{"id":4773,"date":"2021-09-03T00:03:39","date_gmt":"2021-09-02T17:03:39","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4773"},"modified":"2021-09-02T20:30:41","modified_gmt":"2021-09-02T13:30:41","slug":"srhi-3-sep-21-menjadi-orang-kristen-sebagaimana-seharusnya-efesus-51-7","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/09\/03\/srhi-3-sep-21-menjadi-orang-kristen-sebagaimana-seharusnya-efesus-51-7\/","title":{"rendered":"SRHI 3 Sep 21 &#8211; MENJADI ORANG KRISTEN SEBAGAIMANA SEHARUSNYA (Efesus 5:1-7)"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>&#8220;Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.&#8221;<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Efesus 5:1-2)<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAcara Doa Syukur Ulang Tahun 58 GBIK telah berlangsung dengan sangat baik. Kita semua jadi merasakan sebagai satu keluarga besar yang telah diberkati dan dipimpin oleh Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja dan Gembala kita yang baik. Ketika mengikuti acara doa syukur itu, saya merenungkan diri saya dengan pertanyaan: apa yang patut saya syukuri dalam hidup saya menjadi orang Kristen? Ada tiga hal yang patut saya mengucap syukur kepada Tuhan. Pertama, saya mengucap syukur sudah diselamatkan oleh karunia Allah dalam Kristus Yesus yang telah mati di kayu salib dan yang telah bangkit dari kematian pada hari ketiga. Kedua, saya mengucap syukur atas keluarga yang Tuhan berikan kepada saya. Ketiga, saya mengucap syukur bahwa Tuhan berkenan memanggil saya dan keluarga saya untuk melayani Tuhan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPada kesempatan menyampaikan renungan melalui SRHI ini saya mengajak kita sebagai anggota gereja untuk merenungkan firman Tuhan yang saya beri judul \u201cMenjadi Orang Kristen Sebagaimana Seharusnya\u201d. Kita harus mengetahui bahwa sama seperti lazimnya, sepucuk surat tidak dibagi dalam pasal ataupun ayat-ayat, maka demikian juga Surat Efesus ini. Rasul Paulus menulis secara utuh antara Pasal 4, 5 dan 6. Dalam Efesus 4 Rasul Paulus menulis tentang Kesatuan Jemaat dengan karunia yang berbeda-beda. Kemudian Paulus menulis tentang Manusia Baru, lalu dia berbicara tentang Kasih dalam keluarga. Tiga pokok bahasan yang sangat penting tentang bagaimana seharusnya kita hidup sebagai pengikut Kristus dan sebagai anggota tubuh Kristus atau gereja-Nya di antara sesama pengikut Kristus dan di tengah-tengah dunia ini. \u00a0Setelah Rasul Paulus menyampaikan hal itu dia menulis: <strong><em>\u201cSebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.\u201d <\/em><\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam ayat-ayat ini Rasul Paulus menyatakan kepada kita apa artinya menjadi pengikut Kristus, bagaimana seharusnya orang Kristen itu hidup. Tentu saja kita hidup dalam budaya dan berada di tengah-tengah masyarakat di mana kita berada. Ada orang Kristen beranggapan bahwa dia sebagai orang Kristen berarti dia bukan pengikut agama lain selain agama Kristen<em>.<\/em> Ada yang berpikir bahwa agama Kristen itu semacam lambang suatu budaya. Ada orang Kristen yang tidak yakin secara pasti apa artinya menjadi orang Kristen. Dari pikiran-pikiran di atas orang berpendapat bahwa orang Kristen berbeda dengan orang-orang lain. Orang Kristen berbeda dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus. Kalau demikian bagaimanakah kita bisa berbeda dengan mereka.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam Efesus pasal 5 ini firman Tuhan menyatakan kepada kita bagaimana kita (orang Kristen) harus hidup. Kita harus hidup dalam kasih tanpa pamrih sebagaimana Kristus telah mengasihi kita (5:2). Kita harus menghindari kehidupan amoral. Kita harus menahan diri terhadap percabulan, bahkan juga tidak membicrakannya (5:3). Dalam ayat 4 dan 5 kita harus mengendalikan diri dalam setiap ucapan dan perkataan kita yang tidak patut. Sebaliknya kita harus mengucap syukur. Kita harus sadar dan selalu mengingat bahwa orang-orang yang hidup dalam kehidupan amoral dan penyembah berhala tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dalam ayat 6 dan 7 firman Tuhan mengingatkan kita agar kita menjaga pergaulan kita agar kita tidak terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang dapat menyesatkan kita. Jadi ketika firman Tuhan berkata: \u201d<em>Jadilah penurut-penurut Allah<\/em>\u201d kita adalah anak-anak Allah. Sebagai anak kita akan menurut orang tua kita. Yang menjadi standar hidup kita adalah Allah. Yang menjadi pedoman hidup kita adalah firman Tuhan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nUntuk memeriksa apakah kita benar-benar pengikut Kristus yang sejati kita perlu menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Apakah Anda percaya sungguh sungguh bahwa Alkitab adalah firman yang benar-benar diwahyukan Allah. Firman Allah menjadi otoritas tertinggi dalam sega segi kehidupan Anda.<\/li>\n<li>Apakah Anda percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh Allah yang hidup tanpa dosa sehingga ajaran dan cara hidup-Nya patut dipercaya dan ditaati.<\/li>\n<li>Apakah Anda sungguh percaya bahwa Allah adalah Allah yang maha tahu dan maha kuasa dan masih memerintah sampai hari ini bahkan sampai selama-lamanya. Dengan keyakinan seperti itulah, memungkinkan Anda untuk hidup selalu dalam penguasaan pimpinan Tuhan.<\/li>\n<li>Apakah Anda percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang dikaruniakan-Nya karena kasih-Nya kepada Anda. Dengan demikian Anda akan selalu menghargai keselamatan yang dianugerahkan Allah itu dan berusaha untuk hidup kudus dihadapan Allah.<\/li>\n<li>Apakah Anda percaya bahwa orang Kristen harus bertanggung jawab untuk membagikan iman mereka dalam Kristus.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Demikianlah kita menjadi orang Kristen sebagaimana seharusnya kita hidup.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(JET03092021)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan orang yang sakit baik ringan ataupun berat sehingga tidak dapat beraktivitas dapat dipulihkan dan disembuhkan dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala;<\/li>\n<li>Doakan untuk keamanan NKRI, baik diperkotaan hingga pelosok negeri tetap aman terkendali, setiap aparatur yang ada dari TNI-POLRI hingga swadaya masyarakat diberikan hikmat dari Tuhan;<\/li>\n<li>Para penginjil baik para misionaris, para pendeta, para diakon, para panitia dan jemaat terkhusus di GBIK dapat mengkabarkan Firman Tuhan dengan baik dan banyak jiwa yang dimenangkan.<\/li>\n<li>Doakan kegiatan ibadah doa fajar esok hari, jemaat dapat hadir untuk saling mendoakan, menguatkan dan terberkati oleh Firman Tuhan.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.&#8221; (Efesus 5:1-2) Acara Doa Syukur Ulang Tahun 58 GBIK telah berlangsung dengan sangat baik. Kita semua jadi merasakan sebagai satu&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3473,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4773","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4773"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4777,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4773\/revisions\/4777"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3473"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}