{"id":6205,"date":"2022-09-05T22:00:53","date_gmt":"2022-09-05T15:00:53","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=6205"},"modified":"2022-09-05T20:42:39","modified_gmt":"2022-09-05T13:42:39","slug":"srhi-6-sep-22-rendah-hati-seperti-kristus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/09\/05\/srhi-6-sep-22-rendah-hati-seperti-kristus\/","title":{"rendered":"SRHI 6 SEP 22 &#8211; RENDAH HATI SEPERTI KRISTUS"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201dHendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia\u201d<br \/>\n<cite> (Flp. 2: 5-7)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, rendah hati berarti tidak sombong, tidak angkuh. Dalam kerendah-hatiannya seseorang merasa bahwa dirinya memiliki keterbatasan-keterbatasan, sehingga merasa tidak mungin akan hidup sendiri, seseorang pasti memerlukan orang lain dalam hidupnya. Keterbatasan-keterbatasan itulah yang menyebabkan seseorang tahu diri dan tidak sombong. Kebalikannya jika seseorang tidak mengerti keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya, ia akan bersifat angkuh dan merasa dapat melakukan apa saja dalam hidupnya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam kerendah-hatiannya seseorang menganggap orang lain lebih utama dari dirinya sendiri. <em>\u201c\u2026. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.\u201d <\/em>Hal ini sejajar atau berpadanan dengan apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Ia adalah Allah, sebagai Allah Ia berhak bertindak dan bersikap sesuai dengan keberadaan-Nya, tetapi ia tidak melakukan semua itu. Ia menyadari manusia tidak mungkin mengenal Allah dengan sempurna jika Ia tidak menyatakan diri kepada manusia. Karena itu Ia \u201c<em>tidak menganggap kesetaraannya sebagai dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan\u201d, <\/em>Ia lalu datang ke dunia dalam wujud manusia, lahir dari seorang perempuan, hidup dan bertumbuh bersama ayah, ibu dan adik-adiknya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nApa yang dilakukan Tuhan Yesus ini adalah suatu \u201cpertunjukkan\u201c kerendah-hatian yang luar biasa, tidak ada seorang pun yang mampu menyejajarkan diri dalam kerendah-hatian seperti ini. Keteladanan ini patut kita hargai dan kita hormati sebaik-baiknya, karena kerendah-hatian yang seperti itulah yang akhirnya menjadikan kita orang yang percaya kepada-Nya memperoleh keselamatan kekal. <em>\u201cLalu Ia berkata kepada mereka: \u201cPergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.\u201d\u201d <\/em>(Mrk. 16: 15-16).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nItulah sebabnya Bapa, Ibu dan Saudara pembaca SRHI yang setia, kita menyadari sekarang bahwa Tuhan Yesus adalah teladan kerendah-hatian yang sempurna. Kita akan dapat seperti Dia kalau kita selalu bercermin pada apa yang dilakukan-Nya, walaupun tidak mungkin sepenuhnya seperti Kristus. Setidak-tidaknya dengan berkaca kepada-Nya, kita mampu menjadi orang percaya yang lebih baik, yang lebih rendah hati dibandingkan dengan kita sebelum percaya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(RI06092022)<\/font><\/em><br \/>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Keamanan NKRI dari Kota hingga pelosok negeri tetap aman dan terkendali dan aparatur NegaraTNI- Polri diberikan hikmat dari Tuhan;<\/li>\n<li>Persiapan dan pelaksanaan Ibadah Doa Rabu, kiranya jemaat dapat hadir secara onsite dan online, perangkat yang dipakai beroperasi dengan baik, para jemaat diberkati melalui Firman Tuhan dan saling menguatkan;<\/li>\n<li>Jemaat GBIK yang merindukan mendapatkan pekerjaan, pasangan hidup, dan merindukan mempunyai buah hati, semoga Tuhan Yesus mendengar dan menjawab dari setiap kerinduan jemaat.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang LYMAN MUNSON, Sibolga, Sumatera Utara<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pdt-Daniel.jpg\" alt=\"\" width=\"275\" height=\"259\" class=\"alignnone size-full wp-image-6075\" \/><\/p>\n<li>Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdt. Daniel Hutagaol serta keluarga;<\/li>\n<li>Kesetiaan jemaat dalam beribadah;<\/li>\n<li>Kesehatian dan semangat melayani bagi pengurus\/pelayan Tuhan;<\/li>\n<li>Sdri. Hadiwinata (jemaat GBIK Cabang Lyman Munson) dapat menyelesaikan skripsi di Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan (STTBM) program studi Teologi dengan baik.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201dHendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia\u201d (Flp. 2: 5-7) Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5712,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-6205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6205"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6205\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6207,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6205\/revisions\/6207"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5712"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}