{"id":5625,"date":"2022-04-10T00:03:31","date_gmt":"2022-04-09T17:03:31","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5625"},"modified":"2022-04-09T14:38:10","modified_gmt":"2022-04-09T07:38:10","slug":"renungan-minggu-10-apr-22-jangan-menjauh-dari-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/04\/10\/renungan-minggu-10-apr-22-jangan-menjauh-dari-tuhan\/","title":{"rendered":"Renungan Minggu 10 APR 22 &#8211; JANGAN MENJAUH DARI TUHAN! (LUKAS 22:54-62)"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=lukas%2022:54-62*\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lukas 22:54-62<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuhan Yesus tidak akan pernah merelakan murid-murid-Nya melarikan diri dari segala kesulitan mereka. Sebaliknya, mereka harus menghadapinya. Tuhan Yesus juga tidak akan merelakan kita meninggalkan suatu kekalahan, jika kita belum menerima kemenangan atas kekalahan itu. Namun apa yang terjadi ketika Tuhan Yesus ditangkap? Para murid-Nya yang berjanji akan setia sampai mati (Mat. 26:35; Luk. 22:33) malah meninggalkan bahkan Petrus menyangkali-Nya (Luk. 22:54-62). Sikap ini boleh dikatakan Petrus dan murid lainnya telah menjauh dari Tuhan. Petrus telah menyangkal Tuhan Yesus dengan berkata tidak mengenal dan bahkan menolak-Nya (Luk. 22:57,58,60). Petrus dan bahkan kita semua yang menjadi pengikut Kristus harus menyangkal diri, dimana penyangkalan diri adalah harga yang diberikan kepada Tuhan Yesus Kristus (Luk. 9:23). Menjadi murid yang setia adalah tidak menjauh dari Tuhan apapun situasi dan kondisi kita. Dalam mengikut dan melayani-Nya kita harus berani membayar harga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita harus belajar dari pengalaman Petrus supaya menjadi orang Kristen yang bukan menyangkal Tuhan Yesus melainkan berani menyangkal diri dalam mengikut Tuhan Yesus karena kita sudah diselamatkan. Menjadi orang Kristen juga harus memiliki dedikasi yang tinggi. Mengesampingkan kepentingan diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Tuhan Yesus seperti yang dilakukan Petrus. Ia berani berbohong dengan berkata tidak mengenal Tuhan Yesus (Luk. 22:57,58,60). Kita harus seperti seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian kita berkenan kepada komandan kita yaitu Tuhan Yesus (2 Tim. 2:4). Memikul salib adalah tindakan dedikasi (Mat. 10:38), tunduk penuh kepada kehendak Tuhan (Mrk. 14:36). Dedikasi juga berarti rela menerima olokan, sindiran, tolakan demi Tuhan Yesus (Luk. 9:26).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak orang ingin menjadi serupa dengan Tuhan Yesus dalam hal melakukan berbagai mujizat dan tanda heran. Namun murid yang serupa dengan Yesus berarti hidup seperti Yesus hidup serta berpikir seperti Yesus. Merasakan sesuatu seperti yang Yesus rasakan. Pendek kata hidup kita bukan kita lagi, tetapi Yesus yang hidup di dalam kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang marilah kita melihat beberapa hal yang sangat menonjol dalam kehidupan Yesus Kristus dalam membantu kita menjadi serupa dengan Dia, tidak menyangkali Dia seperti Petrus, namun menyangkal diri kita dengan cara berdoa secara tetap seperti Tuhan Yesus (Mat. 13:23), rajin dan setia beribadah (Mat. 9:35), menerima setiap orang yang datang kepada-Nya dan melayani mereka dengan sukacita (Mat. 19:14), menentang hal-hal yang menghujat Allah dalam bentuk kata-kata dan perbuatan (Mat. 12:31), serta menaati Bapa dalam segala hal (Mrk. 14:36). Selamat hari Minggu, selamat beribadah, dan Tuhan Yesus memberkati.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 22:54-62 Tuhan Yesus tidak akan pernah merelakan murid-murid-Nya melarikan diri dari segala kesulitan mereka. Sebaliknya, mereka harus menghadapinya. Tuhan Yesus juga tidak akan merelakan kita meninggalkan suatu kekalahan, jika kita belum menerima kemenangan atas kekalahan itu. Namun apa yang terjadi ketika Tuhan Yesus ditangkap? Para murid-Nya yang berjanji akan setia sampai mati (Mat. 26:35;&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5629,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-5625","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5625"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5625\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5633,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5625\/revisions\/5633"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}