{"id":5287,"date":"2022-01-12T00:03:47","date_gmt":"2022-01-11T17:03:47","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5287"},"modified":"2022-01-11T21:10:16","modified_gmt":"2022-01-11T14:10:16","slug":"srhi-12-jan-22-perubahan-memerlukan-roh-kudus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2022\/01\/12\/srhi-12-jan-22-perubahan-memerlukan-roh-kudus\/","title":{"rendered":"SRHI 12 JAN 22 &#8211; PERUBAHAN MEMERLUKAN ROH KUDUS"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cKarena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.\u201d<br \/>\n(Efs. 4:21-24)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDi zaman yang semakin berubah dan kompetitif ini banyak orang memaksa diri untuk bekerja keras supaya tidak ketinggalan bahkan mengalami kemajuan dan penuh prestasi. Namun, kita seharusnya lebih membutuhkan kuasa Allah daripada sekedar tekad keras dalam hidup kita. Kita semua perlu kuasa Allah. \u201cBuah Roh\u201d adalah sifat yang Allah taruh ke dalam hidup kita ketika Roh Kudus tinggal di dalam kita. Buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri (Gal. 5:22-23).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBagaimana Allah menghasilkan buah ini dalam hidup kita? Bukan dengan tekad. Kita tidak keluar dan berkata, \u201cAku akan menjadi orang yang lebih sabar!\u201d itu tidak akan berhasil. Roh Kudus harus tumbuh di dalam diri. Buah Roh hanya bisa datang dari dalam yaitu ketika Roh-Nya hidup melalui kita. Bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup kita? Jawabannya adalah secara bertahap: \u201cDan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar\u201d (2 Kor. 3:18).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKetika kita punya masalah yang cukup lama, tidak dalam sekejab pula masalah itu akan selesai, meski kita sering meminta kepada Tuhan untuk segera selesai secara instan. Kita harus mengupas satu demi satu lapisan masalah untuk mendapatkan solusinya. Roh Kudus bekerja di dalam kita untuk menjadikan kita seperti Dia. Karakter kita adalah jumlah total kebiasaan kita. Tanggung jawab kita adalah mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baru secara konstan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Apakah kebiasaan-kebiasaan baru yang ingin kita bangun sehingga kita menjadi semakin seperti Kristus? Renungkanlah! Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP12012022)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan pelayanan Ibadah Doa hari secara on site dan online , untuk kemuliaan Tuhan Yesus;<\/li>\n<li>Doakan perekonomian di Republik Indonesia , dijalankan secara jujur , takut dan andalkan Tuhan Yesus;<\/li>\n<li>Doakan kesehatan para anggota Harmoni  secara online dan Offline.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKarena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4276,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5287","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5287","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5287"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5287\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5290,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5287\/revisions\/5290"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}