{"id":5478,"date":"2022-03-04T00:03:17","date_gmt":"2022-03-03T17:03:17","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5478"},"modified":"2022-03-03T21:22:17","modified_gmt":"2022-03-03T14:22:17","slug":"srhi-4-mar-22-yang-tuhan-kehendaki-ialah-agar-kita-percaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/03\/04\/srhi-4-mar-22-yang-tuhan-kehendaki-ialah-agar-kita-percaya\/","title":{"rendered":"SRHI 4 MAR 22 &#8211; YANG TUHAN KEHENDAKI IALAH AGAR KITA PERCAYA (Markus 9:14-29)"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cDan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.&#8221; Jawab Yesus: &#8220;Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!&#8221; Segera ayah anak itu berteriak: &#8220;Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!&#8221;<br \/>\n(Markus 9:22-24)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam Injil Matius 17:14-21, Lukas 9:37-44 dan Markus 9:14-29 kita membaca bahwa, Tuhan Yesus membawa tiga orang murid-Nya yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di atas gunung itu ketiga murid tersebut melihat kemuliaan Tuhan Yesus, mereka juga mendengar suara yang berseru: &#8220;<em>Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.<\/em>&#8221; (Matius 17:5). Setelah peristiwa itu, Tuhan Yesus dengan ketiga murid-Nya turun dari gunung dan mereka menemukan ada banyak orang termasuk beberapa ahli Taurat yang sedang berkerumuan mengelilingi murid-murid Yesus.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKetika Yesus bertanya kepada mereka apa yang sedang mereka persoalkan, seorang dari orang banyak itu datang kepada Yesus dan berkata: &#8220;<em>Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat<\/em> (9:17,18).&#8221;\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYesus meminta agar orang itu membawa anaknya kepada-Nya. Yesus berkata kepada mereka: &#8220;<em>Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!&#8221;<\/em> Lalu ketika ayah itu membawa anaknya kepada Yesus, Yesus mengusir roh yang ada dalam anak itu sehingga anak itu sembuh.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKetika Tuhan Yesus tinggal bersama-sama dengan murid-murid-Nya, mereka bertanya kepada Tuhan Yesus, mengapa mereka tidak bisa mengusir roh yang ada dalam anak itu dan menyembuhkan anak itu. \u00a0Tuhan Yesus berkata kepada mereka: <strong><em>&#8220;Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, \u2014 maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.&#8221;<\/em><\/strong>(Matius 17:20-21).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda catatan yang sangat penting dalam peristiwa Tuhan Yesus menyembuhkan anak yang dirasuk roh ini, yaitu pentingnya percaya atau iman. Tuhan Yesus sangat kecewa atas ketidak percayaan murid-murid-Nya. Tuhan Yesus menegur mereka dan berkata : &#8220;<em>Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?<\/em> (Matius 17:1). Demikian pula ketika ayah anak itu mohon kepada Tuhan Yesus dan berkata: \u201c<em>Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami<\/em>.&#8221; Jawab Yesus: &#8220;<em>Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!&#8221; Segera ayah anak itu berteriak: &#8220;Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini<\/em>!&#8221; Tuhan Yesus menegur ayah anak yang kerasukan roh itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKunci dari keberhasilan mengusir roh jahat dan kemudian bisa menyembuhkan anak itu ialah bahwa ayah tersebut percaya akan kuasa Yesus. Kuasa Yesus mampu menyembuhkan anaknya. Murid-murid tidak punya kuasa untuk mengusir roh dan menyembuhkan anak itu karena mereka tidak percaya atau tidak punya iman. Mengapa kita harus percaya dan beriman kepada kuasa Tuhan Yesus?\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKita harus percaya kepada kuasa Tuhan Yesus atau memiliki iman sebab tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6). Rasul Paulus menulis dalam Galatia 3:11: \u201c<em>Orang yang benar akan hidup oleh Iman<\/em>. Demikian juga dalam 2 Korintus 5:7 Paulus menulis: \u201c<em>Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat<\/em>\u201d. Bahkan Tuhan Yesus menyatakan betapa besarnya kekuatan iman itu ketika Yesus bersabda: &#8220;<em>Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, \u2014 maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu\u201d<\/em>. Kita harus berjalan dengan iman bukan karena melihat.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam peristiwa seorang perwira yang memohon kepada Tuhan Yesus agar Dia menyembuhkan anak hambanya, tertulis: \u201c<em>Tuhan Yesus bersabda: \u201cSetelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel<\/em>\u201d (Matius 8:10).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJika Tuhan Yesus menilai hidup Anda, apakah Yesus akan menemukan iman dalam hidup Anda? Bawalah segala persoalan Anda kepada Yesus. Percayalah, yakinlah, berimanlah bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk menolong Anda.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(JET04032022)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Indonesia dalam hal Ini Mentri Luar Negeri dapat menjalankan tugas dengan baik mengevakuasi warga Indonesia dari Ukraina dengan selamat di tengah tengah peperangan antara Rusia dengan Ukraina;<\/li>\n<li>Doakan GBIK dalam menjalankan misi dan visinya trus mengandalkan hikmat dari Tuhan sehingga GBIK diberkati dan menjadi berkat untuk kemuliaan Tuhan;<\/li>\n<li>Doakan Jemaat GBIK tetap takut akan Tuhan menyikapi kehidupan hari lepas hari saat pandemi melalui keluarganya agar ada sukacita damai sejahtera dapat melaksanakan tanggung jawabnya di mana Tuhan tempatkan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan pelayanan Gembala Sidang: Pdt. Lammartua Simamora dan keluarga, serta pemulihan kesehatan Pdt dari asam urat;<\/li>\n<li>Mengucap syukur anak-anak dan KMBI sudah terlibat melayani Tuhan di gereja dalam ibadah jam doa dan 3 orang anak yang memberi hati dalam pelayanan dibidang musik;<\/li>\n<li>Mengucap syukur atas janji iman jemaat yang sudah terkumpul sebesar Rp. 15.700.000 untuk pembelian lahan samping gereja;<\/li>\n<li>Doakan Kelas Persiapan Baptisan yang sudah berjalan untuk 4 calon anggota.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.&#8221; Jawab Yesus: &#8220;Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!&#8221; Segera ayah anak itu berteriak: &#8220;Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!&#8221; (Markus 9:22-24)&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5480,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5478"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5479,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5478\/revisions\/5479"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}