{"id":5612,"date":"2022-04-08T00:03:19","date_gmt":"2022-04-07T17:03:19","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5612"},"modified":"2022-04-07T20:25:56","modified_gmt":"2022-04-07T13:25:56","slug":"srhi-8-apr-22-doa-tuhan-yesus-di-kayu-salib-eli-eli-lama-sabakhtani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/04\/08\/srhi-8-apr-22-doa-tuhan-yesus-di-kayu-salib-eli-eli-lama-sabakhtani\/","title":{"rendered":"SRHI 8 APR 22 &#8211; DOA TUHAN YESUS DI KAYU SALIB &#8220;Eli, Eli, lama sabakhtani?&#8221; (Matius 27:45-49)"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cKira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: &#8220;Eli, Eli, lama sabakhtani?&#8221; Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: &#8220;Ia memanggil Elia&#8221;&#8221;<br \/>\n(Matius 27:46-47)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda tujuh perkataan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus ketika Yesus disalibkan. Ketujuh perkataan itu adalah :\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n(1<strong><em>) &#8220;Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.&#8221;<\/em><\/strong> (Lukas 23:34)<br \/>\n(2) <strong><em>&#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.&#8221;<\/em><\/strong> (Lukas 23:43).<br \/>\n(3) Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia mula-mula kepada ibu-Nya<strong><em>: &#8220;Ibu, inilah, anakmu!<\/em><\/strong>&#8221; Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: <strong><em>&#8220;Inilah ibumu!&#8221;<\/em><\/strong> (Yohanes 19:26-27)<br \/>\n(4) Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia \u2014 supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci \u2014\u00a0: <strong><em>&#8220;Aku haus!&#8221;<\/em><\/strong> (Yohanes 19:28)<br \/>\n(5) <strong><em>&#8220;Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,&#8221;<\/em><\/strong> yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34)<br \/>\n(6) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia<strong><em>: &#8220;Sudah selesai.&#8221;<\/em><\/strong> Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes (19:30)<br \/>\n(7) Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring<strong><em>: &#8220;Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.&#8221;<\/em><\/strong> Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.(Lukas 23:46)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDari ketujuh perkataan Tuhan Yesus di kayu salib itu terdapat tiga doa Tuhan Yesus yaitu: &#8220;Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.&#8221;; &#8220;Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,&#8221; yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? dan &#8220;Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.&#8221; Ketiga hal ini menunjukkan kepada kita bahwa walaupun Tuhan Yesus sedang dalam keadaan yang sangat menderita, Yesus masih tetap bertekun dalam doa-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDari ketiga doa Tuhan Yesus di atas, mari kita memerhatikan dan merenungkan doa Tuhan Yesus yang berseru: &#8220;<em>Eloi, Eloi, lama sabakhtani<\/em>?&#8221;, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?. Dalam penyaliban-Nya, Yesus menunjukkan kepada kita kemanusiaan-Nya melalui penderitaan-Nya. Saat Yesus mengalami <em>shock<\/em> akibat kehilangan darah, dengan bibir yang kering, Yesus berseru kepada Bapa-Nya : \u201c<em>Eloi-eloi lama sabahktani?<\/em>\u201d Pada saat penderitaan-Nya yang terberat, Yesus dibiarkan sendirian menanggung penuh dosa-dosa dunia ini tanpa bantuan Allah Bapa-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSelama pelayanan-Nya di dunia ini Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: <strong><em>\u201cAku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu\u201d<\/em><\/strong> (Yohanes 14:18). Bahkan pada saat-saat terakhir penderitaan-Nya, Yesus telah berusaha melakukan pengampunan, penghiburan dan penghormatan bagi orang-orang disekitar-Nya. Saat itu Dialah yang membutuhkan penghiburan dan dukungan karena Bapa-Nya meninggalkan Dia sendirian dalam penderitaan-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam doa Tuhan Yesus ini, kita dapat melihat secara lengkap Yesus Sang Juruselamat dalam keadaan-Nya sebagai seorang manusia yang tanpa dosa sedang menanggung hukuman dosa kita<strong>. <em>\u201cDia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.\u201d<\/em><\/strong> (2Korintus 5:21). Melalui doa Tuhan Yesus ini juga kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus telah merasakan dan dapat merasakan penderitaan yang kita alami. Penulis Ibrani menjelaskan: <strong><em>\u201cSebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa\u201d<\/em><\/strong> (Ibrani 4:15).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSaudara yang dikasihi Tuhan, dalam penderitaan-Nya Tuhan Yesus berseru\/berdoa dengan suara nyaring. Hal ini menyatakan kepada kita kesakitan dan kesedihan-Nya yang sangat luar biasa. Tidak pernah ada duka yang sedalam ini. Allah Bapa-Nya meninggalkan Dia. Tuhan Yesus mengalami semuanya itu karena Dia menanggung dosa kita. Rasul Matius menulis dalam kitab Injilnya: <strong><em>\u201cKepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: &#8220;Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah&#8221;<\/em><\/strong> (Matius 27:54). Jadi marilah kita bersungguh-sungguh mengucap syukur kepada Yesus Kristus atas kerelaan-Nya menjadi Juruselamat bagi kita.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(JET08042022)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan GBIK dalam melaksanakan Ibadah Perayaan Paskah pada Tgl 17 April 2022, juga dilaksanakan perayaan Paskah tiap kelas di Sekolah Minggu;<\/li>\n<li>Doakan kesempatan kunjungan virtual yang dilaksanakan memberikan kekuatan bagi yang dilayani dan anggota Panitia Kunjungan juga melayani dengan penuh kasih;<\/li>\n<li>Doakan Bangsa Indonesia mampu membangun kepercayaan terhadap pemerintah agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan pelayanan dan Kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Rejeki Tambunan dan keluarga;<\/li>\n<li>Mengucapsyukur pelaksanaan baptisan untuk 1 orang anggota gereja baru pada hari Sabtu 26 Maret 2022, Upacara Perjamuan Tuhan pada hari Minggu 27 Maret 2022 dan Upacara penyerahan 1 orang anak pada hari Minggu 27 Maret 2022;<\/li>\n<li>Doakan kondisi Kesehatan, jemaat yang sedang dalam pergumulan keluarga dan mencari pekerjaan, agar Tuhan bukakan jalan;<\/li>\n<li>Doakan kondisi ruang ibadah sudah mulai tidak muat, kondisi soundsystem yang kurang baik.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: &#8220;Eli, Eli, lama sabakhtani?&#8221; Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: &#8220;Ia memanggil Elia&#8221;&#8221; (Matius 27:46-47) Ada tujuh perkataan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus ketika Yesus disalibkan. Ketujuh perkataan itu adalah : (1) &#8220;Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2924,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5612"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5617,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5612\/revisions\/5617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}