{"id":5566,"date":"2022-03-25T00:03:40","date_gmt":"2022-03-24T17:03:40","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5566"},"modified":"2022-03-24T21:49:59","modified_gmt":"2022-03-24T14:49:59","slug":"srhi-25-mar-22-berikanlah-yang-terbaik-untuk-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/03\/25\/srhi-25-mar-22-berikanlah-yang-terbaik-untuk-tuhan\/","title":{"rendered":"SRHI 25 MAR 22 &#8211; BERIKANLAH YANG TERBAIK UNTUK TUHAN (Lukas 2:41-52)"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cDan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: &#8220;Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau. &#8220;Jawab-Nya kepada mereka: &#8220;Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?&#8221;&#8221;<br \/>\n(Lukas 2:48,49)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDunia di sekitar kita selalu mencari yang terbaik. Hampir setiap tahun perusahaan-perusahaan mengadakan pemilihan karyawan terbaik di perusahaannya.\u00a0 Yang dipilih masuk jalur khusus penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri adalah siswa terbaik.\u00a0 Jika pada bulan Maret ini kita berbicara tentang menghasilkan buah, pasti Tuhan mengharapkan buah yang terbaik dari kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAllah juga selalu memberikan yang terbaik untuk kita.\u00a0 Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menjadi Juruselamat bagi kita.\u00a0 Tuhan memberi kita Roh Kudus-Nya untuk menyertai dan memimpin kita.\u00a0 Tuhan memberikan hidup yang kekal kepada kita yang percaya kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. \u00a0Dalam perjamuan kawin di Kana, Tuhan Yesus mengubah air menjadi anggur yang terbaik. \u00a0Dan masih banyak lagi anugerah yang terbaik diberikan Allah untuk kita. \u00a0Menyadari hal-hal tersebut, seharusnyalah kita juga memberi yang terbaik dari dalam hidup kita untuk Tuhan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam Lukas 2:41-49 kita membaca bahwa ketika Tuhan Yesus baru berumur 12 tahun,\u00a0 Yesus telah memberikan yang terbaik untuk Allah Bapa-Nya.\u00a0 Saat itu, ketika Yesus berumur dua belas tahun Yusuf dan Maria\u00a0 membawa Yesus ke Yerusalem untuk merayakan Paskah.\u00a0 Sehabis hari-hari perayaan Paskah itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui oleh Yusuf dan Maria, karena mereka menyangka bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka. Ketika Yusuf dan Maria tidak menemukan Yesus di antara orang-orang seperjalanan mereka, Yusuf dan Maria kembali ke Yerusalem mencari Yesus. Sesudah tiga hari mencari, akhirnya mereka menemukan Yesus berada dalam Bait Allah. \u00a0Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Ketika \u00a0Yusuf dan Maria melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: <strong><em>&#8220;Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau. &#8220;Jawab-Nya kepada mereka: &#8220;Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, <\/em><\/strong><u>bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku<\/u><strong><em>\u201d<\/em><\/strong> (Lukas 2:48,49).\u00a0 Ini adalah perkataan Tuhan Yesus yang pertama yang dicatat dalam Alkitab. \u00a0Pasti Roh Kudus lah yang memimpin dokter Lukas untuk memilih ucapan Tuhan Yesus ini. \u00a0Limabelas (15) kata yang diucapkan oleh Tuhan Yesus ini merupakan intisari pelayanan Tuhan Yesus yaitu memberikan yang terbaik untuk Allah Bapa-Nya.\u00a0 Kalau Anda ingin memberi yang terbaik untuk Tuhan, mari perhatikan 15 kata yang diucapkan oleh Tuhan Yesus tersebut.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus berkata <strong><em>\u201c<u>Aku harus<\/u> berada di dialam rumah <u>Bapa-Ku<\/u><\/em><\/strong>\u201d.\u00a0 Tuhan Yesus menyebut Allah sebagai Bapa-Nya.