{"id":4981,"date":"2021-10-21T00:03:21","date_gmt":"2021-10-20T17:03:21","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4981"},"modified":"2021-10-20T20:59:23","modified_gmt":"2021-10-20T13:59:23","slug":"srhi-21-okt-21-mampu-menguasai-diri-menabur-ketidakegoisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/10\/21\/srhi-21-okt-21-mampu-menguasai-diri-menabur-ketidakegoisan\/","title":{"rendered":"SRHI 21 OKT 21 &#8211; MAMPU MENGUASAI DIRI: MENABUR KETIDAKEGOISAN"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cJangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.\u201d (Gal. 6:7-8)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nFirman Tuhan dalam Galatia 6:7-8 dikatakan <em>\u201cJangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu\u201d.<\/em>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSejak dari dulu \u201cKeegoisan\u201d menghancurkan hubungan-hubungan. Ini merupakan penyebab nomor satu konflik, argumen, perpecahan, dan perang. Yakobus 4:1 mengatakan, <em>\u201cDari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?\u201d<\/em> Setiap kekacauan dimulai karena saling mementingkan diri sendiri.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPerlu diingat bahwa keegoisan sangat mudah menyusup ke dalam hubungan-hubungan diantara sesama. Ketika kita memulai suatu hubungan, tentunya kita akan berusaha keras untuk tidak egois, tetapi seiring waktu waktu, keegoisan pun akan mulai muncul. Apabila keegoisan merusak hubungan kita dengan orang lain, maka ketidakegoisanlah yang membuat hubungan itu bisa tumbuh subur.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMenjadi tidak egois dapat membantu orang lain mengeluarkan potensi dan nilai terbaik dari dalam diri orang lain. Dan inilah prinsip tabur tuai: Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Allah menghadiahkan ketidakegoisan dengan kehidupan yang kekal. Segala sesuatu yang kita miliki adalah adalah karunia dari-Nya, karena Ia tidak mementingkan diri-Nya sendiri. Dan kita menjadi orang yang paling bahagia ketika kita menyerahkan ego kita kepada Yesus. Karena Yesus berkata, <em>\u201cTetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya<\/em><em>\u201d<\/em> (Mrk. 8:35b). Haleluya, Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP21102021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan pelayanan Panitia Natal GBIK 2021;<\/li>\n<li>Doakan pelayanan Panitia Kunjungan dan keanggotaan dalam menolong jemaat bertumbuh dalam Kristus;<\/li>\n<li>Doakan hikmat Tuhan bagi pemerintah dalam menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cJangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.\u201d (Gal. 6:7-8) Firman Tuhan dalam Galatia 6:7-8 dikatakan \u201cJangan sesat! Allah tidak membiarkan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3856,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4981"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4988,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4981\/revisions\/4988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}