{"id":4402,"date":"2021-06-18T00:02:18","date_gmt":"2021-06-17T17:02:18","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4402"},"modified":"2021-06-17T22:49:57","modified_gmt":"2021-06-17T15:49:57","slug":"srhi-18-jun-21-keharusan-berbuah-nyata-lukas-643-45","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/06\/18\/srhi-18-jun-21-keharusan-berbuah-nyata-lukas-643-45\/","title":{"rendered":"SRHI 18 JUN 21 &#8211; KEHARUSAN BERBUAH NYATA (Lukas 6:43-45)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cOrang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.&#8221;<br \/>\n<cite>(Lukas 6:45)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSaudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Ayat-ayat dalam Lukas 6 ini merupakan bagian dari Khotbah Tuhan Yesus yang sering kita kenal dengan nama \u201cKhotbah Tuhan Yesus di Bukit&#8221; yang juga dicatat oleh Injil Matius 5-7.\u00a0Dalam kotbah itu Tuhan Yesus memakai ilustrasi tanaman.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus seorang Pengkhotbah atau Guru yang sangat mahir dalam berkhotbah dan mengajar. Ketika mengajar, Tuhan Yesus sering memakai berbagai ilustri untuk memperjelas ajaran atau khotbah-Nya. Salah satu ilustrasi yang sering digunakan oleh Tuhan Yesus ialah Dia menggunakan tanaman sebagai ilustrisi khotbah-Nya. Tuhan Yesus memakai Ilalang dan Gandum sebagai ilustrasi khotbah-Nya. Tuhan Yesus juga pernah menggunakan biji Sesawi. Dia juga memakai Bunga Bakung sebagai ilustrasi khotbah-Nya. Masih banyak lagi ilustrasi seperti itu.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHari ini kita membaca Tuhan Yesus memakai Pohon yang menghasilkan buah sebagai ilustrasi khotbah-Nya. Yesus berkata : <em>Dari pohon yang baik mengnhasilkan buah yang baik. Dari Pohon yang tidak baik akan mengahsilkan buah yang tidak baik, \u00a0Tuhan Yesus menyatakan bahwa dari buahnya kita mengenali pohonnya.<\/em>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDi halam gereja kita ini ditanam berbagai macam pohon, diantaranya ada beberapa macam pohon buah. Dahulu ada pohon mangga yang sudah besar, berbuah tetapi dipotong karena buahnya kurang baik. Kalau sudah masak selalu ada ulat buah didalamnya. Kalau diambil masih muda terlalu asam. Selain itu ada juga beberapa pohon rambutan, ada yang manis dan ada yang asam. Yang manis selalu cepat habis dipetik orang walaupun buahnya belum sempat masak. Yang terakhir ada beberapa pohon nangka yang pendek dan subur. Ada yang sudah berbuah walaupun masih pendek. Tetapi kemudian ditebang karena buahnya kurang baik. Ada beberapa pohon yang ditanam disamping tempat parkir. Saya sering parkir mobil di samping pohon itu. Suatu hari seya melihat Pohon Nangka ini berbuah. Besar dan ditutup dengan karung plastik. Setiap saya parkir saya coba menekan karung ini. Beberapa minggu yang lalu ketika saya parkir di tempat itu saya tidak melihat lagi buah itu. Saya bertanya kepada Bapak Sarmin kemana buahnya? Saya bertanya bagaimana buahnya. Pak Sarmin berkata, bagus dan manis serta harum.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSaudara saudara Tuhan Yesus luar biasa. Dia tahu apa yang diperlukan oleh manusia. Manusia memerlukan buah yang baik, dan untuk menghasilkan buah yang baik kita memerlukan pohon yang baik. Kita perlu bertanya \u201cKalau kita ingin menghasilkan sesuatu dalam kehidupan kita, dimana keinginan itu harus dimulai?\u201d Ada yang mengatakan bahwa otak kita merupakan sumber atau asal mula kemauan atau perbuatan kita. Pikiran kita yang akan menggerakkan kita untuk melakukan segala sesuatu. Ada juga yang mengatakan bahwa kemauan kitalah yang menjadi pusat kita melakukan sesuatu. Tetapi Tuhan Yesus menyatakan bahwa \u201cHati kitalah yang menjadi pusat penggerak kita melakukan atau menghasilkan sesuatu. Tuhan Yesus menyatakan itu dalam ayat Lukas 6:45 <strong><em>\u201cOrang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.&#8221;<\/em><\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTema gereja kita bulan ini tekananya adalah untuk memberitakan Injil. Kalau kita ingin mencapai hasil , sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus maka kita harus memulai dari hati kita. Apakah hati kita terbeban untuk menjangkau jiwa-jiwa yang sesat. Apakah dalam hati kita ada kasih terhadap jiwa yang sesat. Ketika Tuhan Yesus melihat kota Yerusalem, Yesus menangis. Karena Dia melihat kota itu dengan hati yang penuh belas kasihan karena dalam kota penuh dengan orang-orang yang membunuh para nabi (Matius 23:27). Pemimpin-pemimpin agama Yahudi melihat kota Yerusalem tetapi tidak pernah mengasihi kota itu sebab mereka hanya melihat kota Yerusalem dengan dengan pandangan tradisi agama. Tetapi Yesus melihat kota Yerusalem dengan mata hati yang penuh belas kasihan dan kerinduan agar meeka bisa percaya kepada berita kabar baik yang Dia beritkan yaitu supaya mereka bertobat.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus sendiri melakukan segala sesuatu digerakkan oleh hati-Nya (Mat 90:36) Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaang yang perlu kita jawab sekarang adalah siapa yang ada dalam hati kita. Apakah hati kita dipenuhi dengan Roh Kristus yang berbelas kasihanan terhadap yang sesat? Dengan hati yang seperti itulah yang menggerkkan kita untuk melayani dan mempersembahkan segala sesuatu yang berkenan kepada Tuhan.<\/p>\n<p><em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET16062021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan jemaat untuk terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama;<\/li>\n<li>Doakan persiapan pelayanan GBIK pada hari Sabtu baik dalam Ibadah Doa fajar, Ibadah Anak, KMBI, Harmony dan kelas SM Sabtu;<\/li>\n<li>Doakan Kota Jakarta agar para pemimpin diberikan hikmat, kebijaksanaan dan belas kasihan dalam mengatasi pandemi covid-19;<\/li>\n<li>Doakan pembangunan bidang pariwisata agar makin mengandalkan Tuhan dalam menghadapi masa pandemi. Kiranya masyakarat yang melakukan wisata &amp; pusat perbelanjaan terus mematuhi protokol kesehatan;<\/li>\n<li>Pokok doa anggota kelompok.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cOrang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.&#8221; (Lukas 6:45) Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Ayat-ayat dalam Lukas 6 ini merupakan bagian dari Khotbah Tuhan Yesus yang sering kita kenal dengan nama \u201cKhotbah&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4406,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4402"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4402\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4404,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4402\/revisions\/4404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}