\u00a0 Ini adalah dasar yang sangat penting jika Anda ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan.\u00a0 Anda harus menempatkan Allah sebagai Bapa dan kita sebagai anak-anak-Nya. Hubungan yang sangat dekat dalam kehidupan kita adalah hubungan antara seorang anak dengan orang tuanya. Mari menjalin hubungan yang erat dengan Tuhan, hubungan anak dengan Sang Bapa.\u00a0 Allah bukan bos,\u00a0 bukan juga <em>manager<\/em>, Allah adalah Bapa kita.\u00a0 Kalau kita menempatkan Allah sebagai Bapa, maka pasti kita akan memberikan segala yang terbaik untuk Dia.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKata yang juga sangat penting dalam 15 kata yang diucapkan pertama kali oleh Tuhan Yesus ini adalah <strong><em>\u201c<u>Aku harus<\/u>&#8220;<\/em><\/strong>.\u00a0 Kata <em>harus<\/em> menyatakan bahwa Tuhan Yesus memberikan prioritas dalam hal-hal yang sedang dilakukan-Nya.\u00a0 Kalau kita ingin memberikan yang terbaik dalam hidup kita kepada Tuhan, kita perlu memberikan prioritas untuk Tuhan.\u00a0 Tidak hanya dalam ayat ini Tuhan Yesus menggunakan kata <em>Aku harus. <\/em>Tuhan Yesus memakai kata <em>\u201cAku harus\u201d <\/em>berkali-kali dalam kitab Injil. Contohnya. \u201cIa (Yesus) harus pergi ke Yerusalem\u201d (Matius 16:21). \u201c<em>Nas kitab suci ini harus digenapi pada-Ku<\/em>\u201d Lukas 22:37).\u00a0 &#8220;Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.&#8221; (Lukas 9:22). \u00a0Masih ada beberapa lagi dalam kitab Injil, tetapi ini cukup untuk menyatakan kepada kita bahwa Tuhan Yesus berhasil mempersembahkan yang terbaik untuk Bapa-Nya dan kepada kita karena Yesus memberikan prioritas utama untuk melakukan kehendak Bapa-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDemikian pula jika Anda ingin mempersembahkan yang terbaik yang ada dalam hidup Anda kepada Tuhan, berikanlah prioritas untuk Tuhan.\u00a0 Berikan prioritas untuk beribadah kepada Tuhan.\u00a0 Beri prioritas untuk melayani Tuhan.\u00a0 Berikan prioritas dalam pengabdian Anda.\u00a0 Berikan prioritas dalam memberi persembahan atau persepuluhan Anda.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYang sangat menarik dalam peristiwa Tuhan Yesus dalam Bait Allah ini ialah ketika Tuhan Yesus mengucapkan 15 kata <strong>itu<\/strong>,\u00a0 ibu-Nya menanggapinya <strong><em>\u201cDan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya:<\/em><\/strong> (Lukas 2:51)<strong><em>.<\/em> \u00a0Kalau Anda memberi yang terbaik dalam hidup Anda kepada Tuhan, hal itu akan menjadi berkat dan dikenang \u00a0oleh orang lain. <\/strong><br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(JET25032022)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan perubahaan cuaca yang tidak menentu di Indonesia;<\/li>\n<li>Doakan pergaulan Anak- anak remaja GBIK supaya selalu dalam perlindungan Tuhan;<\/li>\n<li>Doakan Ibadah Doa Fajar esok hari dapat berjalan dengan baik, dari petugas hingga jemaat yang hadir, sehingga dapat menikmati berkat Firman Tuhan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan pekerjaan dan usaha jemaat, serta jemaat yang bekerja di luar pulau dan di luar negeri;<\/li>\n<li>Doakan kesehatan jemaat;<\/li>\n<li>Doakan kerinduan Gembala Sidang untuk memiliki anak.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: &#8220;Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau. &#8220;Jawab-Nya kepada mereka: &#8220;Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?&#8221;&#8221; (Lukas 2:48,49) Dunia di sekitar kita selalu mencari yang terbaik. Hampir&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5569,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5566"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5568,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5566\/revisions\/5568"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}