{"id":5527,"date":"2022-03-16T00:03:33","date_gmt":"2022-03-15T17:03:33","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5527"},"modified":"2022-03-14T11:00:19","modified_gmt":"2022-03-14T04:00:19","slug":"srhi-16-mar-22-akar-yang-dalam-dan-kuat-menghasilkan-buah-yang-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/03\/16\/srhi-16-mar-22-akar-yang-dalam-dan-kuat-menghasilkan-buah-yang-baik\/","title":{"rendered":"SRHI 16 MAR 22 &#8211; AKAR YANG DALAM DAN KUAT MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cYang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.&#8221;<br \/>\n(Luk. 8:13)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBeberapa hari yang lalu hujan sudah mulai mengguyur bumi di berbagai daerah Indonesia termasuk kota Jakarta. Rerumputan berubah menjadi hijau, bunga-bunga di taman mulai merekah, dan benar-benar kelihatan cantik. Namun kita tahu bahwa iklim Indonesia jika dalam beberapa hari tidak hujan, rumput, bunga berubah menjadi layu lagi. Mengapa? Karena rumput dan bunga tidak memiliki akar yang dalam dan kuat sehingga rumput dan bunga tidak bisa masuk jauh ke dalam untuk mendapatkan air di sekitarnya. Ketika tanaman tidak memiliki akar, tumbuh di tanah dangkal, mungkin awalnya akan muncul tunas dan kelihatan sedang tumbuh, tetapi itu tidak akan bertahan lama. Tanaman itu akan layu dengan cepat karena tidak memiliki akar.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nLukas 8:13 mengatakan, <em>\u201cYang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad\u201d.<\/em> Seringkali kita mendengar firman Tuhan, lalu begitu bersemangat menyambutnya, tapi kita tidak mengizinkannya mengubah kita. Kita bertindak dengan dangkal. Kita menanggapinya karena terbawa perasaan semata. Kita tergerak hanya sesaat. Kita tidak meluangkan waktu untuk membiarkan meresap di hati kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nApakah kita akan menjadi seperti itu? Tentu saja tidak! Tentunya kita akan menjadi orang yang berakar, bukan orang dangkal. Tentunya kita ingin menjadi orang yang dengan akar spiritual yang dalam, sehingga ketika masa sulit datang dan berlangsung beberapa waktu yang lama, kita masih mampu berbuah. Ketika angin ribut datang misalnya seseorang dalam keluarga kita jatuh sakit atau meninggal, ujian itu tidak akan menghempaskan kita sebab kita memiliki akar yang dalam.<\/p>\n<p>Bagaimana kita mengembangkan akar spiritual? Cara yang paling mudah adalah persekutuan harian dengan Tuhan dan dengan saudara seiman lainnya, baik di dalam gereja maupun kontak komunikasi secara kekeluargaan. Jika kita tidak menghabiskan waktu untuk bergaul dengan Tuhan setiap waktu, maka iman kita akan menjadi kering dan terhempas ketika tekanan datang. Luangkanlah waktu untuk duduk diam, membaca Alkitab dan berbicara dengan Tuhan. Memutar lagu-lagu pujian. Dan jika kita suka mencatat, lakukanlah sebagai perenungan kita setiap hari.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nRenungkanlah hal ini:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mengapa kita sudah lama mengikut Tuhan tetapi masih saja iman kita tidak bertumbuh?<\/li>\n<li>Apakah waktu kita telah habis digunakan bukan untuk bergaul dengan Tuhan dan sesama orang beriman, sehingga iman kita tidak bertumbuh?<\/li>\n<li>Apakah kita telah memiliki akar pahit terhadap sesama orang beriman ketika kita bersekutu di dalam gereja ataupun ketika bergaul?<\/li>\n<li>Menurut Saudara mengapa Tuhan merancang kita untuk menjalani hidup ini secara bersama-sama?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP16032022)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan para pemimpin bangsa Indonesia dari tingkat Legeslatif, Eksekutif dan Yudikatif, hingga RT diberi hikmat kebijaksanaan dalam setiap mengambil keputusan dan menjalankan tugas \u2013 tuganya dengan baik dan takut akan Tuhan;<\/li>\n<li>Doakan jemaat GBIK yang akan menjalankan atau membuka usaha semoga dapat diberi kelancaran dan kemudahan terlebih dimasa-masa pandemi;<\/li>\n<li>Doakan panitia \u2013 panitia organisasi di GBIK semoga dapat saling berkoordinasi antara satu dengan yang lain dengan baik,sehingga pelayanan di GBIK berjalan dengan lancar<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang SEBETUNG, Kalimantan Barat:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan pelayanan dan Kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Darto Eran &#038; keluarga;<\/li>\n<li>Doakan kesehatan jemaat, dan kesetiaan dalam beribadah serta melayani;<\/li>\n<li>Rencana penahbisan Gembala Sidang menjadi Pendeta Pengantar Injil di tahun 2022.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cYang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.&#8221; (Luk. 8:13) Beberapa hari yang lalu hujan sudah mulai mengguyur bumi di berbagai daerah Indonesia termasuk kota Jakarta. Rerumputan berubah menjadi hijau, bunga-bunga&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2815,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5527","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5527","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5527"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5527\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5528,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5527\/revisions\/5528"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5527"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5527"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5527"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}