{"id":5064,"date":"2021-11-09T00:03:19","date_gmt":"2021-11-08T17:03:19","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5064"},"modified":"2021-11-08T20:00:36","modified_gmt":"2021-11-08T13:00:36","slug":"srhi-9-nov-21-kejujuran-mendatangkan-kehormatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/11\/09\/srhi-9-nov-21-kejujuran-mendatangkan-kehormatan\/","title":{"rendered":"SRHI 9 NOV 21 &#8211; KEJUJURAN MENDATANGKAN KEHORMATAN"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cOrang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.\u201c (Ams. 11:3)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda candaan kuno yang mengatakan bahwa profesi yang paling jujur di dunia ini adalah \u201cTukang Gigi Palsu\u201d. Mengapa? Karena mereka dengan jujur berani memasang papan nama, walaupun yang dibuat gigi palsu dia tetap menyebutnya dengan jelas gigi palsu yang dibuatnya tanpa ditutup-tutupi. Memang kejujuran merupakan hal yang harus diusahakan demi terwujudnya kehormatan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPerhatikan ayat firman Tuhan ini: <em>\u201cSalmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud, Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria.\u201d <\/em>(Mat. 1: 5-6). Matius dalam Injil Matius mencatat dengan jelas, tansparan dengan penuh kejujuran tentang masuknya beberapa perempuan yang secara manusia tak layak ada dalam\u00a0 silsilah Tuhan Yesus. Rahab adalah perempuan nakal di Yerikho (Yos. 2: 1-24) yang menyelamatkan dua orang utusan Israel sebagai pengintai (Yos. 6:17-25). Rut seorang janda asal Moab menantu Naomi (Rut 1:3-4), karena suaminya meninggal, ia tetap ikut bersama mertuanya saat kembali ke Betlehem (Rut 1:18-19). Ada juga hal yang luar biasa kejujurannya dengan dituliskannya ibu dari raja Salomo yang disebutkan dengan jelas istri Uria. Istri Uria yang diambil Daud sebagai istrinya adalah Betsyeba.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDilihat dari sudut kelayakannya, tiga perempuan itu tidak layak masuk dalam silsilah Tuhan Yesus, karena nama mereka dianggap kurang baik. Namun hal ini tetap dicatat dengan jelas karena Matius jujur mengungkapkannya, ia tidak mau menutup-nutupi apa yang sebenarnya. Ini membuktikan bahwa dalam melayani Tuhan Matius jujur karena ketulusannya, dan inilah yang berkenan di hadapan Tuhan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDari keterangan-keterangan tersebut di atas, kita bisa melihat bahwa dalam setiap pelayanan kepada Tuhan maupun kepada manusia, perlu dibarengi dengan kejujuran. Dengan kejujuran itu, Allah melihat, dan orang lain merasakan ketulusan kita dalam melayani. Pada akhirnya orang akan angkat topi dan memberi penghormatan atas pelayanan kita yang memang selayaknya kita terima. Selamat menjadi orang terhormat di masyarakat karena kejujuran kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(RI09112021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mohon berdoa bagi keamanan Gereja dalam rangka menjelang Natal agar dapat menjalankan acara dengan baik;<\/li>\n<li>Berdoa bagi jemaat yang saat ini semakin banyak datang hadir beribadah agar tetap PROKES, terutama yang sudah lanjut usia;<\/li>\n<li>Mohon berdoa bagi pejabat di DKI dalam menanggulangi banjir atau hujan yang akan mengguyur Jakarta selama musim hujan.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cOrang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.\u201c (Ams. 11:3) Ada candaan kuno yang mengatakan bahwa profesi yang paling jujur di dunia ini adalah \u201cTukang Gigi Palsu\u201d. Mengapa? Karena mereka dengan jujur berani memasang papan nama, walaupun yang dibuat gigi palsu dia tetap menyebutnya dengan jelas gigi palsu yang dibuatnya tanpa ditutup-tutupi&#8230;.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5064"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5067,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5064\/revisions\/5067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}