{"id":4973,"date":"2021-10-19T00:03:32","date_gmt":"2021-10-18T17:03:32","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4973"},"modified":"2021-10-18T22:09:33","modified_gmt":"2021-10-18T15:09:33","slug":"srhi-19-okt-21-tahan-uji-menghadapi-kritik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/10\/19\/srhi-19-okt-21-tahan-uji-menghadapi-kritik\/","title":{"rendered":"SRHI 19 OKT 21 &#8211; TAHAN UJI MENGHADAPI KRITIK"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>\u201cSekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku. Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengritik aku.\u201d (1 Kor. 9: 2-3)<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDunia kritik mengritik adalah sesuatu yang biasa di dalam kehidupan ini. Di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat apalagi di dalam kehidupan politik, saling mendebat, saling mengritik, bahkan saling menentang sudah biasa. Persoalannya adalah bagaimana sikap menghadapi debat, kritik dan tentangan yang ditujukan kepadanya. Sementara orang dengan tenang menghadapinya, sementara ada orang lain yang keras menyikapinya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam pelayanannya, Paulus tidak lepas dari kritik dan tantangan yang menghadang di depannya. Bagaimana ia diadili, ia disiksa sehingga tubuhnya penuh dengan luka, dimasukkan ke dalam penjara dan masih banyak lagi yang dihadapinya. Dalam nats hari ini, kita melihat ada orang yang mengritik dan mempersoalkan kerasulannya. Bagaimana Rasul Paulus menyikapi semua itu? Dalam bagian-bagian tertentu Paulus membela dengan argumentasi yang kuat, ia membantah kalau dirinya adalah pembuat rusuh kota. Di pihak lain ia menyikapinya dengan melakukan tindakan nyata dengan menunjukkan buah dari pelayanan yang dikerjakannya. Dalam nats tersebut di atas jelas Paulus menyatakan bahwa kerasulannya dibuktikan dengan adanya buah pelayanan yang nyata. Dia ditugaskan Tuhan untuk menjangkau orang-orang non Yahudi, kemudian ia pergi keliling dunia untuk memberitakan Injil. Hasilnya adalah jemaat-jemaat baru didirikan di setiap tenpat yang dikunjunginya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam hal inilah nampak dengan jelas Paulus mampu menguasai diri dengan baik, tahan uji menghadapinya, mampu untuk tidak bertindak gegabah seperti apa yang dilakukannya sebelum perjumpaannya dengan Tuhan Yesus di perjalanannya menuju kota Damsyik. Memang seorang Pemberita Injil harus memiliki penguasaan diri yang prima dan tahan uji dalam pelayanannya, karena dengan itulah pemberita Injil bukan saja menyampaikan Kabar Baik kepada semua orang, tetapi juga sekaligus \u201cmempertontonkan hidupnya\u201d sesuai dengan perintah junjungannya, Tuhan Yesus.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSebagai anak Tuhan, sebagai anggota gereja, sebagai pemimpin gereja, hendaknya kita memiliki karakter yang mirip dengan Paulus itu, yakni mampu menguasai diri dengan baik dan tahan uji sekalipun menghadapi kritik maupun tekanan yang berat? Tuhan Yesus memberkati, Amin.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(RI19102021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan program Panitia Evaluasi dan pencalonan dalam mempersiapkan para pelayan di tahun 2022 ;<\/li>\n<li>Doakan untuk kebutuhan pelayan untuk GBIK dalam menolong jemaat bertumbuh dan memelihara gedung gereja;<\/li>\n<li>Doakan hikmat Tuhan bagi pemerintah dalam menjalankan hukum di wilayah NKRI.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku. Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengritik aku.\u201d (1 Kor. 9: 2-3) Dunia kritik mengritik adalah sesuatu yang biasa di dalam kehidupan ini. Di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat apalagi di dalam kehidupan politik,&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4978,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4973"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4973\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4977,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4973\/revisions\/4977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}