{"id":4572,"date":"2021-07-23T00:03:40","date_gmt":"2021-07-22T17:03:40","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4572"},"modified":"2021-07-22T20:25:35","modified_gmt":"2021-07-22T13:25:35","slug":"srhi-23-jul-21-bersama-tuhan-kita-mencapai-tujuan-kisah-para-rasul-2714-37","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/07\/23\/srhi-23-jul-21-bersama-tuhan-kita-mencapai-tujuan-kisah-para-rasul-2714-37\/","title":{"rendered":"SRHI 23 JUL 21 &#8211; BERSAMA TUHAN  KITA MENCAPAI TUJUAN (Kisah Para Rasul 27:14-37)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cSebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku. Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau&#8221;<br \/>\n<cite>(Kisah Para Rasul 27:25)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 27, dokter Lukas menulis tentang perjalanan Rasul Paulus berlayar menuju Roma untuk naik banding atas perkaranya. Dalam perjalanan ini, kapal yang ditumpanginya menghadapi angin badai \u201cTimur Laut\u201d (27:14) yang dahsyat. Setelah tiga hari dilanda badai terus menerus, mereka mulai putus asa. Semua muatan dan peralatan kapal dibuang ke laut. Selama beberapa hari mereka tidak melihat matahari maupun bintang-bintang. Angin badai yang dahsyat masih terus mengancam mereka, sehingga mereka menjadi putus asa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam keadaan yang kritis itu, Paulus berdiri dan berkata kepada mereka: \u201cTetapi s<strong><em>ekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku, dan Ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau. Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku\u201d<\/em><\/strong> (Kisah Para Rasul 27:22-25).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSama seperti Rasul Paulus, kita semua mempunyai cita-cita. Kita mempunya tujuan dalam hidup kita dan keluarga kita. Kita mempunyai target yang ingin kita capai. Tetapi tiba-tiba badai topan dahsyat datang seperti <em>\u201c<strong>Angin Timur\u201d<\/strong><\/em> melanda hidup kita. Badai berupa sakit penyakit, kehilangan pekerjaan, kehilangan keluarga yang kita kasihi, kehilangan kontrak yang kita nantikan, yang tidak kunjung tiba. Semuanya mengancam memporak-porandakan perahu hidup kita dan menggagalkan segala cita-cita dan harapan kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSebagai orang yang percaya dan beriman kepada Tuhan, sama seperti Rasul Paulus, mari melihat bahwa Allah setia kepada janji-Nya. Allah tidak pernah menaruh visi dalam hidup kita dan menariknya kembali. Ketika Allah memulai sesuatu dalam hidup kita, Dia akan menyelesaikannya. Kita tidak tahu jalannya, tetapi Tuhan tahu penyelesaiannya. Pikiran kita terbatas, tetapi bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Kita tidak mengharapkan badai ini, tetapi kita juga harus yakin bahwa Allah berkuasa atas badai. Dalam Injil Markus 4: 39- 40 tertulis: <strong><em>\u201d Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: &#8220;Diam! Tenanglah!&#8221; Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: &#8220;Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?&#8221; <\/em><\/strong>Mengingat sabda Yesus ini, marilah kita tetap percaya dan beriman kepada Kristus.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda satu catatan penting yang ditulis oleh dokter Lukas dalam kisah perjalanan Paulus ini, tertera di Kisah Para Rasul 27:25-26: <strong><em>\u201cSebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku. <u>Namun<\/u> <u>kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau<\/u>.&#8221;<\/em><\/strong> Perhatikan kata \u201c<em>namun\u201d<\/em>. Kita memang harus mendamparkan kapal tersebut di salah satu pulau. Allah berkuasa mengendalikan dan meredakan angin topan, <u>namun kita harus juga melakukan apa yang masih dapat kita kerjakan<\/u>. Kita tidak hanya menunggu tetapi juga harus bertindak. Apa yang mereka lakukan? Mereka harus tabah dan tetap percaya kepada Tuhan (27: 22, 25). Mereka tetap harus makan, menjaga kesehatan dan stamina (27: 33-34).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi mari menyerahkan persoalan yang kita hadapi dengan tetap tabah dan bersandar kepada Tuhan. Mari menyerahkan kepada Tuhan apa yang tidak dapat kita lakukan dan tetap mengerjakan apa yang bisa kita laksanakan. Semuanya itu memungkinkan kita berhasil mencapai tujuan hidup kita. Percayalah Allah kita adalah Allah yang Mahatahu dan Mahakuasa. Dia tetap bekerja sampai hari ini. Allah tidak tinggal diam. Mari mengakhiri renungan ini dengan membaca Kisah Para Rasul 27:36-38:<strong><em> \u201cMaka kuatlah hati semua orang itu, dan merekapun makan juga. Jumlah kami semua yang di kapal itu dua ratus tujuh puluh enam jiwa. Setelah makan kenyang, mereka membuang muatan gandum ke laut untuk meringankan kapal itu.\u201d<\/em><\/strong> Mari membuang semua beban pikiran atau perasaan yang membuat Saudara putus asa. Bekerjalah bersama Tuhan.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET30072021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan untuk keamanan NKRI, baik diperkotaan hingga pelosok negeri tetap aman terkendali, setiap aparatur yang ada dari TNI-POLRI hingga swadaya masyarakat diberikan hikmat dari Tuhan;<\/li>\n<li>Para penginjil baik para misionaris, para pendeta, para diakon, para panitia dan jemaat terkhusus di GBIK dapat mengkabarkan Firman Tuhan dengan baik dan banyak jiwa yang dimenangkan;<\/li>\n<li>Doakan kegiatan ibadah doa fajar esok hari, jemaat dapat hadir untuk saling mendoakan, menguatkan dan terberkati oleh Firman Tuhan;<\/li>\n<li>Doakan persekutuan keluarga Harmony tgl 31 Juli 2021, banyak keluarga yang rindu bersekutu dan dikuatkan iman dan keluarganya serta menikmati berkat rohani dari Firman Tuhan;<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku. Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau&#8221; (Kisah Para Rasul 27:25) Dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 27, dokter Lukas menulis tentang perjalanan Rasul Paulus berlayar menuju Roma untuk naik banding atas perkaranya&#8230;.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2651,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4572","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4572"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4572\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4578,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4572\/revisions\/4578"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}