{"id":4699,"date":"2021-08-18T00:03:43","date_gmt":"2021-08-17T17:03:43","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4699"},"modified":"2021-08-17T23:04:31","modified_gmt":"2021-08-17T16:04:31","slug":"srhi-18-agu-21-yoab-peduli-terhadap-pemimpin-dan-bangsanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/08\/18\/srhi-18-agu-21-yoab-peduli-terhadap-pemimpin-dan-bangsanya\/","title":{"rendered":"SRHI 18 AGU 21 &#8211; YOAB PEDULI TERHADAP PEMIMPIN DAN BANGSANYA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cIblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat: \u201cPergilah, hitunglah orang Israel dari Bersyeba sampai Dan, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka.\u201d Lalu berkatalah Yoab: \u201cKiranya TUHAN menambahi rakyat-Nya seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang. Ya tuanku raja, bukankah mereka sekalian, hamba-hamba tuanku? Mengapa tuanku menuntut hal ini? Mengapa orang Israel harus menanggung kesalahan oleh karena hal itu?&#8221;<br \/>\n<cite>(1 Taw. 21:1-3)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSebagai pemimpin bangsa Israel, Daud telah memberikan teladan iman yang baik bagi kita. Ia berusaha keras dalam kehidupan untuk menaati firman Allah, tetapi walau demikian dalam sejarah hidupnya ada pula sisi gelap yang menunjukkan kekurangan imannya. Ketika dalam kesulitan, ia bersandar kepada Allah, tetapi disaat dalam keadaan aman, ia berbuat dosa kesombongan sehingga keluarganya mengalami malapetaka yang tak putus-putusnya (1 Taw. 21:9-15).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSekarang kita akan belajar dari 1 Tawarikh 21:1-15 tentang Daud yang mengadakan sensus penduduk. Setelah kerajaannya menjadi kuat, mulailah ia melupakan Tuhan dengan bersandar pada pengertiannya sendiri dan kekuatan angkatan perang yang dimilikinya; namun akhirnya ia jatuh ke dalam dosa kesombongan dengan mengadakan sensus penduduk. Waktu itu, Yoab, panglima perangnya menasihati untuk tidak melakukan sensus penduduk, tetapi Daud melakukan hal itu yang tidak diperkenan Allah (ay. 7). Namun, lagi-lagi nasi sudah menjadi bubur, setelah Daud melakukan sensus penduduk, ia menyesal, mengakui dosanya (ay. 8) serta memilih salah satu dari tiga hukuman Tuhan, yaitu dengan terjadi bala sampar yang memakan korban tujuh puluh ribu orang.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMelalui pelajaran dari kisah Daud ini, kita dapat melihat dan belajar tentang beberapa hal berikut ini: mengapa Allah murka karena sensus penduduk ini dan menyadarkan kita untuk\u00a0 bersandar pada Allah, bukan pada pengertian diri sendiri dan hal-hal duniawi.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mengapa Allah murka terhadap Daud oleh karena melakukan sensus penduduk (ay. 7)?<br \/>\nAllah tidak berkenan pada tindakan Daud karena kejayaan Daud, kekokohan kedudukannya, dan semua yang ada pada dirinya itu karena pertolongan Allah. Dan seharusnya Daud memulangkan kemuliaan Allah dan hanya meninggikan Allah. Namun, ia telah melupakan anugerah Allah dan memulangkan jasa pada diri sendiri, dan jatuh dalam dosa kesombongan. Oleh karena itu, Allah tidak berkenan.<\/li>\n<li>Mengapa Daud timbul pemikiran untuk mengadakan sensus penduduk (ay. 1)?<br \/>\nNiat ini muncul karena serangan iblis yang mendorong Daud melakukan demikian. Karena kerajaan yang berada di sekitarnya satu persatu ditakhlukkan, kerajaan yang dipimpinnya mulai kuat, hati sombong Daud mulai muncul, lalu menganggap semua keberhasilan karena jasanya. Dan dalam rangka persiapan untuk perang selanjutnya, ia mengadakan sensus penduduk. Tentu tindakan yang dilakukan Daud ini bukti bahwa ia merasa hebat dan tidak percaya akan kuasa Allah.<\/li>\n<li>Apa yang dilakukan Yoab sebagai umat Allah, panglima perang Daud yang peduli terhadap pemimpin dan bangsanya (ay. 2-5)?<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYoab sebagai umat Allah dan panglima yang setia menasihati Daud agar sensus penduduk tersebut jangan dilakukan karena hal ini tidak sesuai dengan kehendak Allah, tetapi Daud tetap tidak menghiraukannya. Jika saja Daud mau mendengarkan dan mempertimbangkan nasihat Yoab maka dapat mencegah malapetaka yang akan terjadi.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDan hendaknya kita sebagai umat Allah yang setia terhadap pemimpin dan bangsa, berlaku seperti Yoab yang tetap memberi masukan yang baik, dengan cara-cara yang baik, dan melalui berbagai cara demi kebaikan pemimpin kita dan bangsa kita. Dari sini jelas bahwa umat Allah atau gereja harus memiliki peran bagi kemajuan bangsa Indonesia. Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(AP18082021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan upaya pemerintah menangani kasus teroris. Kiranya para terduga teroris yang ditangkap beberapa waktu terakhir mengalami pertobatan;<\/li>\n<li>Mengucap syukur untuk kedatangan 5 juta dosis vaksin minggu lalu. Kiranya dapat terdistribusi dengan baik dan masyarakat semakin mendukung program vaksinasi;<\/li>\n<li>Doakan hasil rapat perancang bulan Agustus agar dapat dijalankan dengan baik. Kiranya ada koordinasi yang baik, hati yang saling mengasihi antar panitia dan pelayan gereja;<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cIblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat: \u201cPergilah, hitunglah orang Israel dari Bersyeba sampai Dan, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka.\u201d Lalu berkatalah Yoab: \u201cKiranya TUHAN menambahi rakyat-Nya seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang&#8230;.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4702,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4699"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4705,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4699\/revisions\/4705"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}