{"id":5061,"date":"2021-11-08T00:03:07","date_gmt":"2021-11-07T17:03:07","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=5061"},"modified":"2021-11-07T21:45:11","modified_gmt":"2021-11-07T14:45:11","slug":"srhi-8-nov-21-kejujuran-modal-pelayanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/11\/08\/srhi-8-nov-21-kejujuran-modal-pelayanan\/","title":{"rendered":"SRHI 8 NOV 21 &#8211; KEJUJURAN MODAL PELAYANAN"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cBibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.\u201c (Ams. 16: 13)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda sementara orang mengatakan bahwa pada zaman sekarang ini kejujuran itu sangat mahal. Apa artinya? Mereka melihat orang-orang yang berlaku jujur sekarang ini dapat dihitung dengan jari, artinya sulit ditemukan di antara umat manusia. Akibatnya adalah perilaku kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) merajalela di negeri tercinta ini. Dunia media elektronika maupun media social dipenuhi dengan berita tentang KKN.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMemelihara sikap tidak jujur sama saja dengan membawa hidup kita pada perbudakan dosa. Mengorbankan kebenaran hanya untuk diterima dan dipandang baik di mata manusia adalah prinsip yang salah. Lagi pula tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari hadapan Tuhan, Ia dapat melihat jauh kedalam hati kita. Sementara bertahan dalam kejujuran berarti berani berjuang bersama Tuhan di jalur yang benar, berani berkata ya jika ya dan tidak jika tidak (Mat. 5: 37). Kadangkala bersikap jujur menjadi harga mahal yang harus kita bayar dan tidak jarang membawa kita pada keadaan kurang menyenangkan. Namun saat itu terjadi Tuhan akan selalu setia menyediakan pertolongan dan menjadi perisai dalam hidup kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDi dalam menjalani pelayanan, di manapun Tuhan tempatkan, Tuhan menghendaki kita melayani dengan kejujuran. Kejujuran adalah modal yang penting dalam melayani, jujur dalam motivasi, jujur dalam bersikap, jujur dalam berkata-kata, jujur dalam bertindak. Semuanya itu jika ada dalam diri kita, akan menjadikan kita pelayan-pelayan yang berkenan kepada Tuhan. <em>\u201cBibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.\u201d <\/em>(Ams. 16: 13). Firman yang indah yang mendorong kita untuk berkata, bersikap dan bertindak jujur. Dengan kejujuran, pada\u00a0 umumnya orang lain atau kolega kita senang dan Tuhan pun berkenan terhadap orang jujur itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nApakah kita mau menjadi pelayan-pelayan yang berkenan kepada Tuhan yang kita layani? Milikilah modal kejujuran dan benar, kita tidak bisa berpura-pura jujur di hadapan-Nya karena Dia adalah Allah yang Mahatahu. Apa yang ada dalam diri kita tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Jalani kejujuran kita dengan penuh kejujuran, maka Dia akan menyertai kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(RI08112021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mari berdoa untuk Gereja kita supaya tetap diberkati menjadi berkat bagi semua orang terutama jemaat;<\/li>\n<li>Mari berdoa untuk perlindungan Tuhan Yesus bagi jemaat yang rumah atau tempat tinggalnya rawan banjir, agar waspada;<\/li>\n<li>Mari Berdoa bagi pemangku jabatan di pemerintah dalam menangani peristiwa alam, banjir dan yang lainnya agar sigap dan bekerja sama dengan pihak terkait.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.\u201c (Ams. 16: 13) Ada sementara orang mengatakan bahwa pada zaman sekarang ini kejujuran itu sangat mahal. Apa artinya? Mereka melihat orang-orang yang berlaku jujur sekarang ini dapat dihitung dengan jari, artinya sulit ditemukan di antara umat manusia. Akibatnya adalah perilaku kolusi, korupsi dan nepotisme&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5063,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-5061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5061"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5062,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5061\/revisions\/5062"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}