-10-20T10:44:08","slug":"srhi-21-okt-22-tetap-melayani-dengan-kasih-walaupun-tersakiti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/10\/20\/srhi-21-okt-22-tetap-melayani-dengan-kasih-walaupun-tersakiti\/","title":{"rendered":"SRHI 21 OKT 22 &#8211; TETAP MELAYANI DENGAN KASIH  WALAUPUN TERSAKITI (2 Raja-raja 5:1-19)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cOrang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: &#8220;Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.&#8221;\u201d<br \/>\n<cite>(2 Raja-raja 5:2-3)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam 2 Raja-raja 5:1-27 kita membaca tentang nabi Elisa menyembuhkan Naaman yang sakit kusta. Dalam kisah tersebut ada seorang anak perempuan, tidak disebutkan nama ataupun umurnya. Alkitab hanya mencatat bahwa dia seorang anak kecil , seorang gadis. Dia dibawa sebagai tawanan ketika serombongan orang Aram menyerang Israel dan membawa dia menjadi budak. Anak gadis ini menjadi pelayan istri Naaman.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nNaaman adalah panglima raja Aram. Dia seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab dengan pertolongan TUHAN, dia telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Namun, Naaman, seorang panglima dan pahlawan tentara, dia sakit kusta.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAnak gadis itu berkata kepada nyonyanya: <strong><em>&#8220;Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.&#8221;<\/em><\/strong> Perkataan anak gadis ini menyatakan kepada kita perhatian dan rasa kasihnya kepada Naaman yang menderita kusta. Anak gadis itu melihat ada kesempatan untuk menolong tuannya. Anak gadis ini mempunyai keyakinan bahwa Nabi Elisa adalah hamba Allah dan mempunyai kuasa untuk menyembuhkan tuannya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPerhatian anak gadis ini terhadap tuannya sangat kontras dengan keadaan dia sendiri. Dia berada di rumah Naaman sebagai pelayan, yaitu tawanan yang adalah hamba. Keadaan ini merupakan penderitaan yang cukup berat. Dia diambil secara paksa dari keluarganya. Mungkin sekali seluruh keluarga telah terbunuh akibat serangan orang Aram terhadap Israel. Sebagai seorang pahlawan dan panglima perang, Naamanlah yang bertanggung jawab atas serangan ke Israel yang mengakibatkan anak gadis ini menjadi tawanan lalu menjadi pelayan istri Naaman. Bisa saja anak gadis ini merasa dendam kepada Naaman. Bisa saja anak gadis ini tidak peduli terhadap penyakit tuannya. Sebagai seorang Israel, anak gadis ini bisa berpendapat bahwa penyakit tuannya adalah kutukan dari Allah. Dia bisa bersikap membiarkan tuannya, lama-kelamaan pasti tuannya akan meninggal akibat penyakit kusta itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTetapi bukan itu yang dilakukan oleh anak gadis ini. Walaupun dia disakiti, dirampas dari keluarganya, masa depannya direnggut oleh orang-orang Aram yang menyerang negerinya. Sebaliknya dari membiarkan rasa dendam membakar hatinya karena disakiti, anak gadis ini memberitakan kabar baik kepada tuannya bahwa di Samaria ada seorang Nabi Allah yang bisa menyembuhkan penyakit kusta tuannya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHasil dari pelayanan anak gadis ini, Naaman pergi mendapatkan Nabi Elisa, dan setelah Naaman membenamkan dirinya tujuh kali di sungai Yordan sesuai dengan yang diperintahkan Nabi Elisa, Naaman sembuh dari penyakit kustanya. Tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir. (2 Raja-raja 5:14)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHasil dari pelayanan anak gadis ini yang tetap melayani dengan kasih walaupun tersakiti, Naaman bukan saja disembuhkan secara fisik tetapi juga disembuhkan secara rohani. Mari memerhatikan kesaksian Naaman kepada Nabi Elisa setelah dia sembuh<strong><em>: \u201cKemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: &#8220;Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!&#8221; \u201cAkhirnya berkatalah Naaman: &#8220;Jikalau demikian, biarlah diberikan kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan kepada allah lain kecuali kepada TUHAN. Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku harus ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu.&#8221;<\/em><\/strong> (2 Raja-raja 5:15, 17-18)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYang dapat kita pelajari dari peristiwa ini, mari terus menyatakan kasih kita walaupun kita tersakiti. Pasti Tuhan dapat menjadikannya berkat bagi kemuliaan Tuhan.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET21102022)<\/font><\/em><br \/>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kaum Muda Baptis supaya dapat mempersiapkan masa depannya dengan baik;<\/li>\n<li>KMBI diberikan hikmat dalam pelayanan supaya banyak ide kreatif yang dapat diwujudkan untuk menjangkau banyak jiwa;<\/li>\n<li>KMBI dapat menjaga kekudusan hidup mereka supaya nama Tuhan Yesus dipermuliakan dalam hidup mereka.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Tobelo, Halmahera Utara<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li> Pelayanan dan kesehatan Ketua Panitia Perancang: Bp. Daniel Longaris;<\/li>\n<li> Pelayanan SM setiap minggu pagi jam 08-09 sebanyak 5 kelas (Indria+Pratama, Tunas Muda, KMBI, Dewasa+lansia) dimana Kelas Indria Pratama digabung dan kelas Dewasa+lansia juga digabung, kemudian dilanjutkan dengan Ibadah umum;<\/li>\n<li> Bersyukur atas kehadiran SM Kelas Indria-Dewasa-lansia sebayak 30 org\/minggu dan Bersyukur utk kehadiran jemaat 42-47 org per minggu dlm ibadah umum;<\/li>\n<li> Bersyukur untuk kegiatan Kamis Ceria bagi anak-anak, kiranya dapat menjangkau murid-murid baru dan 2 anak simpatisan yang ikut beribadah.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cOrang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: &#8220;Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.&#8221;\u201d (2 Raja-raja 5:2-3) Dalam 2 Raja-raja 5:1-27 kita membaca tentang nabi Elisa menyembuhkan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6404,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-6402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6402"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6402\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6403,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6402\/revisions\/6403"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}